Sri Sugiastuti gurujalanjalan

Berjuang Menggapai Ridho ALLAH di Dunia & Akhirat


20 Komentar

Klinong-Klinong Ke Pasar Gawok Sukoharjo

 

Dear friends,

Saya lagi iseng nih dan nemu foto-foto hasil jepretan saya waktu ikut mas Hubby klinong-klinong ke pasar Gawok Sukoharjo. Sayang kalau ngga berbagi di blog atau paling tidak suatu saat cucu saya bisa mengenang kegiatan Uti sama Akungnya ketika menikmati waktu senggang sambil klinong klinong ke pasar Gawok.

Kenapa saya bisa berada di pasar Gawok? Penasaran aja. Ternyata pasar tradisional ini buat mas Hubby penuh kenangan. Maklum masa kecil  beliau dulu tinggal di Sukoharjo. Sedangkan saya  dibesarkan di Jakarta. Konon  pasar Gawok termasuk pasar tradisional yang sampai saat ini masih kental dengan suasana jadulnya.

Pasar Gawok terletak di sebelah tenggara kota Solo.Tepatnya di desa Geneng,kecamatan Gatak kabupaten Sukoharjo. Jangan kaget ya.. pasar Gawok hanya ramai pada hari pasaran Pon. Dulu  sih pada zaman Belanda pasar ini buka tiapa hari. Entah mengapa justru setelah merdeka ini pasar hanya ramai di hari pasaran Pon. Tahu kan Pon bagian dari nama pasaran yang ada di Jawa. Kliwon, Wage, Pon, Pahing dan Legi.Pasar Gawok sama lah dengan pasar tradisional lain, yang menyediakan  berbagai barang dagangan yang komplet plet untuk kebutuhan rumah tangga.

Areal pasar Gawok menurut saya cukup luas, suasana di hari pasaran Pon ngga bisa saya ceritakan dengan detail karena aromanya nano-nano, ada bau asap rokok Tingwe (ngelinting dewe ) dengan tembakau yang mereka miliki. Suara pande besi yang menempa pisau pacul dan aritbergema, Lalu suara penjual pakaian dan sepatu dengan pengeras suara juga mewarnai kehidupan pasar Gawok di hari pasaran Pon.

Tapi yang saya minati di pasar Gawok kali ini adalah unggas dan Kambing. Makanya yang saya abadikan foto kambing dan unggas. Saya sangat terpesona dengan kambing hitam yang tertumpah cairan cat putih dari Allah. Subhanallah siapa coba yang bisa mewarnai Kambing seperti ini ?

Ini Kambing warnanya mempesona

Ini Kambing warnanya mempesona pasti pemiliknya bangga ya

Hmmm, saat mas Hubby sedang hunting bibit tanaman, sementara saya asyik memperhatikan kesibukan pedagang ternak yang menawarkan hewan ternaknya. Kambing ini biasanya banyak dicari oleh orang yang ingin mengadakan peringatan 1000 kerabat atau keluarganya yang meninggal, atau bisa juga untuk Aqiqah. Sedangkan penjual membawa hewan ternaknya untuk dijual sebagai mata pencaharian atau ada kebutuhan mendadak yang harus dipenuhi terpaksa menjual hewan peliharaannya dan kemungkinan akan ditukar dengan yang lebih kecil untuk dipelihara lagi.

 

Suasana pasar hewan Gawok, Sukoharjo

Suasana pasar hewan Gawok, Sukoharjo, dipilih, dipilih

Beginilah suasana pasar Gawok, banyak terjadi transaksi jual beli disana. Seakan pasar ini jadi sarana bagi hamba Allah untuk mengais rezeki. Kita tinggal memilih mana yang kita butuhkan sesuai dengan keuangan yang ada. Biasanya hari pasaran pasar Gawok selalu dinanti oleh orang yang ingin bertransaksi

 

Mentok yang sehat dan gemuk diperjual belikan di pasar hewan Gawok

Mentok yang sehat dan gemuk diperjual belikan di pasar hewan Gawok

Nah, begitu juga dengan unggas seperti mentok dan bebek. Ada juga sih ayam. Tapi sekali lagi saat itu saya lagi suka yang ada di bagian hewan ini. Mentok yang  terlihat gemuk dan sehat siap dikonsumsi dagingny taua boleh juga dipelihara lagi diambil telurnya’ Daging mentok enak loh dimasak opor atau dimasak rica-rica. Oya sedikit info biasanya pemilk methok menjual hewannya secara borongonan . Mungkin 10 ekor atau lebih tergantung usianya dan angkatannya.

 

Yang mau ternak bebek juga tersedia di pasar Gawok

Yang mau ternak bebek juga tersedia di pasar Gawok

Ini bebek-bebek yang mau berpindah majikan ya. Sepertinya bebek-bebek ini sudah siap bertelur dan harganya juga  mahal. Pembeli tidak perlu menunggu lama, bebek-bebek ini akan bertelur dalam beberapa hari lagi. Kalau bebek ini pejantan biasanya untuk konsumsi rumah makan bebek penyet dan bebek masak lainnya.

 

Meri alias anak bebek jadi salah satu dagangan yang dicari peternak..

Meri alias anak bebek jadi salah satu dagangan yang dicari peternak..

Entah bagaimana membawanya unggas yang akan dijual ini sudah berjajar rapih di tengah pasar ini Hmm biasanya mereka memakai bronjong (keranjang besar yang terbuat dari bambu yang mereka letakkan di bagian belakang sepeda onthel, ataupun sepeda motor mereka)

Meri, alias anak bebek ini juga segera akan berpindah rumah. Banyak peternak yang membutuhkan bibit bebek yang masih meri untuk dibesarkan. Mengamati peminat bebek goreng semakin banyak. Maka orang yang tergerak untuk ternak bebekk pun semakin banyak. Tapi saya tidak melihat rumah makan bebek goreng di sekitar situ.

Sebelum meninggalkan pasar Gawok rasanya ngga afdol buat mas Hubby kalau tidak mapir dulu ke warung yang ada di pasar Gawok. Saya memilih  soto sapi dengan teh anget krampul sedangkan mas Hubby nasi pecel belut goreng dan segelas air jeruk hangat

Tak terasa hari sudah siang mas Hubby meras puas mendapat bibit terong dan cabe yang rencananya mau ditanam di kebun sebelah rumah. Kami nenuju parkiran dan pulang menyusuri sawah dengan pemandangan yang adem di mata.   Hati juga bersyukur bisa menikmati suasana pedesaan yang kental dengan keikhlasan hidup.

Janji lain waktu mau ngulik lagi ke pasar Gawok dengan melihat sisi lain yang berbeda. Terima kasih ya Allah, Kau beri kesempatan hambaMu untuk selalu bersyukur dengan segala karuniaMU.

 

 

 


19 Komentar

Berburu Sea Food di Pantai Depok

Hi, tau dong kalau Jogyakarta itu sekarang punya banyak pantai yang bisa dijadikan obyek wisata. Beberapa waktu yang lalu Uti sama Akung sampai juga klinong klinong ke pantai Depok.

Uti sama Akung menikmati suasana tenang sambil memandang ke laut yang luas. Bersyukur bisa sampai di pantai Depok dengan kendaraan roda dua. Dari Solo kami berangkat sore hari bermalam di Jogya di rumah adik sepupu Uti. Pagi hari baru melanjutkan perjlanan ke pantai Depok. letak pantai Depok ada di sebelah kanan pantai Parangtritis. Pantai ini di hari biasa sangat sepi pengunjung

027

Pantai Depok di pagi hari sebagian nelayan menunggu kapal datang

Apa sih istimewanya pantai Depok dengan pantai yang lain? Kalu menurut Uti pantai ini dikhususkan untuk pelelangan ikan. Dengan mengunjungi pantai ini di hari biasa suasana sepi, tenang damai dan kedekatan uti dengan Allah sang Pencipta semakin terasa.

Ketika angin laut semilir, matahari bersinar cerah dan pandangan mata bebas lepas ke arah laut yang terhampar luas, lalu membayangkan kehidupan di bawah laut dengan aneka macam makhluk hidup yang ada di bawah laut, saya syukur dan keimanan Uti semakin bertambah

012

Menyatu dengan alam itu memberi energi positif untuk jiwa Uti yang sudah menua

Nah, sekarang kita bayangin deh betapa susahnya menarik kapal yang baru datang dari melaut untuk sampai ke tepi pantai dan menjual hasil tangkapannya di laut. Ternyata semau itu perlu tenaga motor dan juga tenaga manusia agar perahu bisa merapat di dermaga alami. Menarik perahu tempel nelayan dari tepi pantai yang berpasir itu perlu semangat dan tenanga yang luar biasa. Mereka berteriak, tua bangka.. eh salah ding… tu dua tiga…. yo… yo…

Iyes, akhirnya perahu itu merapat di tepi pantai. Uti sama Akung penasaran ikut berlalri seperti orang -orang yang ada di sekitar pantai untuk melihat hasil tangkapan para nelayan pagi hari ini. Uti sempat bertanya kepada nelayan yang terlihat lelah, karena mereka melaut malam  hari, sedang hasil tangkapan mereka juga tidak terlalu banyak.

022

Senangnya para nelayan setelah berhasil menarik perahu mereka ke daratan yang harus dilakuan secara bersama-sama.

Nelayan itu menjual hasil tangkapannya dengan mengelompokkan jenisnya, ada tengiri, tuna, kakap, salmon, bawal, barakuda dan teman, temannya.  Nah pembeli tinggal memilih mana yang disukai.Wah si Akung kalap hampir semua jenis ikan di beli.. Ngga terasa uang empat ratus ribu keluar dari kocek Akung. Akung sudah didekati oleh juru masak pemilik rumah makan yang ada di sekitar pantai itu.

Si ibu pemilik rumah makan itu menjual jasa mengolah hasil laut yang kita beli untuk dimasak sesuai dengan selera kita. Tinggal pilih saja menunya. Ia juga menyediakan es kelapa muda, dan minuman lain. Sedang teman makan sea food  dari mulai nasi, lalapan dan aneka sambel sudah tersedia.

Ia mematok harga 8 ribu rupiah perkilo untuk menyulap sea food mentah jadi makanan yang siap saji. Oke deal. Lumayan praktis. Uti sama Akung sepakat, sebagian besar digoreng saja jadi bawanya ngga ribet. Untuk oleh-oleh juga praktis.

Saatnya menikmati hasil tangkapan nelayan yang sudah terhidang. Uti memilih rajungan, Akung ikan salmon, dan kakap laut dengan menu asam  manis, saus padang dan di goreng plus lalapan dan sambel kecap. Yummy.

 

028

Hasil tangkapan nelayan yang sudah dieksekusi di dapur rumah makan pantai Depok

Ngga terasa separuh waktu yang ada siang ini kami habiskan di pantai Depok. Hati senang perut kenyang dan terasa fresh kembali. Hmm tinggal mikir bagaimana membawa ikan goreng yang cukup banyak ini sampai ke jogya dan Solo.

Uti langsung packing jadi beberapa bungkus sesuai dengan yang mau Uti kasih. Jadi tinggal mendistribusikannya . plek-plek. Selesai.

Ya, itu lah secuil kisah Uti dan Akung ketika klinong klinong ke pantai Depok. Salut dengan kabupaten Bantul yang terus bebenah dan membuka tempat wisata baru dan terus bergeliat memajukan kabupatennya terutama di bidang wisata dan kuliner.

.