Sri Sugiastuti gurujalanjalan

Berjuang Menggapai Ridho ALLAH di Dunia & Akhirat


Tinggalkan komentar

MOHON PERTOLONGAN* *KEPADA ALLAH SWT

Basmalah
Bismillahirrahmanirrahim
Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Aku memulai wirid dan doa ini dengan menyebut nama-Mu ya Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Aku melakukan munajat ini dengan mengharap ridha dan limpahan kasih sayang-Mu yang tiada tara.

Shalawat Asyghil
Allahumma shalli ‘ala sayyidina Muhammad wa asyghilizh-zhalimin bizh-zhalimin.
Wa akhrijna min bainihim salimin. Wa ‘ala alihi wa shahbihi ajma’in.

Ya Allah, limpahkanlah shalawat atas Nabi Muhammad, dan sibukkanlah orang-orang yang zalim dengan orang-orang yang zalim, serta keluarkanlah kami dari antara mereka dengan selamat.

Al-Fatihah
Dengan menyebut nama-Mu ya Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
Segala puji bagi Allah Tuhan Pemelihara alam semesta.
Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
Penguasa Hari Perhitungan.
Engkaulah Yang kami sembah dan hanya kepada-Mu kami mohon pertolongan.
Tunjukilah kami jalan yang lurus.
Jalan mereka yang telah Kauberi segala kenikmatan, bukan jalan mereka yang mendapat murka, dan bukan mereka yang sesat jalan. (QS 1:1-7).

Al-Ikhlash
Katakanlah, “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
Allah, Yang Kekal, Yang Mutlak, kepada-Nya semua makhluk menyandarkan segala urusan dan harapan.
Dia tidak beranak, dan tidak diperanakkan.
Dan tak ada apa pun seperti Dia.” (QS 112:1-4).

Al-Falaq
Katakanlah, aku berlindung kepada Tuhan Penguasa fajar.
Dari jahatnya apa yang Dia ciptakan.
Dari jahatnya gelap ketika membentang luas.
Dari jahatnya mereka yang mengerjakan perbuatan sihir.
Dan dari jahatnya orang yang dengki bila melakukan kedengkian.
(QS 113:1-5).

An-Nas
Katakanlah, aku berlindung kepada Tuhan Yang mengurus manusia.
Penguasa bagi manusia.
Tuhan bagi manusia.
Dari jahatnya pembisik yang menarik diri setelah berbisik.
Yang berbisik dalam hati manusia.
Dari golongan jin dan manusia. (QS 114:1-6).

Ayat Kursi
Allah. Tiada tuhan selain Dia Yang Hidup, Yang berdiri sendiri, Abadi. Tak pernah terlena, tak pernah tidur. Milik-Nyalah segala yang di langit, segala yang di bumi. Siapakah yang dapat memberi perantaraan di hadapan-Nya tanpa izin-Nya? Dia mengetahui segala yang di depan mereka dan segala yang di belakang mereka. Mereka tak akan mampu sedikit pun menguasai ilmu-Nya kecuali yang dikehendaki-Nya. Singgasana-Nya meliputi langit dan bumi. Tiada memberatkan Dia menjaga dan memelihara keduanya. Dia Mahatinggi, Mahaagung. (QS 2:255).

Qulillahumma malikal mulki tu’til mulka man tasya’u wa tanzi’ul mulka mimman tasya’u wa tu’izzu man tasya’u wa tudzillu man tasya’u biyadikal khair innaka ‘ala kulli syai’in qadir

Katakanlah, “Ya Allah, Pemilik Kekuasaan, Kauberikan kekuasaan kepada yang Engkau kehendaki dan Kaucabut kekuasaan dari siapa saja yang Engkau kehendaki; Engkau memberi kemuliaan kepada siapa yang Engkau kehendaki, dan Engkau memberi kehinaan kepada siapa yang Engkau kehendaki. Di tangan-Mu segala yang baik. Sungguh, Engkau berkuasa atas segalanya. (QS 3:26).

Wa makaru wa makarallahu wallahu khairul makirin.

Mereka menyusun rencana makar, Allah juga membuat rencana; Allah Perencana terbaik. (QS 3:54).

Nashrun minallah wa fathun qarib.

Pertolongan dari Allah dekat dan kemenangan segera. (QS 61:13).

Waqul rabbi adkhilni mudkhala shidqin wa akhrijni mukhraja shidqin waj’alli min ladunka sulthanan nashira. Wa qul ja’al haqqu wa zahaqal bathilu innal bathila kana zahuqa

Katakanlah, “Tuhanku, masukkanlah aku ke jalan masuk yang benar dan terhormat, dan keluarkanlah aku dari jalan keluar yang benar dan terhormat; dan berilah aku dari pihak-Mu kekuasaan yang dapat menolongku. (QS 17:81).

Hasbunallah wa ni’mal wakil

Allah cukup bagi kami sebagai Pelindung terbaik. (QS 3:173).

Ni’mal maula wa ni’mannashir

Allah Pelindung terbaik dan Penolong terbaik. (QS 8:40).

Innallaha huwar-razzaqu dzul quwwatil maInnallahatin

Sungguh, Allah, Dialah Pemberi rezeki,- Pemilik kekuatan yang tiada goyah untuk selamanya. (QS 51:58).

Rabbana afrigh ‘alaina shabran wa tsabbit aqdamana wanshurna ‘alal qaumil kafirin.

Tuhan, limpahkanlah ketabahan kepada kami dan kokohkanlah langkah kami. Tolonglah kami dengan kemenangan menghadapi golongan kafir. (QS 2:250).

Rabbi najjini minal qaumizh-zhalimin

Tuhan, selamatkanlah aku dari kaum yang zalim. (QS 28:21).

Rabbi inni lima anzalta ilayya min khairin faqir

Tuhan, sungguh aku sangat mendambakan uluran kebaikan dari hadirat-Mu. (QS 28:24)

Rabbana la tu’akhidzna in nasina au akhtha’na. Rabbana wala tahmil ‘alaina ishran kama hamaltahu ‘alalladzina min qablina. Rabbana wala tuhammilna ma la thaqata lana bihi. Wa’fu ‘anna waghfir lana warhamna anta maulana fanshurna ‘alal qaumil kafirin

Tuhan, janganlah menghukum kami jika kami lupa atau melakukan kesalahan. Tuhan, janganlah memikulkan kepada kami beban berat seperti yang Engkau bebankan kepada mereka yang sebelum kami; Tuhan, janganlah memikulkan kepada kami beban yang tak mampu kami pikul; hapuskanlah segala dosa kami, ampunilah kami, rahmatilah kami. Engkaulah Pelindung kami; tolonglah kami atas golongan kafir. (QS 2:286).

Rabbana atina min ladunka rahmah wa hayyi’ lana min amrina rasyada

Ya Tuhan, anugerahilah kami rahmat dari hadirat-Mu, dan dalam perkara kami berikanlah kepada kami jalan yang benar. (QS 18:10).

Rabbana atina fiddunya hasanah wa fil akhirati hasanah wa qina ‘adzabannar

Tuhan, berilah kami kebaikan di dunia ini, dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari azab api neraka. (QS 2:201).

Alhamdu lillahi rabbil ‘alamin

Segala puji bagi Allah Tuhan Pemelihara alam semesta. (QS 10:10).

Rabbana zhalamna anfusana wa illam taghfir lana wa tarhamna lanakunanna minal khasirin.

Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni dan menyayangi kami, tentulah kami temasuk orang yang rugi.

Ilahi lastu lil-firdausi ahla
Wala aqwa ‘alannaril-jahim

Ya Tuhanku, aku bukan ahli surga // namun, aku tak kuat atas api neraka.

Fahabli taubatan waghfir dzunubi
Fainnaka ghafirudz-dzanbilg ‘adzimi

Berilah tobat dan ampunilah segala dosaku // sungguh, Engkau Maha Mengampuni dosa yang besar.

Dzunubi mitslu a’dadir-rimali
Fahabli taubatan ya dzal jalali

Dosa-dosaku ibarat bilangan pasir di pantai // maka, berilah tobat kepadaku, wahai Dzat Pemilik Keagungan.

Wa ‘umri naqishun fi kulli yaumin
Wa dzanbi zaidun kaifah-timali

Umurku kian hari kian berkurang // sedangkan dosaku terus bertambah; bagaimana menanggungnya.

Ilahi ‘abdukal ‘ashi ataka muqirran bidz-dzunubi waqad da’aka

Ya Tuhanku, hamba-Mu yang bermaksiat datang menghadap // dengan segala pengakuan dan penuh permohonan.

Wa in taghfir fa anta lidzaka ahlun
Wa in tathrud faman narju siwaka

Bila Engkau ampuni, sungguh, Engkaulah yang berhak mengampuni // Akan tetapi, bila Engkau tolak, kepada siapa aku mesti mengharap selain dari-Mu.
(Syair Abu Nawas)

Allahummarhamna bil-quran
Ya Allah, sayangilah kami dengan Al-Quran

Wajalhu lana imaman wa nuran wa hudan wa rahmah
Jadikanlah Al-Quran pemimpin, cahaya, petunjuk, dan rahmat bagi kami

Allahumma dzakkirna minhu ma nasina wa allimna minhu ma jahilna
Ya Allah, ingatkanlah apa yang kami lupa, dan ajarkanlah apa yang kami belum tahu.

Warzuqna tilawatahu ana`allaili wa athrafan-nahar
Karuniakan kepada kami membacanya di tengah malam dan di ujung siang.

Waj’alhu lana hujjatan ya rabbal alamin
Dan jadikanlah ia pembela kami wahai Tuhan Pemelihara alam semesta.
(Doa khatmil Quran).


Tinggalkan komentar

Tenang, Semua Berproses

“Jangan dikira ketika anak selesai wisuda, pekerjaan langsung menghampiri dan berpuas diri. ” Kalimat itu jadi penangkal ketidaksabaran seorang anak sekaligus orangtuanya.

Bu Kanjeng boleh memberi nasihat orang lain, tapi tidak fair kalau dia tidak merasakan. Allah berikan juga rasa kekhawatiran itu padanya. Dikira setelah si anak lulus, skenario dia berlaku. Mengatur ini itu dan bermuara pada Happy ending. Ternyata tidak.

Bu Kanjeng, masih menggandeng anaknya sama seperti ketika si anak masuk Taman Kanak-kanak. Ia ke toko beli sepatu baru, baju baru dan pernak perniknya untuk persiapan magang. Dihadapi dengan senyum karena semua itu masih full tanggung jawabnya sebagai orangtua.

Sementara si anak, kekeh. Selesai kuliah kerja. Tanpa memikirkan _backgound_ ilmu yang dimiliki. Rasanya bu Kanjeng ingin membujuknya sekali lagi agar dia mau menuruti keinginan dan arahan ibunya.

Bu Kanjeng merasa masih harus banyak istiqfar dan mengingat Al Quran yang banyak menghibur dan diyakini bahwa janji Allah itu benar.

_”Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya diantara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka; dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya hartamu dan dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar. [At Taghabun:14,15]._

Angan bu Kanjeng _flashback_ saat si buah hati berusia 5 tahun digandeng ke TK Islam yang saat itu masih langka. Ia rela bayar mahal demi pendidikan anaknya. “ora popo”. Ia ingin pondasi yang kuat untuk buah hatinya.

Keinginan bu Kanjeng juga yang mengajak anak itu lompat dari TK A, /O kecil langsung diikutkan tes masuk SD Islam yang notabene super ketat dan punya nilai plus dibanding SD umumnya. Alhamdulillah berhasil, sang anak bisa mengikuti pelajaran yang ada.

Jelang ujian kelas 6, bu Kanjeng sibuk lagi. Anaknya yang saat itu sedang berada di kelas, dimintakan izin mengikuti tes di MTS negeri yang membuka kelas full Day. Sang anak tidak bisa protes tapi berkata lirih.

“Ibu, apakah aku pintar dan bisa masuk di sekolah itu?”

“Hhhsst, pokoknya dicoba.” bu Kanjeng masih ingat itu hari terakhir pendaftaran dan si anak langsung mengerjakan tes yang sudah ada di ruang komputer, lanjut tes baca tulis Al Quran dan tes wawancara. Satu hari selesai lusa sudah pengumuman. Alhamdulillah anak itu diterima walaupun bukan di urutan terbatas.

Tak terasa tiga tahun dijalani dan sampai pada jenjang berikut. Sang anak sudah berinteraksi dengan smartphone juga warnet. Ini yang sering membuat perut bu Kanjeng sering mules. Dan satu cita-cita sang anak, kalau sudah lulus smp minta diantar pak Kanjeng, dia mau bermalam di warnet menyelesaikan games ya. Bu Kanjeng pun mengizinkan selama masih bisa dipantau .

Untuk jenjang SLA, bu Kanjeng turun tangan lagi. Karena di kelas 8 delapan , sang anak pernah studi banding di MAN Insan Cendikia. Bu Kanjeng pun berharap sang anak mau sekolah disana dan berani ikut tes masuk. Sang anak tidak pede. Tetapi bu Kanjeng punya tekad mengawal anaknya mendapatkan apa yang terbaik dunia akhirat.

Tes masuk diadakan di MAN 4 Semarang, untuk peserta dari jawa tengah. Konon ada 4000 yang mendaftar diambil 240 yang ditempatkan di MAN IC Gorontalo dan MAN IC Serpong. Madrasah berbasis boarding School dan gratis.

Bu Kanjeng dengan rombongan sekolah bersama dua orang guru dan 7 siswa yang mau mendaftar pun mencari tempat penginapan dan sewa mobil untuk mendampingi siswa yang ikut tes masuk.

Sementara anak-anak mengerjakan tes untuk 5 mapel plus psykotes. Bu Kanjeng bermunajat di masjid. Bila bel istirahat ganti mapel, anak keluar diberi makan dan dipompa lagi semangatnya. Persis seperti pemain tinju yang berada di pojok ring diberi motivasi lalu bertanding lagi.

Hasil akhir saat diumumkan, Alhamdulillah anak bu Kanjeng termasuk yang bejo. dari sekolahnya yang ikut 7 orang tersaring 3 termasuk anak bu Kanjeng. Sujud syukur dapat sekolah yang baik dan gratis. Sang anak harus mondok dan patuh dengan aturan yang ada. Tingkat pelajaran yang lebih tinggi, dikumpulkan dengan siswa berprestasi yang penuh ambisi.

Dengan susah payah dan penuh perjuangan fase itu bisa dilalui, saat harus melanjutkan kuliah ternyata mereka pemburu beasiswa kuliah di Jepang dan punya target masuk perguruan tinggi negeri favorit.

Tentu saja bu Kanjeng galau lagi ketika sang anak ingin kuliah di jurusan kriminalogi UI. Bu Kanjeng mikir biaya hidup di Jakarta dan pergaulannya. Sebagai orang tua tetap harus mengawal dan mencarikan yang terbaik.

Hmm, sepertinya kalau laki-laki lebih baik kuliah yang di kedinasan. Pilihan jatuh ke STPI. Lagi-lagi sang anak pesimis. Sedang bu Kanjeng selama masih ada kesempatan harus diambil.

” Jurusan ku IPS. Ini ada nilai fisika yang harus diisi.” Salah satu keluhan sang anak ketika mengisi data online.

“Yang penting tidak menyalahi
prosedur. Nilai fisikamu waktu klas 10 cantumkan.” begitu bu Kanjeng memberi saran anaknya.

Setelah itu bu Kanjeng yang sibuk cari materi latihan soal masuk stpi dari berbagai penjuru dan dikirim ke anaknya. Sementara sang anak tetap ikut jalur tes masuk perguruan tinggi.

Semua berproses mengikuti tes 5 tahap, sang anak diterima di STPI sesuai yang ditulis jurusan Air traffic control atau Lalu Lintas Udara. Yang tadinya program D3 ada program lanjut D4. Ikuti saja prosesnya hingga ia lulus.

Setiap anak sudah ada rezekinya masing-masing. Masih harus diminta bersabar dalam proses itu. Karena Airnav baru ada perekrutan pegawai di April 2020. Dan magang itu belum diacc hingga saat ini.

Bu Kanjeng pun sibuk membesarkan hati anaknya. Saat ini dia masih harus kuliah lagi di universitas kehidupan yang sesungguhnya. Ia berada di Yogyakarta berbaur dengan adik-adik sepupu sesama pelajar yang belajar hidup mandiri.

Ada satu peluang lagi yang ingin ditawarkan pada buah hatinya. Lowongan Perwira Karir angkatan udara menantinya. Tetapi rupanya sang anak punya pilihan dan menolak saran ibunya. Bu Kanjeng harus ridha dan ikhlas dengan apa yang jadi pilihan anaknya.

Kembali bu Kanjeng mengingat satu ayat favoritnya yang ada dalam Al Quran

Sesungguh­nya jika kalian bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepada kalian; dan jika kalian mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” ( QS Ibrahim:7)

Plong rasanya hati bu Kanjeng. Biarkan semua berproses dan akan indah pada waktunya.