Sri Sugiastuti gurujalanjalan

Berjuang Menggapai Ridho ALLAH di Dunia & Akhirat

Berburu Sea Food di Pantai Depok

19 Komentar

Hi, tau dong kalau Jogyakarta itu sekarang punya banyak pantai yang bisa dijadikan obyek wisata. Beberapa waktu yang lalu Uti sama Akung sampai juga klinong klinong ke pantai Depok.

Uti sama Akung menikmati suasana tenang sambil memandang ke laut yang luas. Bersyukur bisa sampai di pantai Depok dengan kendaraan roda dua. Dari Solo kami berangkat sore hari bermalam di Jogya di rumah adik sepupu Uti. Pagi hari baru melanjutkan perjlanan ke pantai Depok. letak pantai Depok ada di sebelah kanan pantai Parangtritis. Pantai ini di hari biasa sangat sepi pengunjung

027

Pantai Depok di pagi hari sebagian nelayan menunggu kapal datang

Apa sih istimewanya pantai Depok dengan pantai yang lain? Kalu menurut Uti pantai ini dikhususkan untuk pelelangan ikan. Dengan mengunjungi pantai ini di hari biasa suasana sepi, tenang damai dan kedekatan uti dengan Allah sang Pencipta semakin terasa.

Ketika angin laut semilir, matahari bersinar cerah dan pandangan mata bebas lepas ke arah laut yang terhampar luas, lalu membayangkan kehidupan di bawah laut dengan aneka macam makhluk hidup yang ada di bawah laut, saya syukur dan keimanan Uti semakin bertambah

012

Menyatu dengan alam itu memberi energi positif untuk jiwa Uti yang sudah menua

Nah, sekarang kita bayangin deh betapa susahnya menarik kapal yang baru datang dari melaut untuk sampai ke tepi pantai dan menjual hasil tangkapannya di laut. Ternyata semau itu perlu tenaga motor dan juga tenaga manusia agar perahu bisa merapat di dermaga alami. Menarik perahu tempel nelayan dari tepi pantai yang berpasir itu perlu semangat dan tenanga yang luar biasa. Mereka berteriak, tua bangka.. eh salah ding… tu dua tiga…. yo… yo…

Iyes, akhirnya perahu itu merapat di tepi pantai. Uti sama Akung penasaran ikut berlalri seperti orang -orang yang ada di sekitar pantai untuk melihat hasil tangkapan para nelayan pagi hari ini. Uti sempat bertanya kepada nelayan yang terlihat lelah, karena mereka melaut malam  hari, sedang hasil tangkapan mereka juga tidak terlalu banyak.

022

Senangnya para nelayan setelah berhasil menarik perahu mereka ke daratan yang harus dilakuan secara bersama-sama.

Nelayan itu menjual hasil tangkapannya dengan mengelompokkan jenisnya, ada tengiri, tuna, kakap, salmon, bawal, barakuda dan teman, temannya.  Nah pembeli tinggal memilih mana yang disukai.Wah si Akung kalap hampir semua jenis ikan di beli.. Ngga terasa uang empat ratus ribu keluar dari kocek Akung. Akung sudah didekati oleh juru masak pemilik rumah makan yang ada di sekitar pantai itu.

Si ibu pemilik rumah makan itu menjual jasa mengolah hasil laut yang kita beli untuk dimasak sesuai dengan selera kita. Tinggal pilih saja menunya. Ia juga menyediakan es kelapa muda, dan minuman lain. Sedang teman makan sea food  dari mulai nasi, lalapan dan aneka sambel sudah tersedia.

Ia mematok harga 8 ribu rupiah perkilo untuk menyulap sea food mentah jadi makanan yang siap saji. Oke deal. Lumayan praktis. Uti sama Akung sepakat, sebagian besar digoreng saja jadi bawanya ngga ribet. Untuk oleh-oleh juga praktis.

Saatnya menikmati hasil tangkapan nelayan yang sudah terhidang. Uti memilih rajungan, Akung ikan salmon, dan kakap laut dengan menu asam  manis, saus padang dan di goreng plus lalapan dan sambel kecap. Yummy.

 

028

Hasil tangkapan nelayan yang sudah dieksekusi di dapur rumah makan pantai Depok

Ngga terasa separuh waktu yang ada siang ini kami habiskan di pantai Depok. Hati senang perut kenyang dan terasa fresh kembali. Hmm tinggal mikir bagaimana membawa ikan goreng yang cukup banyak ini sampai ke jogya dan Solo.

Uti langsung packing jadi beberapa bungkus sesuai dengan yang mau Uti kasih. Jadi tinggal mendistribusikannya . plek-plek. Selesai.

Ya, itu lah secuil kisah Uti dan Akung ketika klinong klinong ke pantai Depok. Salut dengan kabupaten Bantul yang terus bebenah dan membuka tempat wisata baru dan terus bergeliat memajukan kabupatennya terutama di bidang wisata dan kuliner.

.

Penulis: astutianamudjono

I am a teacher, motivator, blogger who try sharing and growing together.

19 thoughts on “Berburu Sea Food di Pantai Depok

  1. Wah menikmati ikan yang didapat lagsung dari hasil melaut para nelayan memang lebih fresh , apalagi langsung dimasak wah. . Jadi pengen makan ikan laut ni uti hehehe. .

  2. Wah seru banget uti nungguin dari pagi. Masih fresh pasti ya uti, enaaakk

  3. Uti aku mupeng sama kepitingnya #ngeces

  4. Ya ampun mupeng bangeeet Utii.. Masih cari-cari info juga tempat asik untuk liburan keluarga nanti. Asik, aku bookmark ini.
    Makasih sharingnya utii, dan bikin laper ajaaa lihat makanannya

  5. mbak, kepiting berapa ya harganya hehehe tertarik mau kesini gara2 lihat ada foto kepitingnya hihihi wuenakkkkk

  6. Utiii seru banget beli ikan masih fresh gitu!
    Itu jam berapa kira-kira Uti? oh iyaa kalau pagi, apa sudah ada “permainan” yang bisa dinaikin di pantai Depok ini?

  7. Waduh uti…saya dulu pernah hampir dibawa ombak ke tengah laut di pantai depok..

    Gara2 poto2 agak tengahan, eh hape jatoh, lalu saya duduk ngambil..

    Ombak datang, saya terseret..

    Lalu saya berlumur pasir semua, hape saya mati dehhh pdhl hape baru hadiah kelulusan SMA yg baru dibeli 3 hari lhooo

  8. asyttik mba wisata alam ke laut.. kalu msh pagi ata sore semua

  9. Pantai depokkkk… Favorite sy banget dari dl hunting seafood uti 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s