Sri Sugiastuti gurujalanjalan

Berjuang Menggapai Ridho ALLAH di Dunia & Akhirat

Siapa Bilang Otak Anda Lemot ??? Itu Cuma Tersumbat . (Speed Reading & Memory Managenent by Sutanto Windura

Tinggalkan komentar


Salam Guraru. Hari gini belum familiar dengan buku Tony Buzan? “Terlalu” kata Oma Irama. Loh apa hubungannya Tony Buzan, Oma Irama dan TWC 3 di sesi pertama hari ke dua ini ? Oh jelas ada mau tahu alasannya? Yuk Kita simak tulisan ini. Kalau ada yang kurang silahkan ditambahkan di komentar ya. Karena di Guraru kita belajar bareng untuk maju bersama dan berproses memberikan yang terbaik kepada anak didik kita, yang kuncinya ada pada diri kita masing-masing ( Bukan Sotoy lho ya )


Sebelum melanjutkan tulisan ini, kasih apresiasi dulu ah sama Omjay dan guraru di TWC 3 ini. Beliau sudah mendatangkan seorang pembicara klas dunia yang berhubungan dengan motivasi diri mind mapping dengan brand keren yaitu Bapak Sutanto Winduro seorang ThinkBuzan Licensed Instructor. Sedang materi yang akan diberikan adalah “ Speed Reading dan Memory Management” Peserta TWC 3 benar-benar diberi materi dan pembicara yang hebat agr bisa mengugah hati dan bangkit menjadi penulis yang hebat yang bermanfaat bagi dirinya dan orang lain.


Pembicara yang satu ini sudah berada di ruangan sebelum kursi peserta TWC 3 penuh. Itu menandakan bahwa beliau datang lebih awal dari pesertanya. Setelah moderator memperkenalkan dirinya. Ketahuan deh siapa beliau sebenarnya. Begitu banyak karyanya dan betapa belaiunya sudah mendunia. Beliau langsung meminta kami untuk senam otak agar kerja otak kanan, dan otak kiri kita seimbang. Meyakinkan peserta bahwa semua orang terlahir jenius. Sayangnya untuk menjadi jenius ada hambatannya. Nah itulah sebabnya kita diminta untuk bisa membedah semua itu dan focus pada pembelajaran berbasis otak. Itulah tugas guru.


Semangat yang diberikan pembicara sungguh luar biasa. Ia mengekspos cerita atau fenomena yang ada. Mengapa orang bosan membaca dan mengapa orang betah berlama-lama ngegames atau nonton film.
Semua dikarenakan belum mengunakan cara belajar berbasis otak. Sehingga sering mengalami mind block. Dan ini sangat menghambat, sehingga perlu dikembalikan bahwa guru adalah penulis jenius, sehingga bisa membuat siswanya belajar. Bagimana guru dan siswanya bisa mengembalikan kejeniusannya ang belum terbiasa, dan mengkondisikan otak agar bisa memperoleh solution finder.


Sang pembicara menekankan bagaimana harus membuat revolusi belajar dengan cara memperbarui menejemen otak. Diharuskan punya mind mapping dalam hidup. Gunakakn kata kunci What to learn plus How to learn. Hasilnya akan maksimal dan menakjubkan. Semua tahu bahwa saat ini yang namanya informasi sudah overload. Mbah google dengan baik hati akan member informasi yang sedetail detailnya tidak pakai bohong tinggal bagaimana kita memanfaatkannya. Ini bagian dari what to learn.


Sedangkan bagian dari How to learn bagaimana menggunakan otak secara optimal sesuai dengan kodrat manusia yang unik dan diberi akal oleh Allah. Sehingga sebagai guru kita perlu memiliki cara berpikir yang kreatif yaitu sebagai pembelajar seumur hidup. Alasannya agar sel otaknya tidak mati. Sedangkan lebih dalam lagi otak bisa dirangsang dengan How to think.


Dalam berpikir kreatif otak dipaksa agar bisa berpikir kreatif, berpikir kritis, berpikir sebab akibat, berpikir membandingkan, berpikir menyimpulkan dan berpikir analisis. Sarananya bisa berupa speed reading, kemudian mengolah data ari mind mapping dan berlanjut mempunyai memori champion. Dan berikan solution finder.
Sedangkan alatnya yang digunakan untuk How to think adalah dengan tahapan atau menggunakan Memori Champion, Mind map, speed reading, dan tehnik bertanya” Socratic Questioning Tecnique yaitu pertanyaaan yang membuat penanya dan yang ditanya itu pandai.


Pak Sutanto juga memberi informasi bahwa Kur 2013 .adalah Kurikulum yang berbasis pikiran, dan mengajarkan cara berpikir. Contohnya mengajarkan kasus banjir ditinjau dari berbagai sudut pandang. Ini sangat menarik dan lebih mengena sasaran, apalagi bila mengajarkannya menggunakan tehnik belajar mind mapping.
Ada hal penting yang harus kita buang dari kebiasaan buruk yang sering kita lakukan ketika membaca antara lain; membaca di eja, menggerakkan kepada, ditunjuk dengan jari , membalik halaman secara perlahan, sering Back skipping (mengulang bacaan). Berhenti ketika ada hal yang tidak dimengerti. Maka tinggalkan kebiasaan buruk itu gantilah dengan cara speed reading dan tehnik fiksasi dengan benar. Bisa juga menggunakan tehnik grouping sekali baca sekali tembak dan mengelompokkannya. Bukan per kata. Berlatihnya dengan membaca Koran dari kolom, perkolom. Optimalkan jarak pandang membaca kita dengan Peripheral vision dan cara berlatihnya dengan finger pointing execise. Atur irama ketika membaca sehingga bisa lebih berkonsentrasi. Perlu dipenggal ketika membaca sehingga otak kiri dan otak kanan balance. Sadarilah bahwa membaca perlu dipaksa dan pasang target. Tentukan ambak membaca, manfaatnya apa dan gunakan warna , karena mata didesigan menyukai warna –warni, warna punya emosi , dan dapat mengklasifikasi. Dengan kemampuan speed reading bisa menghemat waktu ketika bedah buku.


Hups rasanya begitu banyak materi yang ingin disampaikan, dan semuanya menarik, perlu konsentrasi mencernanya. Bagaiman supaya bisa mengoptimalakn kerja otak kanan dan otak kiri. Dan akhirnya sampai juga pada How to memory yang sangat penting diajarkan dan praktekkan pada diri sendiri dan anak didik. How to memory dianjurkan dengan tehnik Asosiasi, dan imajinasi, karena semakin kuat asosiasi semakin baik untuk menulis.


Pak Sutanto bukan hanya “Omdo” tapi langsung membuktikan dan berani dites dalam hal menghafal. Kami diminta menuliskan 20 kata yang akan dibaca dan dihafal dalam hitungan menit. Kami dibuat kagum dan mengira kalau ada unsur magicnya. Oh ternyata tidak. Karena kami pun diberi tahu bocorannya dan mempraktekkan bersama menghafal dalam waktu singkat. Ternyata tehnik asosiasi sangat membantu dalam menghafal cepat.


Dalam waktu yang sangat singkat Pak Sutanto ingin membagi ilmunya tentang tips dan strategi berkonsentrasi membaca dengan berbagai kiatnya dari mulai, Big picture first lewat permainan pazel, tehnik Tangerine dengan membayangkan ada senter di atas epala sehingga member efek semangat dan terang benderang, membaca dengan menggunakan ketukan,ritme dan irama yang bermakin berlakukanlah “membaca setengah dipaksa” dan yang tak kalah penting gunakan warna.


Waktu terus bergulir padahal masih asyik mengikuti sambil sesekali diselingi senam otak. Akhirnya sesi Tanya jawab tiba, kami saling member kesempatan pada peserta lain untuk bertanya karena selalu ada hadiah bai peserta yang mau bertanya dan member saran. Jelas sekali materi yang disampaikan tepat sasaran tinggal bagaimana, dan sebesar apa kesungguhan dan kemampuan peserta TWC 3 dalam mengaplikasikan materi ini. Yuk biasakan untuk speed reading.

Penulis: astutianamudjono

I am a teacher, motivator, blogger who try sharing and growing together.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s