Sri Sugiastuti gurujalanjalan

Berjuang Menggapai Ridho ALLAH di Dunia & Akhirat

Istiqomah Dalam Berdoa Menuju Akhlak Mulia.

11 Komentar

Doa adalah suatu kekuatan yang luar biasa. Doa merupakan suatu ritual yang biasa dilakukan oleh orang yang mengaku beragama, dan memiliki Tuhan. Banyak harapan, keinginan, cita, permohonan dituangkan dalam bentuk doa. Mengingat pentingnya berdoa maka doa harus dijadikan gaya hidup bagi anak dan orangtua. Doa bukan lagi menjadi kewajiban tapi lebih kepada kebutuhan.

Selain berdoa, orangtua sudah harus menanamkan sekaligus mengajarkan anaknya bagaimana beribadah dengan baik. Bagaimana agar anak taat pada Allah, bagaimana anak menjalani kehidupan yang seimbang, ibadahnya kenceng, belajarnya tangguh, dan akhlaknya mulia. Sejak usia dini anak harus diajari sholat, membaca Al-Qur’an dan prilaku Islam lainnya yang membuatnya benar-benar siap menggapai sukses dunia akhirat. Ini beberapa hadis untuk membentuk anak sholeh dan sholeha.
Orangtua wajib mengajarkan adab yang baik. Kebaikan yang pertama kali yang harus dipelajari adalah tentang pelaksanaan sholat wajib. Berdasarkan sabda Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam “Perintahkanlah anak-anakmu shalat ketika mereka berumur 7 tahun, dan pukullah mereka jika berumur 10 tahun. Dan pisahkanlah mereka di tempat tidur” ( Hadits shahih dikeluarkan Abu Daud, Tirmidzi, Ad-Darimi, Ahmad, Ibnu Abu Syaibah, Ibnu Khuzaimah, Thahawy)

Tanamkan pada jiwa anak untuk cinta Allah dan Rasul-Nya dan hendaklah pula ditanamkan sifat dan sikap untuk mengutamakan Allah dan Rasul-Nya daripada yang selainNya.Berdasarkan sabda Rasulullah Shallahu’alaihi wasallam “Tidak sempurna iman seseorang diantara kalian hingga aku lebih dicintai dari orang tuanya, anaknya dan seluruh manusia”. (Hadits Shahih dikeluarkan Bukhari, Muslim, Abu’Awanah, Nasa’i, Ibnu Majah)

Ajari anak membaca Al-Qur’an dengan tajwid yang benar.. Menjadikan anak hafal Al-Qur’an serta mengajarkan Al-Qur’an kepada mereka. Terdapat keutamaan yang banyak dan tak terhitung. Berdasarkan sabda Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam “ Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari al-Qur’an dan mengajarkannya”(Hadits Shahih dikeluarkan Bukhari, Abu Daud, Nasa’i) Dan dalam sabda Beliau yang lain: “Barangsiapa membaca 1 huruf dari kitabullah maka ia mendapatkan satu kebaikan. Dan satu kebaikan itu akan dilipatkan menjadi 10 kali lipat. Aku tidak mengatakan Alif Lam Mim itu satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf”. (Hadits Shahih dikeluarkan tirmidzi, Darimi, Abu Nu’aim)

Hendaknya anak dijadikan cinta kepada As sunnah yang shoheh. Dan hendaknya sunnah tersebut dihiaskan pada diri anak sehingga sunnah tersebut meresap ke dalam hatinya. Berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam “Barangsiapa yang diberi umur panjang diantara kalian, maka ia akan melihat perpecahan yang banyak. Maka hendaklah kalian berpegang pada sunnahku dan Khulafa’ur rasyidun yang mendapat petunjuk. Gigitlah sunnah tersebut dengan gigi gerahammu”. (Hadits Shahih dikeluarkan Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah, Ad-Darimi,Ahmad, Ibnu Hibban)

Jauhkan anak dari segala perkara yang mengantarkan kepada bid’ah.Tidak akan berkumpul sunnah dan bid’ah di hati seorang mukmin selamanya! Dan tidak ada yang dinamakan bid’ah hasanah (bid’ah yang baik). Sabda Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam dalam sebuah hadits shahih yang merupakan potongan dari khutbatul hajah yang masyhur:“Setiap perkara baru dalam agama adalah bid’ah, dan setiap bid’ah adalah sesat, dan setiap kesesatan di neraka”.

Ajari anak tentang sabar dan tidak putus asa ketika sedang mencari ilmu terlebih ilmu-ilmu syar’i. Karena sesungguhnya itu merupakan ilmu yang mulia. Berdasarkan hadits Zirr bin Hubaisy, ia berkata:
“Aku mendatangi Shofwan bin ‘Assal al-Murady, maka ia berkata: Apa yang mendorongmu dating kemari? Aku menjawab: Karena untuk mencari ilmu. Ia berkata:” Sesungguhnya para malaikat meletakkan sayap-sayapnya kepada pencari ilmu syar’i karena ridha atas apa yang sedang ia cari”.

Berlaku adil kepada setiap anak. Hal ini merupakan kewajiban bagi orang tua. Sedangkan membeda-bedakan sesama mereka merupakan keberanian melawan batas-batas (hukum-hukum) Allah dan pelanggaran kehormatan dienNya.Bersabda Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam , “Berlaku adillah diantara anak-anakmu. Berlaku adillah terhadap anak-anakmu. Berlaku adillah terhadap anak-anakmu”.
Berpedoman hadis tersebut orangtua semakin mantap mengajarkan anak agar terus berdoa. Yang sudah remaja, sudah saatnya diwajibkan apa yang harus ditunikan layaknya orang muslim.

Sedangkan untuk mengajarinya berdoa sebaiknya diambilkan dari doa-doa yang biasa digunakan Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam atau pun doa-doa nabi yang lain yang tertera di dalam Al-Qur’an dengan cara yang amat sederhana. Orangtua mengenalkan Al-Qur’an atau ketika anak menghadapi masalah atau mau ujian, anak sudah seharusnya paham ayat yang berkaitan dengan masalah yang dihadapi anak.
Biarkan anak paham bagaimana Allah lewat Al-Qur’an menjawab apa yang belum diketahui anak, atau doa apa yang cocok untuk dipanjatkan ketika anak ingin sukses, atau sedang galau, kehilangan benda yang disayangi, dan ketika terserang penyakit malas. Insyaallah anak terbuka hatinya dan mengerti apa yang harus diperbuat.

Ketika anak menyesal karena harapannya tak seindah yang dibayangkan, atau keadaan fisiknya yang tidak secantik, atau setampan temannya. Maka yakinkan pada anak bahwa karunia Allah itu sangat luas dan tak terbatas. Anak harus bersyukur dan Al-Qur’an akan menjawab. “ Katakanlah, Dialah yang menciptakan kamu dan menjadikan bagimu pendengaran, penglihatan, dan hati, (tetapi) amat sedikit, kamu yang bersyukur.” (QS Al-Mulk:23) Begitu juga di dalam ayat ini, “…Hendaklah engkau bersyukur kepada-ku , dan kepada kedua orangtuamu. Hanya kepada-Ku lah tempat kembali.” ( QS Luqman:14) betapa dahsyatnya mengucapkan kata syukur “ Alhamdulillah” yang artinya segala puji hanya tertuju keada Allah SWT. Diucapkan dari hati dan ditunjukkan lewat berbuatan. Cara kita bersyukur dengan perbuatan sedekah, dan berbuat baik kepada orangtua dan sesama akan mencegah kita bersikap kufur dan berkeluh kesah.

Anak yang mempunyai sifat penakut sebaiknya dikenalkan pada ayat Allah yang menerangkan bahwa untuk menghalau rasa takut pada setan anak harus berdoa mohon perlindungan pada Allah, karena orang yang beriman hanya berserah diri pada Allah , Sedang Al-Qur’an menjawab ketakuatan itu.” Sesungguhnya setan itu tidak ada kekuasaannya atas orang-orang beriman, dan atas orang-orang yang bertawakal kepada Tuhannya.” ( QS An-Nahl:99)

Agar anak tidak bersifat serakah dan tamak, dilarang mengambil yang bukan miliknya, karena sifat serakah tamak dan sombong adalah sifat setan. Maka kita wajib berdoa agar terlindung dari godaan setan. Inilah Al Qur’an menjawab,” Ya Tuhanku aku berlindung kepada-mu dari bisikan-bisikan setan.” (Was-was setan selamanya membawa manusia kepada kebatilan, kebinasaan, dan menghalang-halangi kebenaran) (QS Al-Mu’minuun:97)

Anak harus diajarkan bagaimana berbuat baik kepada orangtua, teman, guru dan sesamanya. Jangan biarkan anak hatinya kotor karena merasa hebat, dan apa yang dimilikinya itu datang tiba-tiba. Keraguan anak akan maslah ini bisa dijawab oleh Al-Qur’an, “Hai sekalian manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang permpuan, dan Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya semulia-mulia kamu di sisi Allah ialah yang lebih takwa di antara kamu, Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Teliti” ( QS Al-Hujaraat:13)

Ketika anak malas sholat dan banyak alasan bila diajak sholat, orangtua jangan segan-segan menasehatinya bahwa ia akan dilaknat Allah karena Sholat adalah rukun Islam yang harus dikerjakan dan Al-Qur’an pun sudah menjawab tentang pentingnya sholat. Jadi tidak ada alasan lagi bagi anak untuk meninggalkan sholat. “Sesungguhnya shalat itu kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang mukmin.” ( QS An-Nisa:103) dan juga di ayat; “ Dan ingatlah nama Tuhanmu pada waktu pagi dan petang. Dan pada sebagian malam bersujudlah (shalat) kepada-Nya, dan bertasbihlah pada malam yang panjang kepada-Nya.” (QS Al-Insaan:25-26)

Agar anak tidak malas belajar orangtua bisa memberi solusi dengan jawaban yang ada dalam Al-Qur’an, “ Bacalah dengan nama Tuhanmu yang telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajari (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajari manusia apa yang belum diketahuinya.” ( QS Al-‘Alaq:1-5). Kalam adalah sarana tulisan dan bacaan sebagai kunci ilmu dan pengetahuan agama. Katakan pada anak bahwa belajar itu ibadah. Islam tidak mengajarkan kita untuk hidup bermalas-malasan. Semakin belajar semakin bertambah wawasan kita. Kita diwajibkan bekerja keras, sebagaimana yang tertulis dalam Al-Qur’an, “ Sesungguhnya pada siang hari engkau mempunyai urusan yang banyak.” ( QS Al_Muzzammil:7)

Kesimpulannya semakin konsisten orangtua menanamkan kekuatan doa dan terus mengajarkan anak tentang pentingnya Al-Qur’an, mengkajinya dengan benar, beribadah yang baik, mengajarkan bahwa keselarasan antara ilmu dunia dan akhirat harus imbang, dan yakinilah bahwa Allah bersama orang-orang tawakal. Insyaallah anak akan menjalankan apa yang diperintahkan orangtuanya dan ia akan tumbuh menjadi anak yang berakhlak mulia dan sukses dunia akhirat.

Penulis: astutianamudjono

I am a teacher, motivator, blogger who try sharing and growing together.

11 thoughts on “Istiqomah Dalam Berdoa Menuju Akhlak Mulia.

  1. Wah Luar biasa semangat bunda untuk menulis…

  2. Luar biasa bu Guru. Semoga tambah berkah. Saya pengunjung baru blog ibu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s