Sri Sugiastuti gurujalanjalan

Berjuang Menggapai Ridho ALLAH di Dunia & Akhirat

Wisata Sejarah di Ngawi

Tinggalkan komentar

Van Den Bosch mengingatkan bu Kanjeng pada pelajaran sejarah ketika ia masih SMP. Lewat guru sejarah dan buku yang pernah dibaca terbayang kekejaman Belanda sebagai penjajah di Indonesia. Bu Kanjeng bersyukur dalam kunjungankuaaanya silaturahmi ke Ngawi, ia bersama sahabat kuliahnya bisa ngebolang ke Benteng Pendem Van Den Bosch.

Benteng Van Den Bosch jadi salah satu aset sejarah milik Jatim.Benteng ini memiliki bangunan bersejarah yang komplit dengan kisah mistis dan juga keangkerannya. Benteng Pendem Van Den Bosch atau biasa disebut Fort Van Den Bosch menjadi saksi sejarah kesombongan dan betapa berkuasanya Belanda saat itu.

Sudah tiga kali berkunjung ke Ngawi baru kali ini punya kesempatan ngebolang secara lengkap di Benteng Van Den Bosch. Saat ini benteng tersebut masuk dalam daftar wisata sejarah bu Kanjeng.

Sohibnya yang asli Ngawi siang itu menjadi guide lokal yang berkisah tentang Keberadaan Benteng tersebut. Bangunan heritage ini diambil dari nama Johannes Graaf Van Den Bosch yang merupakan awal mula dari pemberian nama dari benteng tersebut. Nama Benteng Van Den Bosch ini memang diambil dari nama beliau yang memang mempunyai peran penting di Kabupaten Ngawi pada masa tersebut. Terbentuknya benteng tersebut digunakan untuk melawan para pejuang Indonesia ini dibangun pada tahun 1839– 1845.

Diawali tentang asal usul Benteng Pendem Van Den Bosch, lalu masuk melewati Pintu Gerbang Utama, lanjut mengunjungi area makam KHk Muhammad Nursalim. Makam dari salah satu ulama yang sakti dan memperjuangkan kemerdekaan Ri dari penjajahan Belanda.

Jelas benteng ini digunakan Belanda untuk pertahanan serangan musuh, sebagai markas tentara sekaligus sebagai penjara untuk para pemberontak dan mata-mata. Sebagai gudang Amunisi dan barak tentara Belanda. Ya namanya juga markas pasti banyak aktivitas yang dilakukan di Benteng tersebut.

Benteng ini ada di dua pertemuan dua sungai yaitu bengawan Solo dan bengawan Madiun. Sehingga sulit dijangkau. Mendengar kisah di balik benteng Van den Bosch membuat bu Kanjeng melek sejarah. Sambil mendengarkan penjelasan dari temannya, bu Kanjeng menerawang jauh membayangkan kekejaman bangsa Belanda dan betapa menderita rakyat yang dijajah itu.

Bu Kanjeng dkk melewati sumur angker, pohon yang tumbuh menembus tembok, bekas kamar tahanan yang sempit, ruang dapur sekaligus gudang persediaan makanan. Sesekali melihat ke dalam ruang sambil jepret sana sini.

Dari sekian obyek di Benteng itu yang paling menarik dan berkesan ketika ia berada di halaman dan dikelilingi oleh bangunan berantai dua yang kusam tapi masih menunjukkan sisa kekuatan dan kemegahan. Terbayang bangsa saudara tua yang dipaksa bekerja membangun Benteng tersebut lalu dibunuh dengan alasan untuk menjaga kerahasiaan ruang yang dibangun.

Udara segar jelang siang hari di bawah sinar matahari yang cerah membuat foto yang dibuat _outdoor_ memberi kesan sedang berada di bagian bumi yang jauh dari Indonesia. Selayang pandang terlihat beberapa kelompok burung merpati bercengkrama asyik entah apa yang sedang mereka bahas.

Mas Bro yang membawa jagung untuk disebar agar merpati turun memakannya. Yaa ternyata merpati itu terpancing turun memakan jagung yang baru saja disebar. Tentu saja pemandangan itu tak luput dari bidikan kamera hape yang tak lelah klik sana sini

Bu Kanjeng bersyukur bisa menikmati. Wisata Sejarah di Benteng ini. Benteng yang menjadi saksi bisu bagaimana Belanda mengalami kesulitan menghadapi pasukan dari Pangeran Diponegoro yang menyerang Belanda dalam Perang Jawa di tahun 1825 – 1830 pada zaman dulu. Ketika itu pasukan yang dipimpin oleh Wirotani menurut cerita dari Buku De Java Oorlog milik P.J.F. Louw yang terbit di Tahun 1894 membuat para pasukan Belanda ini kesulitan.

Ya Pangeran Diponegoro memang pahlawan yang sangat dibanggakan. Ia berhasil membuat Belanda pusing tujuh keliling. Sehingga banyak trik dan kelicikan yang dibuat untuk mengatasi perang tersebut.

Kalau penasaran dengan reportase bu Kanjeng langsung saja rencanakan untuk bisa mengunjunginya. Jadi kalau mau berkunjung ke Benteng Van Den Bosch, ini alamat lengkapnya RT/RW 07/02, Kelurahan Pelem, Kecamatan Ngawi, Kabupatan Ngawi.

Untuk harga tiket dan info yang lain pasti bisa didapatkan dari Web pariwisata juga Web wisata Sejarah.

Penulis: astutianamudjono

I am a teacher, motivator, blogger who try sharing and growing together.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s