Sri Sugiastuti gurujalanjalan

Berjuang Menggapai Ridho ALLAH di Dunia & Akhirat

My Beloved Son …We Love You

4 Komentar

20150501_055957
My happy Family

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kerinduan seorang ibu pada  anaknya sering datang tiba-tiba. Itu yang saya alami setelah puas memeluknya dalam doa..Allah gerakkan tangan ini membuka album lama yang ada di lepi jadul saya. Biarkan saya menulisnya dalam blog ini ya sebagai bukti bahwa saya begitu mencintainya karena kau amanah berharga yang Allah berikan pada saya.

Mau flash back bentar ya..My son  ini anak mahal dan ujian untuk mendapatkan amanah ini juga luar biasa. Saya harus hamil empat kali, pada hamil yang ke empat ini saya baru dipercaya Allah merawatnya menyayanginya dan menjaganya agar menjadi anak yang saleh. My Bocin lahir pada tanggal 7 Januari 1998 dengan berat badan 4 kg. di bulan ramadhan di saat waktu orang tertidur lelap, ketuban pecah lebih dulu berhamburan di sepanjang jalan menuju rumah sakit. My Son lahir normal tanpa bantuan alat tapi saya sempat berhenti mengejan sejenak.

Untung dokter dan bidan yang membantu proses melahirkan menyemangati saya ayo Bu.. mengejan sekali lagi..akhirnya tertengar juga tangisannya yang keras dan tanda dekok melingkar di kepalanya akibat saya berhenti sejenak ketika mengejan layaknya kepala yang ditarik dengan alat Vacum.

Alhamdulillah di masa kanak kanaknya dia tumbuh sehat, kuat  layaknya anak lelaki pada umumnya. Maafkan Ibu ya Nak.. karena merampas sedikit waktumu Ibu tidak membiarkanmu berada di TK (Taman Kanak Kanak) selama 2 tahun . Cukup setahun saja langsung ibu daftarkan ke SD. Yang berkesan ketika My Son  di TK, dia galak dan suka ngambek . Kasian mbanya yang mengasuh sering jadi sasaran kemarahannya.

Di SD yang paling tidak saya sukai darinya ketika les bahasa Arab.. benar benar menguras kesabaran saya.. guru lesnya sudah  datang dia masih klerar klerer lembe lembe ngga bergairah tuk belajar. Tapi ketika di klas 6 dan di hari kelulusan tanpa les dari luar cukup pihak sekolah yang menggemblengnya dia masuk 10 besar dengan nilai rata-rata hampir 9 ,25. Terima kasih ya Nak

Alhamdulillah saya bisa mengarahkan dia masuk yang klas program khusus full day di MTSN  berharap lebih banyak waktunya untuk belajar dan memiliki bekal yang kuat untuk akheratnya. Lulus dari sana dia masuk MAN IC yang boarding school (lain kali saya tulis ya tentang perjuangannya di MAN IC )

20141224_073803

Me and my Son menuju Kampung Inggris Pare. Rehat sejenak di Cemoro sewu Karanganyar

Sekarang dia ada di STPI dan rela masuk sana karena semangat saya dan izin Allah. Test yang dilalui llumayan panjang dan saya menyiapkan semua itu walau sedikit agak terlambat. Karena dari awal dia kekeh maunya setelah SMA kuliah di perguruan tinggi keren seperti UI, UGM, atau UB jawa Timur.  Saya turuti kemauannya dari mulai seleksi jalur Undangan, SMPTN, dan yang jalur Mandiri. Hayuk ikuti biar ngga penasaran. Yang pada akhirnya tak satu pun ada yang lolos.

20141102_072708

My Beloved Son di seminar sukses masuk PTN di wisma Mulia Serpong

Dalam proses diterimanya dia di STPI berasa banget ngototnya dan perjuangan seorang ibu.  Saya yang googling banyak hal tentang STPI termasuk rangkaian test yang harus diikuti apa saja, cara daftarnya bagaimana, pokoknya total saya pantau dan dampingi terus selama masa-masa test yang menegangkan itu Test TPA lolos, Psikotes lolos, Kesamaptan yang cukup berat harus menyiapkan mental dan fisiknya juga lolos, test berikutnya test kesehatan yang sempat bikin saya deg degan karena My Bocin ketika usia 2 tahun paru-parunya pernah flek TBC dan pengobatan 6 bulan. Makanya sebelum dia test kesehatan saya ajak dulu dia check up ke RS. Alhamdulillah ngga masalah termasuk gigi dan organ lainnya. Nah yang terakhir ada di test wawancara. Disini banyak calon taruna yang gagal hanya karena masalah sepele. Jadi My Bocin saya bekali berbagai tata cara supaya lolos di test wawancara itu. Akhirnya dia sah diterima jadi calon Taruna STPI Curug Prodi Lalu Lintas Udara atau istilah kerennya Air Traffic Control.

DSCN1932

Selesai pelantikan lengkap dengan seragam dan Wingnya plus Bocinnya

Perlengkapan My Son dengan kepala plontosnya  masuk asrama lumayan banyak dan ada cek list yang harus dibawah untuk  pembekalan selama di Malang satu bulan. Semaua serba dua dari mulai CD, saputangan, kaos singlet dan perlengkapan prbadi lainnya.. Barang bawaan ngga boleh lebih kalau lebih ya disita. Barang My Son yang disita, ada abon, sabun cair dan shampoo ukuran besar. Itu karena tidak cermat membaca chek list. Untuk pakaian lapangan matras handuk dan perlengkapan mandi lainnya sudah dibagikan dari STPI.Sebelum berangkat ke Malang  mereka ukur baju dan disuntik vaksin anti flu. Ini penting mengingat mereka akan digojlok semi militer bersama marinir. Untuk membentuk jiwa Korsa mereka. Saya antar keberangkatannya dengan doa dan memberinya semangat. Selama satu bulan kami lost kontak, tidak bisa menghubungi maupun dihubungi.

Akhirnya undangan untuk menghadiri pengukuhan Taruna datang. Kami orangtua diminta hadir menyaksikan acara pengukuhan itu. Dalam acara pengukuhan itu saya dibuat takjub dengan adanya barisan yang rapi dan ketika diminta memasuki lapangan untuk mencari tarunanya saya sempat bingung. Ahh My Son ada di barisan tengah dengan wajah tirus dan kulit yang menghitam, ( emang sudah hitam sih).Airmata haru, kasihan, bangga dan rindu jadi satu ingin segera memeluknya. Tapi dengan tegas dia bilang.. Ibu ngga boleh nangis, ngga boleh nanya-nanya di sana selama satu bulan gimana. Yang penting sekarang sehat ya.

DSCN2084

My Son ketika dapat tugas dari senior di pertama hari pesiarnya  berfoto bersama gadis cantik di Bandara Adi Sumarmo Boyolali

Aduh bangganya saya ketika memasangkan wing di dadanya sebagai tanda bahwa dia telah resmi jadi Taruna STPI dan siap menuntut ilmu di sana selama tiga tahun dengan peraturan yang ada. Ayo Nak semangat langkahmu masih jauh untuk mencapai cita-citamu.

Penulis: astutianamudjono

I am a teacher, motivator, blogger who try sharing and growing together.

4 thoughts on “My Beloved Son …We Love You

  1. salut dengan semangat ibu mendidik anak, semoga saya bisa sehebat ibu mengantarkan anak-anak kegerbang kesuksesan…

  2. Utiii..arin pengen nangis baca bagian akhir waktu Uti menyematkan wing. Juga terharu dan kagum waktu si Mas bilang ibu jangan nangis dan ngga boleh tanya2 ini itu.

    Si Mas seumuran sama tante Opik tii.. Opik lahirnya April 98.

    • Halo Tante Opik dia juga bungsu ya Mba Arin. Ya setelah digembleng sebulan di Malang memang jadi beda. Kalau waktu boarding MAN di IC lebih belajar nyantri untuk akhlaknya dan ngejar target bisa lolos di PTN..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s