Sri Sugiastuti gurujalanjalan

Berjuang Menggapai Ridho ALLAH di Dunia & Akhirat

Menjadi Pribadi Yang Mulia Dengan Kritik

Tinggalkan komentar

Salam, Guraru yang dimuliakan Allah. Saya sedang ingin menulis yang adem dan ngga memaju adrenalien bekerja keras. Yuk cooling down sejenak. Semoga menginspirasi dan memotivasi gurarues agar menjadi pribadi yang mulia dengan kritik.

Menyimak di guraru beberapa hari ini, jadi terinspirasi untuk menulis tentang norma yang seharusnya kita miliki dalam pergaulan agar tidak kebablasan dalam bertindak, ada norma yang mengikat ketika bertutur kata baik lisan maupun tulisan. Rasanya kita sebagai orang timur bagaimanapun keadaannya menjaga kesopanan dalam pergaulan sangat penting.

Sebagai manusia tidak bisa dipungkiri merupakan tempat salah dan lupa. Untuk itu kita perlu sahabat dan teman,atau orang lain sebagai “alarm” yang akan mengingatkan kita ketika ada yang melenceng dari diri kita, juga menuntun kita kembali ke jalan yang benar. Atau segera sadar bahwa kita baru saja membuat kesalahan.

Lalu upaya apa yang bisa kita lakukan? Salah satunya adalah mendengarkan saran atau kritik yang disampaikan orang lain tentang diri kita. Namun hal ini tidak mudah. Mendengarkan kritik pedas saja tidak nyaman,apalagi melakukan perbaikan dan menjalankan saran yang diberikan. Karena kita kadang salah menilai sebuah kritik. Kita mengganggap kritik sebagai suatu penghinaan atau suatu pelecehan, yang bisa menurunkan nama baik kita.

Agar kita bisa memaknai suatu kritik dengan lapang dada maka ada beberapa trik yang bisa kita lakukan. Sehingga kritik itu bisa jadi sarana yang ampuh untuk membangun kualitas kemuliaan kita sebagai pribadi yang mulia.

• Harus ditanamkan dalam hati bahwa kritik dan saran itu penting. Sehingga kita selalu menunggu kapan ya kita dikritik dan diberi saran untuk meningkatkan kualitas pribadi diri kita.
• Belajarlah dari orang lain. Dianjurkan untuk bertanya dan mencari tahu dan ilmu. Kita memerlukan orang yang jujur untuk saling mengoreksi kekurangan diri masing-masing
• Nikmati kritik dan syukurilah. Ingat tidak semua kritik dan saran sesuai dengan yang kita inginkan. Sebenarnya tidak ada yang rugi ketika dikriti atau dikoreksi. Usahakan tidak berkomentar atau membantahnya. Kecuali ucapan terima kasih yang tulus kepada sang pengeritik karena sudah memberi saran.
• Evaluasi dan perbaiki diri. Jujur pada diri sendiri ketika menerima kritik , jangan sibuk menyalahkan pengeritik dan mencari kambing hitam dengan menyalahkan orang lain.
• Buat program perbaikan. Cari kelemahan diri dan perbaiki diri. Agar tidak arogan, lebih hati hati dan bijaksana dalam bertindak.
• Jangan lupa untuk mengucapkan terima kasih kepada orang yang sudah memberi saran dan kritik pada kita minimal info bahwa sarannya sangat bagus dan bisa diterima dengan baik.
• Dan berdoalah “ Yaa Allah Engkaulah yang telah membaguskan kejadianku,maka baguskanlah oleh Engkau perangaiku” yaa doa yang kita baca ketika menghadapkan wajah kita ke cermin.

Seperti rindunya kita pada cermin supaya penampilan kita bagus. Maka jadikan saran dan kritik sebagai sarana untuk memperbagus diri kita. Jangan membenci orang yang mengeritik kita. Boleh jadi itu sebagai tanda kasih sayangnya pada kita. Ia tidak ingin orang yang dikasihinya tersesat di jalan.

Nah,gimana guraru maukan menjadi pribadi yang mulia dengan kritik.

Penulis: astutianamudjono

I am a teacher, motivator, blogger who try sharing and growing together.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s