Sri Sugiastuti gurujalanjalan

Berjuang Menggapai Ridho ALLAH di Dunia & Akhirat


Tinggalkan komentar

Can you give some comment?

Smiles is free make other people be happy
• Thats not true for love and kisses
• But sometimes we must pay high price for fall in love with someone
• All this things connected with money money
• But whenever death is happening everything are done
• I think. friends the best things in life are free
• Friends & family but the best is sleep


Tinggalkan komentar

Please give your comment

specially a long sleep
I just need the long sleep now
Sleep, laugh and eat… Awesome!!
good laugh is good but where do u get long sleep from ??
Long sleep my hobby
I agree with a long sleep cause you can forget for a while your problems
so true,cause both are making you to feel great.
we can get healthy life from them


Tinggalkan komentar

Some examples of sentences

I don’t understand “Don’t make me instead of anyone”.

“Rana as well as his friends went there, didn’t they?”

His aim is to discourage readers from doing likewise (from doing the same as himself).

Hydrochloric acid likewise helps to dissolve the stomach contents while killing potentially harmful bacteria.

Climbing roses are almost as popular as their shrubby counterparts, and they likewise need regular water and fertilizer to thrive.

“Just as the right words make the sentences more coherent, they also add to the meaning (or meaningfulness) of the conversation”.

Can you suggest any spoken English software?”


Tinggalkan komentar

INFO BEASISWA KE JEPANG

Program Penataran Guru (Teacher Training Program) adalah salah satu program beasiswa Pemerintah Jepang (Monbukagakusho) yang dirancang khusus bagi para guru untuk meningkatkan kualitas pengajaran sesuai dengan bidangnya. Mereka akan diberikan pelatihan dalam cara mengajar, pembuatan rencana belajar-mengajar yang lebih efektif dan menarik minat siswa dan hal-hal lain yang dapat meningkatkan kualitas dan kemampuan para guru. Program ini adalah program non-gelar dan lamanya adalah 1 tahun 6 bulan (termasuk 6 bulan belajar bahasa Jepang) dari Oktober 2014.


Syarat-syarat :

  1. Lulusan S-1 atau D-4 dan guru yang mengajar secara aktif di SD, SLTP, SLTA (termasuk sekolah swasta dan SMK).
  2. Pelamar telah mengajar lebih dari 5 tahun di lembaga pendidikan formal pada tanggal 1 April 2014. Semua bidang ditawarkan kecuali, PKN, bahasa Indonesia, bahasa daerah, bahasa Arab, pendidikan agama, dan perhotelan.
  3. Usia di bawah 35 tahun pada tanggal 1 April 2014.
  4. Sehat jasmani dan rohani (bagi pelamar wanita tidak diperbolehkan dalam kondisi hamil)
  5. Bersedia belajar bahasa Jepang karena bahasa pengantar di universitas adalah bahasa Jepang.


Fasilitas yang didapat :

  1. Tanpa ikatan Dinas.
  2. Tiket kelas ekonomi p.p. Indonesia (Jakarta) – Jepang.
  3. Bebas biaya ujian masuk, biaya kuliah, dan uang pendaftaran.
  4. Tunjangan bulanan sebesar ¥ 143.000 per bulan(ada kemungkinan mengalami perubahan).
  5. Peserta disediakan asrama yang pembayarannya diatur sendiri oleh penerima beasiswa.


Cara Pelamaran :

  1. Pendaftaran dibuka pada 10 Desember 2013 dan ditutup pada 24 Januari 2014.
  2. Bagi pelamar, baik pegawai negeri maupun swasta dapat langsung menyerahkan/mengirimkan formulir yang telah diisi ke Bagian Pendidikan Kedutaan Besar Jepang dengan dilampiri dokumen yang diperlukan.
  3. Bagi pelamar yang berstatus pegawai negeri tetap harus melapor dan menyerahkan fotokopi formulir kepada Biro Kerjasama Luar Negeri (BKLN) Departemen Pendidikan Nasional.


Dokumen yang diperlukan (dokumen yang tidak lengkap tidak akan kami terima):
(dokumen yang tidak lengkap tidak akan kami terima)

  1. Formulir.
  2. Pasfoto (harus ditempel pada formulir).
  3. Fotokopi Ijasah dan transkrip nilai.
  4. Surat keterangan dari tempat mengajar yang menjelaskan bahwa pelamar adalah staf pengajar yang masih aktif mengajar dan disetujui mengikuti program beasiswa ini, Disertai keterangan masa mengajar (dari tanggal berapa hingga tanggal berapa), dan dicap oleh sekolah. Jika masa mengajar yang lebih dari 5 tahun terpisah dalam beberapa sekolah, lampirkan juga surat keterangan masa mengajar dari sekolah sebelumnya (beserta cap dari sekolah tersebut).
  5. Surat rekomendasi dari Kepala Sekolah mengenai pribadi pelamar.

 

* Semua dokumen ditulis dalam bahasa Inggris atau Jepang.(Ukuran kertas A4)


Tahap Penyeleksian :

  1. Seleksi Berkas. Pengumuman hasil seleksi berkas akan ditampilkan di website Kedutaan Besar Jepang pada tanggal 14 Februari 2014.
  2. Ujian tertulis bahasa Inggris (khusus untuk guru bahasa Jepang: ujian bahasa Jepang) pada tanggal 20 Februari 2014.
  3. Bagi yang lulus ujian tertulis akan dipanggil untuk mengikuti wawancara di Jakarta.
  4. Bagi yang lulus wawancara akan direkomendasikan ke Monbukagakusho.
  5. Mereka yang lolos seleksi di Monbukagakusho akan menjadi penerima beasiswa.

 


Catatan :

  1. Formulir pendaftaran dapat diperoleh di sini

 

  1. Formulir pendaftaran yang telah diisi beserta dokumen pelengkap dikirimkan ke

Bagian Pendidikan Kedutaan Besar Jepang
Jl. M. H. Thamrin 24
Jakarta 10350
Dan selambat-lambatnya 
harus tiba tanggal 24 Januari 2014. Mohon Tuliskan kode “Teacher Training 2014” pada amplop formulir.

 

  1. Jika ada pertanyaan, bisa disampaikan melalui email ke beasiswa@dj.mofa.go.jp

 


Tinggalkan komentar

Dari Penulis ke Motivator, Hayo Siapa yang mau ???

Hasil Belajar di TWC 3 Wisma UNJ 28-29 Des 2013

Apa kabar guraruers? Alhamdulillah semoga guraruers dalam keadaan damai, kreatif, produktif dan selalu mencari hakekat kebenaran. Itu yang menjadi harapan kita semua. Amin YRA. Semoga guraruers mengawali tahun 2014 dengan hati yang bersih, sehat lahir batin dan selalu semangat untuk mengadakan perubahan walau sekecil apapun dalam menuju kebaikan. Seperti janji saya pada diri sendiri untuk bisa menuangkan kembali apa yang saya peroleh di TWC 3, maka sesi ke 2 di hari ke 2 TWC 3, akan saya kupas tuntas ala pikiran dan daya tanggap saya. Sila bila pembaca punya masukan atau pertanyaan yang kritis mari kita diskusikan bersama sehingga membawa kemanfaatan bersama.

Panitia memang royal euy dalam mendatangkan pembicara. Peserta dibuat senang dan bahagia karena bisa mendapatkan materi yang sama dari sudut pandang dua orang pembicara. Mengapa saya katakan demikian? Karena pada sesi ini yang menyampaikan 2 orang pembicara yaitu Bapak Alpiyanto dan Bapak Thamrin Sonata. Durasi waktu yang Cuma 2 jam jelas sangat singkat apalagi dilengkapi dengan sesi Tanya jawab. Saya mencoba merangkum apa yang saya dapat dari sesi ini.

Moderator secara singkat memperkenalkan dua pembicara dan peserta juga lebih jelas lagi bisa melihat profilnya dari tayangan slide yang membantu proses transfer ilmu dan sharing di acara TWC ini. Pak Alpiyanto yang berpostur bak seorang peragawan, tenang, santun dan terasa sekali kehangatannya ketika menyapa kami. Begitu slide dan pencerahannya dipaparkan semakin paham, ternyata beliau guru yang hebat dan layak dihadirkn panitia di ajang TWC 3 karena. Pak Alpiyanto bukan sekedar trainer dan motivator tapi beliau memang penulis banyak buku yang berhubungan dengan “ Hati”

Dalam kesempatan ini Pak Alpiyanto membagikan ilmunya yang katanya “ Rahasia” tapi koq dibagikan? Ya itulah salah satu contoh judul buku atau kalimat yang bombastis dan “eyes catching” yang mewakili dari keseluruhan isi buku itu. Karena Pak Alpiyanto adalah tokoh yang selalu menerbitkan buku melalui indie ( jadi dalam slidenya penuh dengan buku-buk karyanya dan juga bukti fisik berupa foto ketika buku itu dijadikan alat pelatihan atau seminar) wow sungguh luar biasa.

Pembawaan Pak Alpi yang tenang ketika membuka sesi ini memancing peserta TWC 3 dengan pertanyaan yang menggelitik menggunakan method “Samudra Hati” jujur saya baru tahu istilah ini di TWC 3 dan dari slide cove buku Pak Alpi. Ilmu yang Pak Alpi bagikan sungguh luar biasa.

Ini intinya;
1. Menulislah dengan gaya yang unik tapi dibutuhkan masyarakat. Yang seperti apa ya? Yaitu yang tulisan yang member solusi, sekaligus langkah-langkah dalam menyelesaikan masalah. Tulisan yang memberi inspirasi berupa kisah nyata, dan testimony orang-orang yang unik dan sukses. Tulisan yang member motivasi dan penuh dengan kata-kata bijak. Banyak kata-kata mutiara yang bisa dijadikan ide tulisan yang baik.
2. Bila sudah menulis lalu mau diterbitkan dimana? Ngga usah bingung kata Pak Alpi. Terbitkan saja sendiri. Atu bisa juga bergabung dengan teman. Melalui lembaga juga bisa, melalui penerbit yang bisa membantu proses ISBN nya juga bisa.
3. Menulis sudah, diterbitkan sudah maka bagaimana memasarkannya? Mau tahu kan! Kata Pak Alpi, Pakai saja wadah institusi ada PGRI, gunakan untuk seminar dan pelatihan. EO (event Organizer) bisa juga sebagai jalan memasarkan buku yang sudah diterbitkan. Atau cara lain yang bisa diusahakan adalah dengan bekerjasama dengan teman. Dan menggunakan system bagi hasil.

Dalam pesan pamungkasnya Pak Alpi mengatakan bahwa yang terpenting adalah tindakan yang harus diperhatikan adalah mengikuti pelatihan lalu kembangkan dengan gaya pikiran sendiri. Pelajari buku-buku best seller yang akan memperluas wawasan yang akan melahirkan pemikiran baru. Setelah itu gandeng penerbit atau terbitkan sendiri dan yang tak kalah penting adalah membangun jaringan atau komunitas dalam memasarkan buku tersebut dan focus lah dalam semua kegiatan yang positif.

Dari menulis banyak buku, belajar dan mengadakan pelatihan maka Pak Alpi yang katanya dulu gagap, apatis, dan tidak PD berkat menulis dengan menggunakan samudera hatinya, beliau menjadi seorang motivator menulis kekerapa kota di Indonesia.


Tinggalkan komentar

Siapa Bilang Otak Anda Lemot ??? Itu Cuma Tersumbat . (Speed Reading & Memory Managenent by Sutanto Windura


Salam Guraru. Hari gini belum familiar dengan buku Tony Buzan? “Terlalu” kata Oma Irama. Loh apa hubungannya Tony Buzan, Oma Irama dan TWC 3 di sesi pertama hari ke dua ini ? Oh jelas ada mau tahu alasannya? Yuk Kita simak tulisan ini. Kalau ada yang kurang silahkan ditambahkan di komentar ya. Karena di Guraru kita belajar bareng untuk maju bersama dan berproses memberikan yang terbaik kepada anak didik kita, yang kuncinya ada pada diri kita masing-masing ( Bukan Sotoy lho ya )


Sebelum melanjutkan tulisan ini, kasih apresiasi dulu ah sama Omjay dan guraru di TWC 3 ini. Beliau sudah mendatangkan seorang pembicara klas dunia yang berhubungan dengan motivasi diri mind mapping dengan brand keren yaitu Bapak Sutanto Winduro seorang ThinkBuzan Licensed Instructor. Sedang materi yang akan diberikan adalah “ Speed Reading dan Memory Management” Peserta TWC 3 benar-benar diberi materi dan pembicara yang hebat agr bisa mengugah hati dan bangkit menjadi penulis yang hebat yang bermanfaat bagi dirinya dan orang lain.


Pembicara yang satu ini sudah berada di ruangan sebelum kursi peserta TWC 3 penuh. Itu menandakan bahwa beliau datang lebih awal dari pesertanya. Setelah moderator memperkenalkan dirinya. Ketahuan deh siapa beliau sebenarnya. Begitu banyak karyanya dan betapa belaiunya sudah mendunia. Beliau langsung meminta kami untuk senam otak agar kerja otak kanan, dan otak kiri kita seimbang. Meyakinkan peserta bahwa semua orang terlahir jenius. Sayangnya untuk menjadi jenius ada hambatannya. Nah itulah sebabnya kita diminta untuk bisa membedah semua itu dan focus pada pembelajaran berbasis otak. Itulah tugas guru.


Semangat yang diberikan pembicara sungguh luar biasa. Ia mengekspos cerita atau fenomena yang ada. Mengapa orang bosan membaca dan mengapa orang betah berlama-lama ngegames atau nonton film.
Semua dikarenakan belum mengunakan cara belajar berbasis otak. Sehingga sering mengalami mind block. Dan ini sangat menghambat, sehingga perlu dikembalikan bahwa guru adalah penulis jenius, sehingga bisa membuat siswanya belajar. Bagimana guru dan siswanya bisa mengembalikan kejeniusannya ang belum terbiasa, dan mengkondisikan otak agar bisa memperoleh solution finder.


Sang pembicara menekankan bagaimana harus membuat revolusi belajar dengan cara memperbarui menejemen otak. Diharuskan punya mind mapping dalam hidup. Gunakakn kata kunci What to learn plus How to learn. Hasilnya akan maksimal dan menakjubkan. Semua tahu bahwa saat ini yang namanya informasi sudah overload. Mbah google dengan baik hati akan member informasi yang sedetail detailnya tidak pakai bohong tinggal bagaimana kita memanfaatkannya. Ini bagian dari what to learn.


Sedangkan bagian dari How to learn bagaimana menggunakan otak secara optimal sesuai dengan kodrat manusia yang unik dan diberi akal oleh Allah. Sehingga sebagai guru kita perlu memiliki cara berpikir yang kreatif yaitu sebagai pembelajar seumur hidup. Alasannya agar sel otaknya tidak mati. Sedangkan lebih dalam lagi otak bisa dirangsang dengan How to think.


Dalam berpikir kreatif otak dipaksa agar bisa berpikir kreatif, berpikir kritis, berpikir sebab akibat, berpikir membandingkan, berpikir menyimpulkan dan berpikir analisis. Sarananya bisa berupa speed reading, kemudian mengolah data ari mind mapping dan berlanjut mempunyai memori champion. Dan berikan solution finder.
Sedangkan alatnya yang digunakan untuk How to think adalah dengan tahapan atau menggunakan Memori Champion, Mind map, speed reading, dan tehnik bertanya” Socratic Questioning Tecnique yaitu pertanyaaan yang membuat penanya dan yang ditanya itu pandai.


Pak Sutanto juga memberi informasi bahwa Kur 2013 .adalah Kurikulum yang berbasis pikiran, dan mengajarkan cara berpikir. Contohnya mengajarkan kasus banjir ditinjau dari berbagai sudut pandang. Ini sangat menarik dan lebih mengena sasaran, apalagi bila mengajarkannya menggunakan tehnik belajar mind mapping.
Ada hal penting yang harus kita buang dari kebiasaan buruk yang sering kita lakukan ketika membaca antara lain; membaca di eja, menggerakkan kepada, ditunjuk dengan jari , membalik halaman secara perlahan, sering Back skipping (mengulang bacaan). Berhenti ketika ada hal yang tidak dimengerti. Maka tinggalkan kebiasaan buruk itu gantilah dengan cara speed reading dan tehnik fiksasi dengan benar. Bisa juga menggunakan tehnik grouping sekali baca sekali tembak dan mengelompokkannya. Bukan per kata. Berlatihnya dengan membaca Koran dari kolom, perkolom. Optimalkan jarak pandang membaca kita dengan Peripheral vision dan cara berlatihnya dengan finger pointing execise. Atur irama ketika membaca sehingga bisa lebih berkonsentrasi. Perlu dipenggal ketika membaca sehingga otak kiri dan otak kanan balance. Sadarilah bahwa membaca perlu dipaksa dan pasang target. Tentukan ambak membaca, manfaatnya apa dan gunakan warna , karena mata didesigan menyukai warna –warni, warna punya emosi , dan dapat mengklasifikasi. Dengan kemampuan speed reading bisa menghemat waktu ketika bedah buku.


Hups rasanya begitu banyak materi yang ingin disampaikan, dan semuanya menarik, perlu konsentrasi mencernanya. Bagaiman supaya bisa mengoptimalakn kerja otak kanan dan otak kiri. Dan akhirnya sampai juga pada How to memory yang sangat penting diajarkan dan praktekkan pada diri sendiri dan anak didik. How to memory dianjurkan dengan tehnik Asosiasi, dan imajinasi, karena semakin kuat asosiasi semakin baik untuk menulis.


Pak Sutanto bukan hanya “Omdo” tapi langsung membuktikan dan berani dites dalam hal menghafal. Kami diminta menuliskan 20 kata yang akan dibaca dan dihafal dalam hitungan menit. Kami dibuat kagum dan mengira kalau ada unsur magicnya. Oh ternyata tidak. Karena kami pun diberi tahu bocorannya dan mempraktekkan bersama menghafal dalam waktu singkat. Ternyata tehnik asosiasi sangat membantu dalam menghafal cepat.


Dalam waktu yang sangat singkat Pak Sutanto ingin membagi ilmunya tentang tips dan strategi berkonsentrasi membaca dengan berbagai kiatnya dari mulai, Big picture first lewat permainan pazel, tehnik Tangerine dengan membayangkan ada senter di atas epala sehingga member efek semangat dan terang benderang, membaca dengan menggunakan ketukan,ritme dan irama yang bermakin berlakukanlah “membaca setengah dipaksa” dan yang tak kalah penting gunakan warna.


Waktu terus bergulir padahal masih asyik mengikuti sambil sesekali diselingi senam otak. Akhirnya sesi Tanya jawab tiba, kami saling member kesempatan pada peserta lain untuk bertanya karena selalu ada hadiah bai peserta yang mau bertanya dan member saran. Jelas sekali materi yang disampaikan tepat sasaran tinggal bagaimana, dan sebesar apa kesungguhan dan kemampuan peserta TWC 3 dalam mengaplikasikan materi ini. Yuk biasakan untuk speed reading.


Tinggalkan komentar

Guru Seru April 2013


Salah seorang kontributor Guraru, Ibu Fitta Astriyani memiliki sebuah blog yaitu http://funkreatifittaz.blogspot.com/ dan Pinterest yaitu http://pinterest.com/fitfun2012 yang didalamnya terdapat berbagai cara kreatif dalam mengajar. Sebagai #GuruSeru bulan ini, Ibu Fitta membagi pengalamannya terkait cara-cara mengajar kreatif, khususnya dalam mempelajari bahasa inggris.
Kehidupan Ibu Fitta sebelum menjadi seorang guru adalah faktor yang mendorongnya untuk mengaplikasikan berbagai media untuk mempermudah proses belajar mengajar siswa. Dari pengalamannya bekerja pada bagian divisi kreatif di media itulah yg menjadikan beliau mempelajari bagaimana media dipadukan dengan jiwa kreatif dapat menjadi formula jitu untuk mengembangkan dunia pendidikan.

Terbangun dari keprihatinannya melihat banyaknya anak Indonesia yang terhambat untuk maju karena minimnya kemampuan bahasa inggris, ibu Fitta terdorong untuk menjadi seorang guru. Sejak itu pula beliau aktif mengajar di berbagai institusi seperti Baitusalam Kindergarten dan KIDZLABS English Course. Ibu Fitta percaya bahwa suasana belajar yang nyaman dan cara yang menarik akan memaksimalkan potensi siswa. Karena itu Ibu Fitta menggunakan media sosial sebagai salah satu tools pendukung untuk kegiatan belajar mengajar seperti Blog, Facebook Group, twitter dan Pinterest. Sumber pembelajarannya sendiri tidak melulu berdasarkan text book tetapi bersumber dari LearnEnglish British Council yang menyediakan banyak sumber pembelajaran seperti worksheet, video, animasi flash, dan podcast.

Ibu Fitta mengakui metode unik yang diterapkan olehnya berasal dari berbagai forum. Sebuah forum di Facebook bernama #ELTChat (English Language Teaching) merupakan tempat dimana para guru bahasa inggris dan para ahli bahasa berkumpul. Disini guru bahasa inggris dari seluruh dunia dapat berbagi informasi dan pengalaman terkait pembelajaran bahasa inggris. Tidak hanya dari forum internasional, dari cakupan nasional pun ada sebuah forum bernama Group Academic Arisan yang kurang lebih mirip seperti ELT. Disini para guru berbagai ide-ide brilian yang akhirnya menginspirasi Ibu Fitta untuk lebih kreatif dalam mengajar.

Ibu Fitta mengaku media sosial sangat membantu proses belajar mengajar. Dalam media sosial, pendidik tidak dibatasi oleh waktu dan tempat. Media sosial disebut juga dapat menjadi perekat hubungan antara guru dan murid di mana hal tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat proses belajar mengajar menjadi lebih efektif. Informasi di media sosial dari para guru seperti @gurukreatif dan @guraruID juga diakui ibu Fitta telah memberikan pengetahuan terkait manajemen kelas dan aktivitas yang kreatif, berdasarkan berbagai kasus nyata.

Ibu Fitta mengajak para guru untuk menghadirkan Creative teaching dalam setiap kesempatan belajar mengajar. Karena itu, guru harus berpikiran terbuka kepada perubahan yang terjadi, belajar hal baru dan banyak berdiskusi dengan orang-orang kreatif dari berbagai profesi. Selain itu media sosial perlu dioptimalkan. Dengan begitu, wawasan kita akan lebih luas dan akhirnya menghasilkan pembelajaran yang lebih hidup, kreatif, dan visioner.


Tinggalkan komentar

Ketika Media Sosmed Ramai Dengan Video Mesum Oknum Siswa

 

Pendidik  atau guru  mana yang tidak miris ketika melihat kelakuan amoral anak didik saat ini. Semua dengan mudah bisa diakses, dibagikan dan dikomentari dengan menambahkan hal-hal yang lebih mesum lagi. Rupanya perlahan tapi pasti mental dan akhlak generasi kita sudah diruntuhkan oleh berbagai pihak.

Herannya sipelaku sendiri sudah putus urat malunya sehingga melakukan hal yang buruk pun tidak ada rasa bersalah, malu apalagi menyesal. Sebenarnya ini remaja punya panutan atau tokoh favorit yang bisa diteladani tidak sich? Menghadapi fenomena ini sikap pendiddik atau guru bagaimana khususnya pasti guru BK lah? Lalu perlakuaan orangtuanya sebenarnya seperti apa? / Koq bisa kecolongan seperti ini? Mungkin pertanyaan seperti itulah yang berseliweran di benak para guru, orangtua dan jug pemerhati pendidikan juga sosial.

Padahal tugas guru dan orangtua yang diberi amanah oleh Allah seharusnya tidak teledor. Mereka wajib membimbing anak didiknya  agar selamat dunia akherat. Menjaganya dan memberikan yang terbaik kepada mereka. Maka perlu dibimbing dan dikenalkan hal-yang positif dan terus dipantau tingkah lakunya agar tidak menyimpang.

Masalahnya, sanggupkah para guru orangtua yang merasa super sibuk, yang merasa beban hidupnya sangat berat, dan juga merasa sulit  mengontrol kegiatan anak didiknya di era digital seperti saat ini. Kesibukan anak didik di dunia maya yang cenderung banyak negatifnya memang harus diluruskan. Walau fakta berbicara hal ini  mempertajam kesenjangan antara anak, guru  dan orangtua. Sehingga anak didik bisa melakukan apa yang ingin dilakukan tanpa ada pengawasan dari guru dan orang tua mereka.

Seharusnya anak didik  memiliki pengetahuan yang luas dan bisa menerapkan akhlak mulia. Untuk itu anak didik perlu dijelaskan seperti apakah akhlaq yang buruk itu. Diharapkan dengan pengetahuan itu anak didik  bisa menghindar dari hal tersebut. Sifat yang jelek itu seperti ghibah atau ngerumpi, yakni membicarakan keburukan-keburukan teman dan orang yangketika  dibicarakan itu tidak ada di hadapannya.

Perbuatan ghibah itu bisa dalam bentuk perkataan, perbuatan, isyarat, ataupun sindiran. Kemudian namimah, yaitu perbuatan seseorang yang menukil perkataan seseorang dan kemudian menyampaikannya kepada orang lain dengan tujuan mengobarkan api permusuhan di antara kedua orang tersebut. Akhlaq tercela lainnya seperti riya’, hasad, ucapan keji, sombong, penyindir, pemalas, marah, kikir, bohong, tamak.

Sedangkan mereka yang berakhlaq baik biasanya hatinya akan dicondongkan kepada ajaran agama. Mudah bagi mereka menerima nasihat, dan selalu melakukan evaluasi diri. Anak-anak yang tumbuh di tengah keluarga yang istiqamah mengerjakan perintah Allah SWT dan menghindari larangan-Nya insya Allah akan selalu dituntun-Nya dalam pendidikan dan kasih sayang-Nya.

Dari kasus video mesum anak remaja itu sebaiknya guru dan orangtua bisa mengambil pelajaran dan harus ekstra ketat dalam mengawasi buah hati dan anak didik mereka. Lingkungan yang kondusif, merasa diaargai dan dipenuhi kebutuhan lahir batinnya. Insyaallah anak didik tidak lari ke hal yang neko-neko. Mereka bisa memposisikan diri sebagai anak didik yang memiliki tanggungjawab dan punya impian besar untuk menjadi orang yang sukses dunia dan akherat.

Yuk guruers mendekat dan merapat pada anak didik kita sehingga kita tahu persis bahwa mereka dalam koridor yang aman untuk mencapai pemahaman dan pengembangan dirinya.


Tinggalkan komentar

Biodata Saya

Salam. Perkenalkan saya seorang guru di SMK Tunas Pembangunan 2 Surakarta Jawa Tengah. Orangtua saya memberi nama Sri Sugiastuti berharap menjadi seorang dewi yang dilimpahi keselamatan dan keberkahan dalam hidup. Masa kecil saya sangat bahagia karena berada di Jakarta dengan lingkungan dan budaya betawi yang sangat kental. Masa sekolah saya dari mulai SD sampai SMA di Jakarta. Ambil S1 Pendidikan Bahasa Inggris th 1984 di UNS Surakarta, dan Tahun 2008 kuliah lagi di UMS Surakarta jurusan Pengkajian Bahasa Inggris.

Saya sempat mengajar di SMEA 3 Jakarta (SMKN 6 ) tahun 1985-1988 dan juga mengajar di Yayasan Menengah 17 Agustus 1945 di bawah pimpinan Bapak A.P Batubara. Sejak tahun 1990 saya hijrah ke Surakarta hingga saat ini.

Dalam berjuang dan belajar menulis saya pernah mengikuti Kursus jurnalistik yang di Interstudi jakrta tahun 1986. mengikuti Pelatihan di Lembaga Pelatihan Jurnalistik Solopos tahun 2011, mengikuti seminar ” Guru Plus adalah Guru yang Menulis tahun 2012. Dan yang baru-baru ini Teacher Writing Camp 3 tahnu 2013 yang diselenggarakan IGI dan Guraru di Wisma UNJ.
Kegiatan saya selain mengajar adalah belajar menulis dengan niat berdakwah melalui tulisan. Banyak tulisan saya yang saya posting di Kompasiana sebagai media pembelajaran saya, termasuk juga menulis artikel di majalah MTA, Solopos dan bulletin sekolah.
Buku yang sudah saya buat. “SPM Bahasa Inggris SMK” yang diterbitkan Erlangga, “ Seni Mendidik Anak Sesuai Tuntunan Islam” diterbitkan oleh Mitra Wacana Jakarta. 2 Novel Hidayah yaitu “ Kugelar Sajadah Cinta” dan “ Deburan Ombak Waktu” diterbitkan Indie.
Saya juga aktif di majlis ta’lim yang ada di Soloraya yang dikelola oleh istri dokter special yang ada di Soloraya. Selain itu saya juga ketua pengurus TPQ Masjid Al Fath yang sudah berjalan hampir berjalan 8 tahun. Memberi kegiatan ekskur “ Ayo Menulis”.
Belajar di media social dan berbagi ilmu merupakan passion saya dan berharap menjadi orang yang bermanfaat dan dimudahkan dalam menggapai ridha Allah. Motto hidup saya “ Hidup adalah berjuang untuk taat pada hukum Allah”
Keberadaan saya di dunia maya bisa dilihat di :

http://astutianamudjono.blogspot.com
http://guraru.org/anggota/astutiana/profile/edit/group
http://www.facebook.com/astutiana.sugiastuti
http://www.kompasiana.com/srisugiastuti
https://twitter.com/AstutianaM
https://astutianamudjono.wordpress.com/

Bila ingin mengenal saya dan berbagi tentang pendidikan, menulis, dan motivasi nomer kontak saya +6285728304241.


Tinggalkan komentar

Jadikan Hidup Punya Makna Yuk…!!!

Salam motivasi. Luar biasa pagi ini kita masih bisa berbagi disini. Mengikuti acara chanel TV di pagi hari yang diisi oleh santapan ruhani, kali ini saya juga ingin berbagi untuk diamalkan terutama yang meyakini Islam sebagai agamanya. Dan ini merupakan bagian dari dakwah yang hukumnya fardu ain.

Saya hanya ingin berbagi ilmu atau renungan yang menjadikan hidup kita penuh makna sesuai dengan hakekatnya di jum’at ceria pagi ini.

“Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia selain untuk beribadah kepada-Ku” (QS adz-Dzariyat[51]:56)
Agar hidup kita punya makna sebaiknya kita dapat meraih 4 nilai dalam kehidupan ini. Keempat nilai tersebut adalah;

1. Nilai ruhiyah yang dapat kita peroleh dengan menjalankan ibadah-ibadah mahdhah kepad Allah SWT. Shalat wajib tak pernah dilupakan, shalat sunnah, dhuha, tahajud,istikharah dan lainnya diupayakan, dakwah tidak dilalaikan, demikian juga dengan kewajiban lainnya.

2. Nilai Khuluqiyah. Bagaimana meraih nilai yang ini? Yaitu dengan mendarah-dagingkan akhlak mulia di dalam dirinya. Senantiasa berkasih sayang kepada sesame muslim, hormat kepada yang lebih tua, menengok orang sakit, hormat kepada guru, dan membantu orang yang lemah, seluruh akhak mulia sesuai ajaran Islam dilakukan.

3. Nilai Insaniyah. Artinya peduli kepada sesame manusia tanpa memandang, suku, ras, ataupun agamanya. Ini dilakukan dengan melaksananakan seluruh hokum-hukum Allah SWT yang berkaitan dengan manusia secara umum. Misalnya ketika ada kecelakaan di jalan raya. Tanpa perlu bertanya kita segera menolong, ketika jadi penguasa harus bisa menerapkan hokum Allah secara benar. Ketika datang ke kamp pengungsian harus mau membantu tanpa memandang siapa mereka.

4. Nilai Madiah atau materil. Kita berhak mendapatkan nilai ini sesuai dengan tuntunan Islam. Misalnya; Sebagai seorang pedagang ia berupaya mendapat untuk dengan cara yang benar. Sesuai dengan ajaran Islam. Sebagai pegawai ia paham mana yang hak dan mana yang bathil, apapun pekerjaannya, ia selalu taat dan paham mana yang halal dan haram. Begitu juga ketika membangun rumah. Ia berusaha membuat rumah yang kokoh yang bisa melindungi keluarganya dan juga kesehatannya terjaga.

Mungkinkah kita mendapatkan keempat nilai tersebut dalam hidup kita? Semua tergantung dari sejauh mana usaha kita memaknai hidup ini. Karena semua itu baru bisa tercapai dengan melakukan seluruh hukum Islam. Artinya seseorang yang betul-betul tunduk, taat dan patuh pada hokum Islam. Tidak ada acara pilih-pilih ayat, tidak ada alasan-alasan yang hanya menguntungkan diri sendiri. Tidak menunda apa yang sudah jadi hukum Allah. Jadikan hidup ini untuk ibadah maka hidup ini akan bermakna.

Bagaimana menurut anda?