Sri Sugiastuti gurujalanjalan

Berjuang Menggapai Ridho ALLAH di Dunia & Akhirat


7 Komentar

BISNIS DAN HARAPANKU BERSAMA MY JNE

 

jne2

aplikasi my jne yang keren

Sumber :GooglePlay

Tak kenal maka tak sayang. Kalimat itu pas banget ya buat saya dan JNE. Koq bisa?  Karena mindset saya tuk JNE pada awalnya terkesan mahal, kurang ramah dan ribet. Mungkin karena gaptek kali ya. Biasa pakai cargo yang ngitungnya manual dengan kisaran yang dihitung 5 kg pertama paketan perkilo berikutnya malah tambah murah. Cuma bingungnya kalau terbebtur di hari libur jadi ribet juga padahal barang yang dikirim adalah barang yang tidak tahan lama batas expirednya mepet banget.

Nah tanggal 22 Agustus 2016 JNE mengadakan GATHERING JNE MEDIA & BLOGGER di The Sunan Solo.  Beruntung banget bisa mengikuti acara tersebut saya jadi melek dan nggeh apa itu JNE dengan bermacam kiprahnya. JNE itu singkatan dari Jalur Nugraha Ekakurir. Tadinya saya kira JNE itu jasa cargonya Malaysia. Parah ya.. Padahal asli milik pribumi yang sudah berkiprah 20 tahun lebih di bidang jasaring  pengiriman barang dan dokumen.

DSCN2949[1]

Gathering Media and Blogger at The Sunan 22/08/2016

Seiring perkembangan industri logistik di Indonesia dan maraknya penjualan online yang menjadikan jarak bukan halangan, maka JNE  sadar banget dan terus mencari trobosan baru agar pertumbuhan ekonomi dan perdagangan di Indonesia bisa berkembang pesat lalu berusaha menggandeng pebisnis yang tergabung dalam Usaha Kecil Menengah (UKM).

 

Lalu apa yang dihadirkan JNE dalam menangkap geliat pasar perekonomian dan perdagangan yang luar biasa saat ini di seluruh pelosok NKRI yang sudah melek IT dan akrab dengan gadget. Jawabnya ya My JNE (disini)

My JNE yang berupa aplikasi mobile ini memang jadi wujud nyata untuk mempermudah proses pengiriman barang sekaligus proses penerimaannya. Karena fiturnya lengkap aplikasi ini benar benar praktis dan ekonomis. Ngga ada lagi kata ribet dan melelahkan untuk urusan kirim barang atau singkatnya memperlancar bisnis kita.

jne2

My Jne aplikasi yang memberi rasa aman dan nyaman

Aplikasi My JNE merupakan satu dari tujuh layanan baru yang diluncurkan oleh JNE. Ketujuh layanan ini dinamakan 7 Magnificient yang menitikberatkan pada penggarapan bisnis di ranah digital dan infrastruktur. Selain aplikasi, layanan lainnya adalah JNE-PopBox, @Box Prepaid, Promo JNE Super Speed, JNE International Shipment, Layanan CD Music, dan JNE Trucking Contohnya ketika kita ingin melacak proses pengiriman atau penerimaan barang buka saja fitur Search Air Waybill masukkan barcode resi langsung bisa terlacak deh sehingga kita bisa kasih jawaban pada si penerima atau merasa tenang dan tau persis posisi barang atau dokumen yang akan kita terima atau pun barang yang yang sudah kita kirim.

7M

Keunggulan yang diusung my JNE

Ada lagi nih yang bikin kita hemat waktu ngga usah muter muter cari agen JNE di lokasi yang dekat dengan kita dengan cara membuka fitur JNE Nearby dan mengaktifkan fitur GPS. Keren kan..!

Masih ada lagi fitur yang memanjakan pelanggan JNE namanya fitur my COD (cash on digital) gunanya buat apa sih?  Fitur ini dirancang buat memudahkan pelanggan melakukan pembayaran tiap transaksi langsung melalui aplikasi tersebut, semacam rekening bersama gitu lah. Selain bisa membayar dengan COD ada juga fitur lain yang melengkapinya yaitu fitur My COD Wallet. Penting nih buat pelaku bisnis. Karena sudah punya dana khusus buat biaya ngirim-ngirim barang atau dokumen jadi ngga mengganggu dana yang lain. Kalau sudah menipis bisa diisi lagi. Ngga ribet ya ?

DSCN2961[1]

 

Saya jadi semakin menaruh harapan banyak nih sama My JNE, maklum saya pemain baru dalam jualan online maupun offline tapi sudah memiliki pangsa pasar di berbagai daerah di seluruh Indonesia yaitu kerabat atau saudara dekat yang merantau di sana. Nah saya bagian pemasok berbagai makanan yang sering mereka rindukan ada abon, serundeng, sambel pecel. Sedang untuk pakaian yang paling banyak adalah daster dan sprei batik.

Kalau dulu saya sering menggunakan jasa cargo yang manual sekarang mulai beralih ke My JNE yang praktis dan ekonomis cukup memantaunya lewat  aplikasi yang canggih ini My JNE (disini)

jne

Sumber :http://id.9apps.com/


8 Komentar

Donoloyo Hutan Jati Yang Mempesona

DSCN2747[1]

Selamat datang di hutan Donoloyo nan asri dan eksostis

Buat saya dan mas Hubby silahturahim dan jalan jalan itu penting. Kami menggunakan istilah ngerabuk nyowo untuk bisa menikmati kebersamaan kami yang hampir 30 tahun tepatnya besok tanggal 19 Oktober 2016. Nah karena alasan ini juga kami bisa menikmati keindahan hutan jati Donoloyo. Ini bukan kebetulan tapi izin Allah lah yang mengantarkan kami bisa sampai di hutan jati yang keren dan eksotik.

Kami berangkat dari Solo sudah agak sore menempuh jarak kurang lebih 110 KM. Jalan menuju Slogohimo lumayan mulus tapi penuh dengan tanjakan dan tikungan mesra. Alhamdulillah kami ngga kesasar walau sempat panik antara sudah kelewatan atau belum sampai. Cipika cipiki saya helo, langsung naruh barang cuci kaki cuci tangan dan muka, dengan sedikit basa basi langsunga aja deh ke acara makan malam. Tadi magrib baru sempat berbuka puasa dengan segelas teh anget dan sepotong roti sekedar buat membatalkan puasa sunnah saya.

Menu yang dihidangkan cukup nendang nih, ada oseng kulit melinjo yang dicampur kikil dengan ranjau cabe rawit, plus kulupan /urap daun khas dari gunung yang seger dan telur dadar. Menu ini bikin makan semakin gembul lagi dan lagi. Setelah makan kami masih ngobrol asyik hingga larut sambil merencanakan acara kami besok pagi. Nah yang jadi tujuan kami besok salah satunya ya hutan Donoloyo

Donoloyo 8 Agustus 2016

Selamat datang di hutan Donoloyo nan asri dan eksostis

Keponakan saya dan suaminya berbaik hati mau mengantar kami ngebolang Keberadaan hutan jati Donoloyo ada di Desa Watusono, Slogohimo, Wonogiri, Jawa Tengah, tidak terlalu jauh dari rumah keponakan saya..melewati jalan kampung yang cukup mulus. Kami melewati rumah penduduk yang masih memiliki kebun yang luas. Suasana memperingati hari kemerdekaan sangat terasa aromanya kemeriahan bendera dan umbul umbul memenuhi jalan jalan kampung yang kami lalui. Kami beristirahat sejenak sambil mendengarkan asal muasal hutan ini dan juga kisah mistisnya. Hampir semua pohon jati yang besar besar memiliki nama  seperti berbagai tokoh yang ada. ada jati petruk, jati wedok, jati semar dan berbagai nama lain’

DSCN2755[1]

Selamat datang di hutan Donoloyo nan asri dan eksostis

Konon Donoloyo   menyimpan kisah bersejarah tentang kerajaan Majapahit.Hutan ini  dulunya merupakan pemasok kayu jati untuk kerajaan Majapahit, yang dipimpin  Raja Airlangga.

Koq dikasih nama Donoloyo sih? Tepatnya si Ki Ageng Donoloyo seorang laskar kerajaan Majapahit yang sengaja menanam pohon jati di desa itu untuk persediaan bahan bangunan kerajaan. Setelah Majapahit runtuh, kayu jati dari Donoloyo masih digunakan di era Wali Songo, tepatnya untuk pembangunan Masjid Demak dan Keraton Surakarta.

Kualitas kayu dari hutan Donoloyo khususnya di kawasan Punden memang tak perlu diragukan. Kayu jati di hutan tersebut rata-rata memiliki tinggi 10 meter dengan diameter 1 meter. Tak heran jika bangunan tempo dulu dengan bahan kayu jati asal alas Donoloyo tidak lapuk meski sudah berumur puluhan tahun.

DSCN2768[1]

Di sbelah hutan jati ada hutan pinus yang tertata rapih.

Hutan ini dianggap sakral dan cukup angker. Tidak semua orang bisa membawa pulang atau menebang kayu jati sembarangan di hutan ini. Pernah ada pencuri kayu dari luar kota yang membawa kayu jati dari hutan Donoloyo, ternyata kayu jati tersebut raib alias kembali ke tempat asalnya di Donoloyo.

Ada juga yang mengisahkan bila mengambil kayu tersebut untuk pembangunan masjid di Demak atau di Surakarta, ketika membawanya harus diiringi gamelan lengkap dengan ledek/sinden agar tidak sia-sia.Penduduk setempat dan yang masih percaya akan kesaktian dari Ki Ageng Donoloyo sering mengadakan upacara di pesanggarahan tersebut sambil mengadakan ritual menyembelih kambing. Para penziarah atau pengunjung biasa para pengusaha yang bergerak di bidang perkayuan. Merka sengajaja datang untuk ngalap berkah.

DSCN2773[1]

Bahagianya berada di bawah pohon besar perpaduan pohon jati dan pohon beringin yang ada di pertigaan jalan menuju hutan Donoloyo

Kisah lain yang tak kalah seru konon sebagian penduduk dan penziarah menyakini bahwa Ki Ageng Donoloyo masih hidup. Denagn alasan bahwa mereka tidak menemukan makamnya. atau Ki Ageng Donoloyo menjelma jadi salah satu pohon jati yang dikeramatkan. Itulah sebabnya setiap jelang malam juat kliwon dan jumat pon hutan ini rami dikunjungi penziarah yang punya maksud lain. Meraka berkeyakina bila datang dan berdoa di hutan Donoloyo usaha mereka akan berhasil dan jadi orang sukses.

Biarkan lah mereka mempercayai semua  itu., bagi saya yang terpenting adalah menikmati keindahannya dan takjub dengan ciptaan Allah. Jati merupakan salah satu kekayaan bangsa kita yang harus dilestarikan.

Rasanya ingin berlama lama di hutan itu, tapi mengingat masih ada lagi yang harus kami datangi, setelah puas berfoto ria dan mengamati berbagai bentuk pohon jati yang begitu mempesona, kami lanjut perjalanan ini.