Sri Sugiastuti gurujalanjalan

Berjuang Menggapai Ridho ALLAH di Dunia & Akhirat

Catatan Editor Buku Literasi di Era Disrupsi

Tinggalkan komentar

“Sejarah peradaban umat manusia menunjukkan bahwa bangsa yang maju tidak dibangun hanya dengan mengandalkan kekayaan alam yang melimpah dan jumlah penduduk yang banyak. Bangsa yang besar ditandai dengan masyarakatnya yang literat,yang memiliki peradaban tinggi, dan aktif memajukan dunia” Kutipan dari ‘kata pengantar’ (2017:v) yang disampaikan Mendikbud dalam buku Peta Jalan Gerakan Literasi Nasional (GLN).

Masyarakat yang literat itu, seperti apa ya? Mereka yang menguasai ketrampilan abad 21 yang meliputi literasi dasar, kompetensi, dan karakter. Sedangkan literasi dasar itu ada 6 cakupan. (1) literasi baca tulis, (2)literasi numerasi, (3) literasi sains, (4) literasi digital, (5) literasi finansial, serta (6) literasi Budaya dan kewargaan.

Untuk kompetisi diharapkan warga dunia memiliki kompetensi yang meliputi berpikir kritis, bisa Memecahkan masalah, kreatif, komunikatif dan mampu berkolaborasi.

Masyarakat dalam menghadapi persaingan dalam kehidupan dan perekonomian harusitu memiliki karakter yang kuat yang meliputi iman dan takwa, rasa ingin tahu, inisiatif, kegigihan, mampui beradaptasi, memiliki jiwa kepemimpinan, Membangun kesadaran sosial dan budaya.

Paparan di atas adalah dasar dari alasan mengapa komunitas Sahabat Pena Kita (SPK) berikrar membuat buku antologi bertema Literasi. Lebih tepat buku ini diberi judul Literasi di era Disrupsi. Tertulis 36 anggota SPK yang menorehkan gagasannya di buku itu.

Ada tiga bagian. Membangun Kreasi, Merawat Generasi, suatu upaya melakukan berbagai Kreasi di Era Disrupsi. Bagian kedua, Merawat inovasi, melahirkan Inspirasi. Sungguh cetar ini. Bagaimana inspirasi itu lahir lalu dirawat dan dikembangkan dengan baik hingga muncul inovasi. Dan yang terakhir cukup makjleb.yaitu meneguhkan Eksistensi, mengembam dedikasi. Ini bukan hal yang mudah. Kita harus punya prinsip dan mampu memberi manfaat secara total juga mampu mengemban dedikasi. So sweet pokoknya.

Kuncinya Kreasi Inovasi dan Ekspresi. Jangan galau di era Disrupsi ya.

Penulis: astutianamudjono

I am a teacher, motivator, blogger who try sharing and growing together.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s