Sri Sugiastuti gurujalanjalan

Berjuang Menggapai Ridho ALLAH di Dunia & Akhirat

Silahturahmi dan Kebersamaan

Tinggalkan komentar

Oleh Sri Sugiastuti

Apa potensi diri yang Anda miliki? Tidak tegaan, berarti Anda bisa jadi ahli sedekah. Suka menahan lapar, Anda bisa jadi ahli puasa Suka membaca bisa jadi ahli baca Alquran, Nah suka ngebolang, bisa jadi ahli silaturahmi. Melalui potensi itu kita bisa mengetuk pintu surga

Bu Kanjeng punya hobi ngebolang dan silaturahminya getol luar biasa. Tidak heran bila ia banyak teman. Bu Kanjeng hampir tiap hari bersilaturahmi walaupun hanya lewat WA. Ia bisa menyapa sahabatnya yang bisa terhubung dengan medsos.

Beberapa waktu lalu, masih suasana Idul Fitri, saat ia sedang di Yogya ada sohibnya yang bertandang ke Solo. Rasa rindunya membuncah
Sudah lama tidak jumpa fisik walaupun tiap hari kontak lewat Dumay. Bu Kun sohibnya yang tinggal di Ambarawa sedang quality time bersama keluarganya refeshing sejenak di taman Balekambang Solo.

Tentu saja ini momen istimewa buat bu Kanjeng agar bisa berjumpa dengan keluarga bu Kun dalam formasi lengkap. Ada suami, anak , mantu dan cucu. Kodratullah pertemuan sore hari di taman balekambang bisa jadi pengobat rindu. Waktu yang singkat bisa menikmati kebersamaan sejenak dan berbagi.

Bu Kun dan keluarga memilih taman balekambang yang lumayan sejuk terletak tak jauh dari rumah Bu Kanjeng. Taman ini sudah ada sejak ratusan tahun, taman yang dipersembahkan seorang raja kepada permaisurinya. Di sekitar taman memang tumbuh pohon yang umurnya sudah ratusan tahun, ada kolam ikan untuk memancing yang cukup luas, kebun binatang mini yang berisi reptil, rusa yang berkeliaran di sekitar taman, dilengkapi kolam bundar yang ada air mancur kecil dan ada patung di tengahnya. Baik pagi, siang atau sore taman itu layak dikunjungi.

Di taman balekambang sering diadakan berbagai event untuk lomba, panggung gembira atau suatu kegiatan yang bersifat hiburan sekaligus mengedukasi masyarakat. Sehingga apa yang jadi program pemerintah bisa sampai pada masyarakat. Di taman balekambang yang dulu sering digelar dua kesenian rakyat yaitu srimulat dan ketoprak. Saat ini yang masih bertahan hanya ketoprak, itu pun sepi pengunjung.

Pertemuan bu Kanjeng dan bu Kun dilanjut kuliner nasi liwet. Waktu yang nanggung karena jelang magrib memang kurang nyaman, tetapi melihat situasi dan kondisi okelah. Dua mobil yang berisi bu Kanjeng dan keluarga bu Kun meluncur ke arah yang ada di google map. Awalnya bu Kanjeng sempat gagal fokus dan ngeblank dengan lokasi yang ada di google map, begitu sampai di lokasi baru paham, ternyata ada di pojok sebelah barat pasar Kembang jalan Rajiman.

Sebuah kedai tenda dengan branded mba Bety yang buka pukul 17.00. Khusus menjual nasi liwet dan cabuk rambak plus aneka minuman pendukung, teh dan air jeruk. Warung itu terlihat cukup ramai, tapi pelayanannya cepat. Nasi liwet itu adakah satu khas masakan Solo , yang terdiri dari nasi gurih yang diberi santan, garam dan daun salam, sedang toping atau pelengkapnya, sayur sambal goreng jipan atau pepaya muda. Sedang lauknya, ada telur rebus, dan opor ayam yang menjadi khas adalah adanya areh. Yaitu santan kental yang berbumbu gurih.

Keluarga bu Kun sangat menikmati nasi liwet, sementara bu Kanjeng merasa ketemu jodoh menikmati cabuk rambak. Makanan itu berupa ketupat yang diiris tipis, atasnya diberi bumbu atau sauce sambal wijen dengan bumbu bawang putih dan daun jeruk. Masih dilengkapi dengan karak atau kerupuk beras.

Sambil menikmati cabuk rambak bu Kanjeng sempat diskusi kecil dengan bu Kun tentang literasi yang jadi passion mereka. Momen ini jadi ajang berbagi dan saling support agar bisa lebih bermanfaat lagi di sisa usia yang mereka miliki.

Tak terasa waktu bergulir , mereka harus berpisah. Bu Kun dan keluarga harus pulang ke Ambarawa, sementara bu Kanjeng sudah di WA, anak mantu yang mau ngajak makan malam bersama di sebuah Restro masakan Italia “Oh Lavita”.

“Alhamdulillah yaa Allah, Kau berikan berbagai kenikmatan, kesehatan, dan kesempatan dalam hidup kami.” Ucap syukur bu Kanjeng atas semua karunia yang Allah berikan.

Catatan 5 Syawal 1440 H

Penulis: astutianamudjono

I am a teacher, motivator, blogger who try sharing and growing together.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s