Sri Sugiastuti

Berjuang Menggapai Ridho ALLAH di Dunia & Akhirat


6 Komentar

7 Hal yang Harus Diperhatikan Saat Wisata ke Pantai

dscn0802

Bebas lepas merdeka Alhamdulillah

Siapa yang ngga suka refreshing dan menghirup udara segar dari pantai?  Pasti ada sesuatu nih? Entah phobi air, ombak besar atau takut mabuk laut? Alhamdulillah kalau kami sekeluarga yang tinggal jauh dari pantai sangat menykaui refreshing ke pantai

Sebenarnya ngga ada yang perlu dikhawatirkan loh..? Apalagi hanya karena panas at kulit takut gosong. Asal mengikuti tip berikut piknik ke pantai jadi hepi hepi aja tuh.

Emang kalau mo piknik ke pantai yang harus disiapin apa saja ya? Yuk saya kasih tipnya. Ini yang disiapkan mas Hubby ketika piknik ke pantai.

Baca lebih lanjut


17 Komentar

Klinong-Klinong Ke Pasar Gawok Sukoharjo

 

Dear friends,

Saya lagi iseng nih dan nemu foto-foto hasil jepretan saya waktu ikut mas Hubby klinong-klinong ke pasar Gawok Sukoharjo. Sayang kalau ngga berbagi di blog atau paling tidak suatu saat cucu saya bisa mengenang kegiatan Uti sama Akungnya ketika menikmati waktu senggang sambil klinong klinong ke pasar Gawok.

Kenapa saya bisa berada di pasar Gawok? Penasaran aja. Ternyata pasar tradisional ini buat mas Hubby penuh kenangan. Maklum masa kecil  beliau dulu tinggal di Sukoharjo. Sedangkan saya  dibesarkan di Jakarta. Konon  pasar Gawok termasuk pasar tradisional yang sampai saat ini masih kental dengan suasana jadulnya.

Pasar Gawok terletak di sebelah tenggara kota Solo.Tepatnya di desa Geneng,kecamatan Gatak kabupaten Sukoharjo. Jangan kaget ya.. pasar Gawok hanya ramai pada hari pasaran Pon. Dulu  sih pada zaman Belanda pasar ini buka tiapa hari. Entah mengapa justru setelah merdeka ini pasar hanya ramai di hari pasaran Pon. Tahu kan Pon bagian dari nama pasaran yang ada di Jawa. Kliwon, Wage, Pon, Pahing dan Legi.Pasar Gawok sama lah dengan pasar tradisional lain, yang menyediakan  berbagai barang dagangan yang komplet plet untuk kebutuhan rumah tangga.

Areal pasar Gawok menurut saya cukup luas, suasana di hari pasaran Pon ngga bisa saya ceritakan dengan detail karena aromanya nano-nano, ada bau asap rokok Tingwe (ngelinting dewe ) dengan tembakau yang mereka miliki. Suara pande besi yang menempa pisau pacul dan aritbergema, Lalu suara penjual pakaian dan sepatu dengan pengeras suara juga mewarnai kehidupan pasar Gawok di hari pasaran Pon.

Tapi yang saya minati di pasar Gawok kali ini adalah unggas dan Kambing. Makanya yang saya abadikan foto kambing dan unggas. Saya sangat terpesona dengan kambing hitam yang tertumpah cairan cat putih dari Allah. Subhanallah siapa coba yang bisa mewarnai Kambing seperti ini ?

Ini Kambing warnanya mempesona

Ini Kambing warnanya mempesona pasti pemiliknya bangga ya

Hmmm, saat mas Hubby sedang hunting bibit tanaman, sementara saya asyik memperhatikan kesibukan pedagang ternak yang menawarkan hewan ternaknya. Kambing ini biasanya banyak dicari oleh orang yang ingin mengadakan peringatan 1000 kerabat atau keluarganya yang meninggal, atau bisa juga untuk Aqiqah. Sedangkan penjual membawa hewan ternaknya untuk dijual sebagai mata pencaharian atau ada kebutuhan mendadak yang harus dipenuhi terpaksa menjual hewan peliharaannya dan kemungkinan akan ditukar dengan yang lebih kecil untuk dipelihara lagi.

 

Suasana pasar hewan Gawok, Sukoharjo

Suasana pasar hewan Gawok, Sukoharjo, dipilih, dipilih

Beginilah suasana pasar Gawok, banyak terjadi transaksi jual beli disana. Seakan pasar ini jadi sarana bagi hamba Allah untuk mengais rezeki. Kita tinggal memilih mana yang kita butuhkan sesuai dengan keuangan yang ada. Biasanya hari pasaran pasar Gawok selalu dinanti oleh orang yang ingin bertransaksi

 

Mentok yang sehat dan gemuk diperjual belikan di pasar hewan Gawok

Mentok yang sehat dan gemuk diperjual belikan di pasar hewan Gawok

Nah, begitu juga dengan unggas seperti mentok dan bebek. Ada juga sih ayam. Tapi sekali lagi saat itu saya lagi suka yang ada di bagian hewan ini. Mentok yang  terlihat gemuk dan sehat siap dikonsumsi dagingny taua boleh juga dipelihara lagi diambil telurnya’ Daging mentok enak loh dimasak opor atau dimasak rica-rica. Oya sedikit info biasanya pemilk methok menjual hewannya secara borongonan . Mungkin 10 ekor atau lebih tergantung usianya dan angkatannya.

 

Yang mau ternak bebek juga tersedia di pasar Gawok

Yang mau ternak bebek juga tersedia di pasar Gawok

Ini bebek-bebek yang mau berpindah majikan ya. Sepertinya bebek-bebek ini sudah siap bertelur dan harganya juga  mahal. Pembeli tidak perlu menunggu lama, bebek-bebek ini akan bertelur dalam beberapa hari lagi. Kalau bebek ini pejantan biasanya untuk konsumsi rumah makan bebek penyet dan bebek masak lainnya.

 

Meri alias anak bebek jadi salah satu dagangan yang dicari peternak..

Meri alias anak bebek jadi salah satu dagangan yang dicari peternak..

Entah bagaimana membawanya unggas yang akan dijual ini sudah berjajar rapih di tengah pasar ini Hmm biasanya mereka memakai bronjong (keranjang besar yang terbuat dari bambu yang mereka letakkan di bagian belakang sepeda onthel, ataupun sepeda motor mereka)

Meri, alias anak bebek ini juga segera akan berpindah rumah. Banyak peternak yang membutuhkan bibit bebek yang masih meri untuk dibesarkan. Mengamati peminat bebek goreng semakin banyak. Maka orang yang tergerak untuk ternak bebekk pun semakin banyak. Tapi saya tidak melihat rumah makan bebek goreng di sekitar situ.

Sebelum meninggalkan pasar Gawok rasanya ngga afdol buat mas Hubby kalau tidak mapir dulu ke warung yang ada di pasar Gawok. Saya memilih  soto sapi dengan teh anget krampul sedangkan mas Hubby nasi pecel belut goreng dan segelas air jeruk hangat

Tak terasa hari sudah siang mas Hubby meras puas mendapat bibit terong dan cabe yang rencananya mau ditanam di kebun sebelah rumah. Kami nenuju parkiran dan pulang menyusuri sawah dengan pemandangan yang adem di mata.   Hati juga bersyukur bisa menikmati suasana pedesaan yang kental dengan keikhlasan hidup.

Janji lain waktu mau ngulik lagi ke pasar Gawok dengan melihat sisi lain yang berbeda. Terima kasih ya Allah, Kau beri kesempatan hambaMu untuk selalu bersyukur dengan segala karuniaMU.

 

 

 


19 Komentar

Berburu Sea Food di Pantai Depok

Hi, tau dong kalau Jogyakarta itu sekarang punya banyak pantai yang bisa dijadikan obyek wisata. Beberapa waktu yang lalu Uti sama Akung sampai juga klinong klinong ke pantai Depok.

Uti sama Akung menikmati suasana tenang sambil memandang ke laut yang luas. Bersyukur bisa sampai di pantai Depok dengan kendaraan roda dua. Dari Solo kami berangkat sore hari bermalam di Jogya di rumah adik sepupu Uti. Pagi hari baru melanjutkan perjlanan ke pantai Depok. letak pantai Depok ada di sebelah kanan pantai Parangtritis. Pantai ini di hari biasa sangat sepi pengunjung

027

Pantai Depok di pagi hari sebagian nelayan menunggu kapal datang

Apa sih istimewanya pantai Depok dengan pantai yang lain? Kalu menurut Uti pantai ini dikhususkan untuk pelelangan ikan. Dengan mengunjungi pantai ini di hari biasa suasana sepi, tenang damai dan kedekatan uti dengan Allah sang Pencipta semakin terasa.

Ketika angin laut semilir, matahari bersinar cerah dan pandangan mata bebas lepas ke arah laut yang terhampar luas, lalu membayangkan kehidupan di bawah laut dengan aneka macam makhluk hidup yang ada di bawah laut, saya syukur dan keimanan Uti semakin bertambah

012

Menyatu dengan alam itu memberi energi positif untuk jiwa Uti yang sudah menua

Nah, sekarang kita bayangin deh betapa susahnya menarik kapal yang baru datang dari melaut untuk sampai ke tepi pantai dan menjual hasil tangkapannya di laut. Ternyata semau itu perlu tenaga motor dan juga tenaga manusia agar perahu bisa merapat di dermaga alami. Menarik perahu tempel nelayan dari tepi pantai yang berpasir itu perlu semangat dan tenanga yang luar biasa. Mereka berteriak, tua bangka.. eh salah ding… tu dua tiga…. yo… yo…

Iyes, akhirnya perahu itu merapat di tepi pantai. Uti sama Akung penasaran ikut berlalri seperti orang -orang yang ada di sekitar pantai untuk melihat hasil tangkapan para nelayan pagi hari ini. Uti sempat bertanya kepada nelayan yang terlihat lelah, karena mereka melaut malam  hari, sedang hasil tangkapan mereka juga tidak terlalu banyak.

022

Senangnya para nelayan setelah berhasil menarik perahu mereka ke daratan yang harus dilakuan secara bersama-sama.

Nelayan itu menjual hasil tangkapannya dengan mengelompokkan jenisnya, ada tengiri, tuna, kakap, salmon, bawal, barakuda dan teman, temannya.  Nah pembeli tinggal memilih mana yang disukai.Wah si Akung kalap hampir semua jenis ikan di beli.. Ngga terasa uang empat ratus ribu keluar dari kocek Akung. Akung sudah didekati oleh juru masak pemilik rumah makan yang ada di sekitar pantai itu.

Si ibu pemilik rumah makan itu menjual jasa mengolah hasil laut yang kita beli untuk dimasak sesuai dengan selera kita. Tinggal pilih saja menunya. Ia juga menyediakan es kelapa muda, dan minuman lain. Sedang teman makan sea food  dari mulai nasi, lalapan dan aneka sambel sudah tersedia.

Ia mematok harga 8 ribu rupiah perkilo untuk menyulap sea food mentah jadi makanan yang siap saji. Oke deal. Lumayan praktis. Uti sama Akung sepakat, sebagian besar digoreng saja jadi bawanya ngga ribet. Untuk oleh-oleh juga praktis.

Saatnya menikmati hasil tangkapan nelayan yang sudah terhidang. Uti memilih rajungan, Akung ikan salmon, dan kakap laut dengan menu asam  manis, saus padang dan di goreng plus lalapan dan sambel kecap. Yummy.

 

028

Hasil tangkapan nelayan yang sudah dieksekusi di dapur rumah makan pantai Depok

Ngga terasa separuh waktu yang ada siang ini kami habiskan di pantai Depok. Hati senang perut kenyang dan terasa fresh kembali. Hmm tinggal mikir bagaimana membawa ikan goreng yang cukup banyak ini sampai ke jogya dan Solo.

Uti langsung packing jadi beberapa bungkus sesuai dengan yang mau Uti kasih. Jadi tinggal mendistribusikannya . plek-plek. Selesai.

Ya, itu lah secuil kisah Uti dan Akung ketika klinong klinong ke pantai Depok. Salut dengan kabupaten Bantul yang terus bebenah dan membuka tempat wisata baru dan terus bergeliat memajukan kabupatennya terutama di bidang wisata dan kuliner.

.


21 Komentar

Wisata Air di Umbul Ponggok & Tips Aman Selama Menikmatinya

 

Hi… ! Kali ini  Uti mau bikin penasaran buat pembaca yang belum pernah menikmati wisata air di umbul Ponggok. Uti meyakini bahwa wisata air ini jadi andalan banyak orang yang punya hobi berenang dan menyelam. Wisata ini juga bisa jadi pilihan sekaligus jadi salah satu tempat refreshing yang murah meriah dan menyehatkan. Pastinya kebayang dong seperti apa kira-kira tempatnya. Kalau sudah ada yang pernah kesana berharapnya tulisan ini bisa jadi mengingat nostalgia terindahmu di obyek wisata air ini, atau mungkin ingin mengenangnya kembali.

dscn1940

Suasana pagi hari di umbul Ponggok Klaten

Mau cerita dari awal dulu ya. Akung sama Uti berencana dari Solo ke Jogya  boncengan naik ngeng-ngeng roda dua. Modus banget Solo Jogya melewati Klaten arah barat, melesat sampai obyek wisata Umbul Ponggok. Kenapa bisa begitu jegleg banget dan buang waktu. Tidak lah yauwwh. Ini obat penasaran Akung dan Uti setelah 30 tahun tidak pernah mengunjungi Umbul Ponggok. Apalagi setelah direnovasi dan dikelola secara professional oleh Pemda Klaten.

Uti seakan ngga percaya. Ternyata yang Uti lihat di  situs internet benar adanya. Wisata air umbul Ponggok sangat ruar biasa. Ada wahana untuk yang hobi snorkeling dan juga diving. Umbul Ponggok ini kedalamannya  kurang lebih 2-2,5 meter. Ini  sangat ideal buat berenang dan menyelam. Kalau untuk pemula ngga perlu khawatir ada pelampung sebagai alat bantu. Karena airnya yang jernih, segar  dan dingin pastinya asyik banget berlama-lama di umbul itu. Dengan menyelam kita bisa  melihat dasar umbul yang dipenuhi bebatuan lumut dan ikan sangat jelas.

dscn1941

Kayaknya sudah ngga sabar nih ingin segera nyemplung

 Wuihhh ternyata banyak ikan hias air tawar yang cantik dan gagah yang menemani kita saat berenang atau sekedar bermain air di pinggir umbul. Mereka sangat bersahabat loh dan seneng selfie juga kata para penyelam yang sudah merasakan sensasi berenang dan menyelam di umbul Ponggok.

Umbul Ponggok yang berada di desa Ponggok, kecamatan Polandia eh Polanharjo Klaten Jawa Tengah ini sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu. Jadi waktu zaman kita dijajah Belanda pun, umbul ini sudah difungsikan untuk pengairan perkebunan dan pertanian. Klaten dan Delanggu yang letaknya di bawah kaki gunung Merapi dan Merbabu ini memang terkenal subur makmur.

Untuk bisa sampai ke lokasi wisata air umbul Ponggok kita bisa menggunakan kendaraan pribadi, sepeda motor, andong, atau carter mobil. Tapi karena minimnya petunjuk arah untuk menuju lokasi, maka bagi yang belum pernah datang ke umbul Ponggok maka harus rajin bertanya atau gunakan GPS dan google maps biar tidak tersesak terlalu jauh karena jalannya yang keluar masuk desa dengan pemandangan sawah yang menghijau. Kita bisa dari arah Boyolali, Delanggu, atau Jogya

dscn1944

Selfie di pinggir umbul Ponggok karena niatnya survey biar ngga penasaran

Untuk bisa sampai ke lokasi wisata air umbul Ponggok kita bisa menggunakan kendaraan pribadi, sepeda motor, andong, atau carter mobil. Tapi karena minimnya petunjuk arah untuk menuju lokasi, maka bagi yang belum pernah datang ke umbul Ponggok maka harus rajin bertanya atau gunakan GPS dan google maps biar tidak tersesak terlalu jauh karena jalannya yang keluar masuk desa dengan pemandangan sawah yang menghijau. Kita bisa dari arah Boyolali, Delanggu, atau Jogya.

Harga tiket masuk ke umbul Ponggok waktu itu hanya 8000 rupiah di hari biasa, 10.000 di hari minggu dan libur, parkir sepeda motor 2000 rupiah, parkir mobil 4000 rupiah. Mungkin sekarang sudah beda lagi tarifnya. Nah kalau untuk kulinernya, ada banyak warung makan yang menyediakan menu masakan jawa ada soto, pecel, kare, oseng oseng dengan lauk yang cukup beragam, tahu ,tempe, telor asin, ayam goreng, lele, nila dan teman temannya deh. Harganya juga dijamin terjangkau.

dscn1939

waktu yang paling tepat ke umbul Ponggok ya pagi hari

Sebenarnya umbul Ponggok itu seperti apa sih? Pengen tau dong. Detailnya tuh umbul ini pada bagian dasar umbul didominasi pada bagian dasar umbul didominasi oleh bebatuan, lumut, dan pasir layaknya seperti dasar laut tapi airnya tawar. Di umbul Ponggok hidup berbagai jenis ikan hias air tawar yang cukup banyak. Ikan-ikan ini sangat bersahabat loh mereka bisa action juga kalau mau difoto. Jangan dikira karena banyak ikan di dalam umbul tersebut lalu airnya jadi amis layaknya di kolam ikan. Air di umbul itu justru dingin, jernih dan menyehatkan, karena air terus keluar dengan deras dari sumber mata air dan mengalir ke sungai yang ada di sekitar umbul. Jadi sudah pastinya airnya fresh terus dan selalu berganti.

Semakin penasaran ya? Udah buruan aja di jadwalkan kapan mau berkunjung ke umbul Ponggok. Fasilitas yang disediakan untuk snorkeling dan menyelam juga sudah disediakan, kolam kecil untuk anak anak juga ada, kamar mandi, mushola, warung makan yang ada di dalam komplek umbul lumayan lengkap. Mau berselfie ria di dalam air bersama ikan ikan juga siap. Pokoknya bermodal niat, sehat, sempat jugm kocek yang ngga terlalu mahal akan terwujid wisata indah dan berkesan ini.

Biar tambah afdol tulisan ini boleh dong Uti tambahkan beberapa tips ketika menikmati wisata air di umbul Ponggok.

  1. Bawa baju ganti.

Lah iya lah. Mau main air, mau berenang dan berselfie di dalam air perlengkapan baju dan lain-lainnya harus disiapkan. Walau disana disediakan juga sih kalau mau beli mendadak. Tapi kan sayang kalau harus keluar uang lagi hanya untuk membeli baju ganti. Tapi kalau mau selfie aja dan memakai baju yang disewakan sama pengelola bisa juga sih tentunya ada biaya tambahan untuk itu.

  1. Fisik yang sehat.

Ini jadi syarat mutlak buat orang yang suka dengan wisata air yang langsung inginnya terjun langsung berenang dan suka berlama-lama di dalam air. Kalau kondisi fisik tidak prima. Ujung-ujungnya bukan fresh malah keok atau tepar. Karena umbul ini cukup dalam jadi harus bisa bereng. Kalau belum bisa ada pelampung juga pendamping kalau memang punya keinginan foto di dalam air.

  1. Warming Up/Pemanasan

Berenang atau sekedar bermain air di umbul yang airnya dingin itu perlu pemanasan. Suhu badan yang tadinya panas bila tiba-tiba langsung nyemplung ke umbul bisa menyebabkan kram.  Kram itu musuh kita di dalam air. Kalau tidak bisa mengatasi akan fatal akibatnya. Maka perlu warning up untuk menghindarinya.

  1. Jangan malu minta pertolongan.

Kadang tanpa kita sadari sering ya merasa PD banget ketika berada di dalam air. Padahal berenang dan menyelam itu perlu keahlian. Jangan samapai karena kepedean dan mau selfie malu minta tolong padahal ngga kuat nahan nafas dan hampir kemasukan air hidungnya.

  1. Tetap waspada

Ketika kita memutuskan untuk berenang dan menyelam di umbul yang cukup dalam. Keselamatan diri kita dan orang lain harus dijaga. Ini harus jadi pertimbangan utama. Walaupun jago renang dan menyelam jangan sekali kali menyepelekan keselamatan. Kita yang bisa mengukur kemampuan kita untuk tetap waspada.

dscn1945

Sebelum lanjut ke Jogya, selfie dulu ya sama mas Hubby

Uti sudah kasih tips ya. Sekarang Uti mau lanjutkan perjalanan ke Jogya nih dengan membawa rencana suatu hari mau ke umbul Ponggok  mengajak anak cucu. Tadi Uti cuma mampir sejenak dan survey kecil kecilan di sekitar umbul Ponggok.

Memori Uti akhirnya membandingkan suasana umbul Ponggok 30 tahun lalu dengan riuh ramainya antara ibu-ibu yang mencuci baju di umbul berbaur dengan anak-anak yang berenang riang gembira

Sekarang umbul Ponggok sudah dikelola dengan baik bisa untuk tandingan snorkeling air tawar ala snorkeling Bunaken.

 


26 Komentar

Telaga Warna yang Eksotik

112

Taman yang ada di dekat telaga warna di Dieng Wonosobo

Hi, mau nanya nih, sudah pernah jalan-jalan ke Dieng kah? Kalau sudah pasti banyak ya bisa dinikmati di sana. Sampai bingung  deh mana dulu  yang mau diceritain. Nah kali ini saya mau berbagi kenangan yang saya rasakan ketika jalan-jalan ke Telaga Warna yang jadi salah satu obyek wisata di Dieng Wonosobo.

Kami sengaja dari Solo pagi hari lewat Kopeng, Blabak, Magelang Secang, Temanggung baru menuju Ke Wonosobo. Sepanjang jalan mata ini dimanjakan dengan pemadangan pegunungan Telomoyo dan lereng lerengnya yang ditanami aneka jenis sayuran yang tumbuh di daerah pegunungan. Pas waktunya perut mulai keroncongan kami berhenti di pinggir jalan menikmati bekal yang kami bawa. Sudah niat mau sarapan di pinggir jalan sambil menikmati udara sejuk pegunungan Telomoyo.

033

Makan dulu di pinggir jalan sebelum melanjutkan ke tempat tujuan

Bekal yang kami bawa cukup menyelera. Nasi kotak yang sudah dilengkapi dengan ayam goreng, lalapan dan oseng kikil yang maknyoss. Acara sarapan selesai. Cuusss.. yuk lanjut mobil meluncur cepat melewati jalur yang kami pilih. Saya menikmati perjalanan Temanggung-Wonosobo yang terus menuju ke Dieng. Sebelum sampai di obyek wisata Telaga Warna kami sempat berhenti di gardu pandang karena si Aura cucu saya kebelet pipis. Yuk turun dulu yang mau pipis siapa lagi nih?

 
066

Yang bisa dilihat dari pos gardu pandang.. kebun kentang yang sangat terkenal dari Dieng

Karena perjalanan lancar jam 10 kami sudah sampai Telaga Warna. Hmm ternyata bener apa kata mbah Google pemandangan dan udara pegunungan di obyek wisata ini sejuk, bersih dan penuh dengan ketenangan. Waktu itu masih pagi dan harinya sabtu juga sedang tidak musim liburan jadi ngga terlalu ramai.

 
Setelah membeli tiket kami masuk  ke lokasi telaga Warna. Seakan ngga percaya melihat danau atau telaga yang saat itu dalam keadaan kering air danau tidak melimpah dan warna yang muncul siang itu hijau cantik sekali’
 
088

Telaga Warna yang sedang kering, tetap saja memancarkan keindahan dan ada misterinya

Pasti pada penasaran ya koq dibilang unik cantik dan ada kesan misterinya. Konon air di telaga ini kerap berubah-ubah warnanya. Kadang kekuningan, hijau, biru, bahkan sering juga memancarkan warna pelangi. Tepat sekali bila penduduk di sekitar Dieng menyebutnya telaga Warna.

Telaga Warna ini berada di ketinggian 2000 meter diatas permukaan laut, dan dikelilingi oleh pemandangan pegunungan dan pepohonan yang hijau. Jika kalian ingin menikmati cantiknya Telaga Warna Dieng ini, Pagi dan Siang Hari adalah waktu yang tepat untuk menikmatinya. Karena apabila kalian datang sore hari, Kalian hanya akan melihat kumpulan kabut yang menutupi lembah.

Kami merasa beruntung bisa berada di ketinggian 2000 meter.Telaga Warna berada di desa Dieng  Wetan, kecamatan Kejajar. Wonosobo. Menikmati keunikan pemandangan alam di sekitar telaga Warna. Air telaga yang mengering dan terkesan tenang sedang di pinggir telaga pepohonan rindangmenambah kekaguman saya dan keluarga ketika tadabur alam di Dieng.

085

Telaga yang kering dan pohon kering yang dibiarkan tumbang, memberi kesan bila telaga ini tidak kering pohon tersebut akan tenggelam.

Kami sempat menyusuri tepi telaga yang di kelilingi pohon rindang terkesan serem. Menurut sejarah telaga ini terjadi karena letusan gunung Purba ratusan tahun yang lalu.Kalau kisah mitosnya boleh percaya ngga percaya warna telaga itu berasal dari cicin milik seorang bangsawan yang jatuh ke dasar telaga. Makany air di dalam telaga itu bersinar indah seperti cicin milik bangsawan tersebut.

Tapi kalau menurut pnelitian yang akurat, warna itu muncul karena ada pembiasan dari cahaya yang ada di sekitar telaga, warna langit biru, kekuningan, hijau atau mungkin bila cuaca mendung air telaga akan berubah warna menjadi abu-abu.

Oya di sebelah telaga Warna masih ada telaga Pengilon. Sayangnya kami tidak menunjunginya. Kami malah tertarik untuk menyusuri goa yang ada di sekitar tepi danau.Samapi saat ini masih ada salah satu goa yang digunakan untuk upacara keagamaan biasanya mereka adalah umat Hindu. Goa di sekitar telaga   cukup banyak ada goa Semar, Goa Sumur, goa Batu Tulis dan goa Jaran

108

Jalan menyusuri tepi telaga di antara pepohonan yang rindang menuju goa yang di sekitar tepi telaga

Rasanya kami betah berlama-lama di tepi telaga sambil menikmati jagung rebus dan iringan musik pengamen yang buka lapak di dekat tepi pantai yang berhasil menghibur pengunjung, sekaligus mengumpulkan rupiah yang bisa dibawa pulang.

Bila anda penasaran karena belum pernah kesana. Jangan ditunda. Sebelum jalan-jalan ke Luar Negeri wajib hukumnya menikmati keindahan alam Bumi Pertiwi ini.

Untuk saat ini wisata ke Dieng belum bisa menggunakan bus wisata yang besar. Pertimbangannya adalah jalan yang sempit dan naik turun plus berkelak kelok pula. Jadi sebaikanya menggunakan bus wisata mini, kendaraan pribadi, angkutana umum, sepeda motor atau carter bus mini yang dimiliki oleh Kabupaten Dieng.

 

 

Untuk tiket masuk, bayar parkir dan melihat obyek wisata yang berdekatan di komplek Dieng sangat bervariasi. Yang jelas bila membeli tiket perorangan dan rombongan tentunya berbeda.

Nah itu tadi sekelumit foto bercerita yang sempat saya simpan di memori saya. Semoga besok jumpa lagi dengan cerita jala- jalan kami yang lain.


1 Komentar

Enam Prinsip Mengelola Blog Versi Omjay

Kiatnya dalam mengelola blog bener banget Omjay.makasih

Labschool Jakarta

Menulislah setiap hari di Blog Anda

Hal terpenting yang perlu anda ketahui dalam mengelola blog di dunia maya adalah bahwa layaknya mengelola rumah di dunia nyata, mengelola blog juga memerlukan prinsip dalam hal menggapai keberhasilan dan kesuksesan. Selama ini penulis menjalani prinsip 5 K, yaitu: Kemauan, Kerja keras, Komitmen, Koneksi, dan Kreativitas.

Lihat pos aslinya 607 kata lagi


5 Komentar

Tips Belanja di Pasar Tegalgubug Cirebon

Awalnya ngga sengaja untuk bisa jalan-jalan ke Jawa Barat  khususnya Cirebon dan sekitarnya. Sebenarnya pemicunya tuh kata kunci “Tegalgubug” yang konon jadi sentra pasar sandang terbesar se Asia Tenggara. Jadi penasaran nih.. apa benar kata mbah Google.

Selain itu saya juga penasaran sama kota Cirebon. Perasaan saya Cirebon dari mulai saya indil-indil sampai ondol ondol kerap kali dilewati baik ketika naik kereta api Jakarta Solo PP maupun naik si roda empat. tapi ngga pernah singgah . Kebetulan ngga punya sanak family di kota udang itu.

“ Kung ayo kita dolan ke Cirebon dan sekitarnya sambil kita buktikan apa kata Mbah Google tentang Tegal Gubuk yang membumi itu.”.. Si Akung mah oke-oke aja. Maklum sudah pensiun, sudah saatnya menikmati hari tuanya sambil menghibur hati.

Singkat cerita kami dah pegang tiket  Kereta  Jaka Tingkir Solo-Cirebon. PP lumayan ada di tarif terendah. Ini  traveling  semi backpackeran. Belum tau mana yang mau dituju ikuti aja apa kata hati. Saya Cuma ingin ke Tegalgubug, Kuningan dan Gua Sunyarungi.

Kami berangkat sore hari dari stasiun Purwosari dan tengah malam jelang dini hari sampai di Stasiun Cirebon Perujakan. Weleh saking penasaran dengan pasar Tegalgubug, saya belain carter angkot Rp. 150.000,- untuk bisa sampai ke pasar Tegalgubugp katanya pasar ini ramai di hari Sabtu dan Selasa. Ternyata keadaan pasar Tegalgubug ngga seheboh yang saya bayangkan. Lah saya sampai di sana dini hari, suasana sepi. Pasar itu juga becek karena habis hujan.

Pasar ini tepatnya terletak di kelurahan Tegalgubug kecamatan Arjawinangun Cirebon. Pantas saja dikatakan sebagai pasar sandang terbesar di Asia Tenggara. Saya yang datang dini hari masih dalam keadaan belum terlalu ramai bisa melihat betapa luasnya pasar tersebut.

Si Akung capek kali ya,  dia pilih nunggu di warung kopi . Saya  masih  semangat , walau becek  dah niat sih  pengen   membandingkan harga dan barang yang ada di Tegalgubuk dan di Solo saya jalanin. Saya meleawati beberapa lapak yang dibuat ala kadarnya dan menanyakan beberapa harga baju yang mereka jual. Mungkin mereka kira saya ngga ngeri tentang harga dan kualitas baju ya. Jadi mereka kasih harga sesukanya. Jujur saya kecewa “ Yahh ngga seasyik yang saya bayangkan.

berita-cirebon-omset-miliaran-setiap-hari-pasaran-namun-kondisi-pasar-tegalgubug-terkesan-kumuh

Sumber: http://www.cirebontrust.com/

Jujur saya sedikit kecewa dengan kenyataan yang saya lihat. Tapi untuk menghilangkan kekecewaan saya tetap ada yang saya beli dari pasar Tegalgubug berharap ke depannya bisa punya langganan dan jadi mitra bisnis fashion saya.

Nah untuk yang ingin mencoba bisnis baju murah produk pasar Tegalgubug saya mau kasih tips nih semoga bermanfaat ya. Ini sudah saya praktekin loh.

  1. Survey dulu ya. Survey ini penting supaya mendapatkan informasi yang terbaik sesuai dengan pangsa pasar kita baik untuk harga model dan tata cara pemesanan termasuk pengiriman dan pembayaran
  2. Bila sudah dapat tempat pilihan yang cocok dan sreg dengan tata caranya. Maka pilih lah mitra bisnis yang memberi pelayanan prima misalnya untuk pengiriman dan pengembalian barang yang rusak atau catcat.
  3. Setelah mengadakan transaksi bila yang pertama dengan datang langsung bisa buat perjanjian walau tidak tertulis bahwa barang yang sudah dikirim akan dicek lagi dan bila ada yang tidak sesuai bisa dikembalikan.
  4. Sebelum menentukan pilihan untuk belanja baik offline atau online pastikan bahwa barang yang dibeli bakal laris manis, dan tau persis kualitas bahannya nyaman dipapakai, termasuk juga jahitan dan modelnya masih ngetrend.

Bagaimana sudah kebayang belum apa yang saya ceritakan tadi? Intinya saya ngga penasaran lagi dengan pasar Tegalgubug dan akhirnya saya sempat nelanja offline untuk pertama kali di pasar Tegalgubug dan mungkin yang terakhir kali. Mengingat jaraknya jauh dan berat diongkos kemudian kualitas barangnnya tidak seperti yang saya bayangkan.

Begitu juga dengan belanja onlie di pasar Tegalgubug. Saya terkecoh dengan gambar yang tidak dijelaskan secara detail. Memang sih harganya murah, tapi kalau memasarkannya lambat, lebih baik tidak bertransaksi lagi secara online.

Jadi itu sekilas kesan saya tentang pasar Tegalgubug. Oh ya saya Cuma sekitar satu jam di pasar Tegalgubug setelah itu saya langsung nyegat bus jurusan Cirebon dan lanjut ke Kuningan.

DSCN2238

Sisi lain setelah pulang dari Tegalgubug dapat rumah singgah dengan view yang cantik plus udara yang sejuk