Sri Sugiastuti gurujalanjalan

Berjuang Menggapai Ridho ALLAH di Dunia & Akhirat

MEDIA UNTUK JURNAL

Tinggalkan komentar

Lanjutan

Pada dasarnya kita bisa pakai apa saja. Buku tulis, agenda, buku gambar, jurnal yang sudah siap pakai dsb. Tapi jeng Julie lebih suka dengan model yang lagi nge-trend di sini. Yakni yang dinamakan DOT GRID JOURNALING.

Dot Grid ini adalah notes atau semacam agenda yang halamannya hanya terisi titik-titik. Tidak ada tanggal, kolom dab seperti layaknya agenda. Jadi ya kosong gitu.

Selain itu, jurnaling juga membantu kita untuk “stay on track” terhadap goal diri sendiri. Kan sering tuh kita kena euphoria trend. Orang lagi diet Keto, kita ikut. Orang diet ini itu, kita ikut. Tapi cuma seminggu, setelah itu nggak lanjut.

Kita bikin resolusi ini itu, ya hasilnya cuma sebulan dua bulan. Setelah itu ilang deh. Kita juga terlalu banyak menghabiskan waktu di medsos. Berapa jam nih dalam sehari kita mantengin medsos? Rata-rata pasti lebih dari satu jam. Bahkan ada yang 6 jam sehari! Padahal, waktu sebanyak itu, akan jauh lebih bermanfaat jika kita gunakan untuk hal lain.

Nah, dengan jurnaling, kita bisa membantu diri kita untuk stay on track. Karena tercatat, kita jadi tahu bahwa ada banyak sekali hal yang tak perlu kita lakukan, dan kita bisa mengubahnya di hari berikutnya.
Jadi nanti, kita bisa isi sendiri sesuai kemauan kita. Bisa bikin kolom, gambar, tulisan dsb.

Kapan sebaiknya menulis jurnal? Waktu yang paling tepat untuk menulis jurnal, bisa pada malam hari saat hendak tidur. Itu bagus untuk mengisi kolom To Do List dan hal-hal lain yang akan dikerjakan esok harinya. Kemudian kolom kontemplasi, kalau saya suka muncul mendadak, jadi segera tulis saja ketika pikiran itu muncul. Kalau ada ide, biasanya ini muncul pada pagi hari, terutama sehabis subuhan atau baru bangun tidur. Sebaiknya ditulis saat itu juga, agar ide tidak hilang.

Waktu untuk menulis jurnal bisa fleksibel. Seperti jurnal traveling, itu bisa tulis setelah sampai di hotel dan hendak istirahat. Kalau kontemplasi atau ide, sesuai dengan waktu munculnya. Sedangkan To Do List dibuat tiap malam sebelum tidur, sebagai persiapan aktifitas esok hari.

Nulis jurnal tidak perlu setiap hari. Kita bisa menulisnya sesuai kebutuhan. Kecuali bagi yang sedang tracking habit, maka itu nulisnya tiap hari karena ada yang perlu dimonitor.

Jurnal bisa kita sebut dengan catatan harian, logbook, agenda, field notes tergantung pada penggunanya. Biasanya, agenda identik dengan kolom aktifitas yang saklek. Kita bisa pakai itu untuk tujuan khusus. Sedangkan jurnal dot grid seperti yang dicontohkan, itu lebih fleksibel dan bisa menjadi saluran kreatifitas kita.

Untuk jurnal penjualan, ada baiknya pakai jurnal yang siap pakai. Seperti agenda pencatatan keluar masuk barang, harga, dsb. Sebab penjualan perlu akurasi data keluar masuk barang dan uang.

Jurnal Penelitian/observasi adalah aktifitasnya. Sedangkan journaling adalah proses perekamannya ke dalam field notes/journal. Saat kita melakukan observasi, semua harus dicatat dalam jurnal khusus. Jangan lupa mencantumkan tanggal dan lembar halaman, karena ini perlu terutama kalau kita akan memasukkannya dalam tabulasi seperti SPSS.

Inilah kelebihan menulis jurnal dengan menggunakan media berupa dot grid atau buku polosan. Sebab itu bisa diisi oleh apapun yang kita mau, dengan gaya kita.

Orang-orang yang bertipe kreatif biasanya memang tidak suka dibatasi jadi kalau kebetulan bertipe kreatif, pakai saja yang dot grid atau polosan. Nanti bikin sendiri kotak-kotaknya, tulisan, gambar dsb.

Ada juga seniman dan perancang busana di sini yang gemar sekali pakai cat air, spidol dll termasuk contoh-contoh perca ke dalam jurnalnya.

Boleh kah nulis Jurnal di tablet? Itu boleh No problem. Kita tidak harus nulis pakai tangan. Dan kalaupun tulisan tangan kita jelek menurut kita, ya no problem. Kan jurnal itu kita simpan untuk diri sendiri

Jeng Julie lebih suka nulis jurnal pakai tulisan tangan, karena menulis dengan tangan itu bisa untuk terapi. Syaraf-syaraf di jari akan lebih aktif, dan bisa boosting otak kita untuk bekerja lebih kreatif. Juga bisa untuk penyaluran emosi. Jadi unsur terapeutiknya tinggi.

Itulah sedikit ulasan saya ketika sharing tentang nulis Jurnal. Asyik kan! Siapa yang sudah rutin nulis Jurnal atau yang baru niat? Semoga yang sedikit ini bermanfaat ya.

_Sri Sugiastuti seorang pegiat literasi yang suka belajar kesana kemari dan berbagi._

Penulis: astutianamudjono

I am a teacher, motivator, blogger who try sharing and growing together.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s