Sri Sugiastuti gurujalanjalan

Berjuang Menggapai Ridho ALLAH di Dunia & Akhirat

Dari Penulis ke Motivator, Hayo Siapa yang mau ???

Tinggalkan komentar

Hasil Belajar di TWC 3 Wisma UNJ 28-29 Des 2013

Apa kabar guraruers? Alhamdulillah semoga guraruers dalam keadaan damai, kreatif, produktif dan selalu mencari hakekat kebenaran. Itu yang menjadi harapan kita semua. Amin YRA. Semoga guraruers mengawali tahun 2014 dengan hati yang bersih, sehat lahir batin dan selalu semangat untuk mengadakan perubahan walau sekecil apapun dalam menuju kebaikan. Seperti janji saya pada diri sendiri untuk bisa menuangkan kembali apa yang saya peroleh di TWC 3, maka sesi ke 2 di hari ke 2 TWC 3, akan saya kupas tuntas ala pikiran dan daya tanggap saya. Sila bila pembaca punya masukan atau pertanyaan yang kritis mari kita diskusikan bersama sehingga membawa kemanfaatan bersama.

Panitia memang royal euy dalam mendatangkan pembicara. Peserta dibuat senang dan bahagia karena bisa mendapatkan materi yang sama dari sudut pandang dua orang pembicara. Mengapa saya katakan demikian? Karena pada sesi ini yang menyampaikan 2 orang pembicara yaitu Bapak Alpiyanto dan Bapak Thamrin Sonata. Durasi waktu yang Cuma 2 jam jelas sangat singkat apalagi dilengkapi dengan sesi Tanya jawab. Saya mencoba merangkum apa yang saya dapat dari sesi ini.

Moderator secara singkat memperkenalkan dua pembicara dan peserta juga lebih jelas lagi bisa melihat profilnya dari tayangan slide yang membantu proses transfer ilmu dan sharing di acara TWC ini. Pak Alpiyanto yang berpostur bak seorang peragawan, tenang, santun dan terasa sekali kehangatannya ketika menyapa kami. Begitu slide dan pencerahannya dipaparkan semakin paham, ternyata beliau guru yang hebat dan layak dihadirkn panitia di ajang TWC 3 karena. Pak Alpiyanto bukan sekedar trainer dan motivator tapi beliau memang penulis banyak buku yang berhubungan dengan “ Hati”

Dalam kesempatan ini Pak Alpiyanto membagikan ilmunya yang katanya “ Rahasia” tapi koq dibagikan? Ya itulah salah satu contoh judul buku atau kalimat yang bombastis dan “eyes catching” yang mewakili dari keseluruhan isi buku itu. Karena Pak Alpiyanto adalah tokoh yang selalu menerbitkan buku melalui indie ( jadi dalam slidenya penuh dengan buku-buk karyanya dan juga bukti fisik berupa foto ketika buku itu dijadikan alat pelatihan atau seminar) wow sungguh luar biasa.

Pembawaan Pak Alpi yang tenang ketika membuka sesi ini memancing peserta TWC 3 dengan pertanyaan yang menggelitik menggunakan method “Samudra Hati” jujur saya baru tahu istilah ini di TWC 3 dan dari slide cove buku Pak Alpi. Ilmu yang Pak Alpi bagikan sungguh luar biasa.

Ini intinya;
1. Menulislah dengan gaya yang unik tapi dibutuhkan masyarakat. Yang seperti apa ya? Yaitu yang tulisan yang member solusi, sekaligus langkah-langkah dalam menyelesaikan masalah. Tulisan yang memberi inspirasi berupa kisah nyata, dan testimony orang-orang yang unik dan sukses. Tulisan yang member motivasi dan penuh dengan kata-kata bijak. Banyak kata-kata mutiara yang bisa dijadikan ide tulisan yang baik.
2. Bila sudah menulis lalu mau diterbitkan dimana? Ngga usah bingung kata Pak Alpi. Terbitkan saja sendiri. Atu bisa juga bergabung dengan teman. Melalui lembaga juga bisa, melalui penerbit yang bisa membantu proses ISBN nya juga bisa.
3. Menulis sudah, diterbitkan sudah maka bagaimana memasarkannya? Mau tahu kan! Kata Pak Alpi, Pakai saja wadah institusi ada PGRI, gunakan untuk seminar dan pelatihan. EO (event Organizer) bisa juga sebagai jalan memasarkan buku yang sudah diterbitkan. Atau cara lain yang bisa diusahakan adalah dengan bekerjasama dengan teman. Dan menggunakan system bagi hasil.

Dalam pesan pamungkasnya Pak Alpi mengatakan bahwa yang terpenting adalah tindakan yang harus diperhatikan adalah mengikuti pelatihan lalu kembangkan dengan gaya pikiran sendiri. Pelajari buku-buku best seller yang akan memperluas wawasan yang akan melahirkan pemikiran baru. Setelah itu gandeng penerbit atau terbitkan sendiri dan yang tak kalah penting adalah membangun jaringan atau komunitas dalam memasarkan buku tersebut dan focus lah dalam semua kegiatan yang positif.

Dari menulis banyak buku, belajar dan mengadakan pelatihan maka Pak Alpi yang katanya dulu gagap, apatis, dan tidak PD berkat menulis dengan menggunakan samudera hatinya, beliau menjadi seorang motivator menulis kekerapa kota di Indonesia.

Penulis: astutianamudjono

I am a teacher, motivator, blogger who try sharing and growing together.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s