Sri Sugiastuti gurujalanjalan

Berjuang Menggapai Ridho ALLAH di Dunia & Akhirat


3 Komentar

Solo Surabaya Kupang

Oleh Sri Sugiastuti

Bila hati sudah berniat maka berbuatlah dan ikuti prosesnya.

Jejak literasi Bu Kanjeng semakin memanjangkan kaki ke arah timur. Bila akhir Desember ia bergerak ke barat menuju Sumatera Barat tepatnya Dharmasraya, maka di tahun cantik 2020 ada undangan ke ibu kota NTT pun diambil demi penyebaran virus.cinta literasi

Ada Bu Nia dan Bu.Retno dari Kupang, yang memiliki gagasan cerdas dan bernas atas nama Pengurus Besar PGRI dirasa perlu ikut bertanggungjawab agar virus cinta literasi menyebar dan menular sehingga menjadi menulis dan membaca sebagai gaya hidup guru.

Keberadaan Bu Kanjeng di Kupang pun karena cinta Literasi. 50 Buku seberat 12 kg sudah berangkat sejak hari Selasa pagi dengan harapan saat Bu Kanjeng tiba di Kupang, buku pun sudah siap.

Hiruk pikuk suasana bandara Juanda dan lautan manusia dengan berbagai tujuan seakan jadi simbol betapa Indonesia sebagai negara besar dan luas. Punya mobiltas yang tinggi di.bidang transportasi.

Dengan berbagai pertimbangan dan mengikuti kata hati Bu Kanjeng menghindari transit di bandara Ngurah Rai Bali. Fenomena Covid 19 jadi alasannya. Ia memilih penerbangan langsung Surabaya Kupang pulang pergi. Ada transportasi Kereta Api, ada sahabat literasi di Surabaya dan ada semangat traveling yang membara.

Adanya virus Corona yang melanda dunia tak menyurutkan semangat Bu Kanjeng dalam berliterasi dan berbagi. Potensi diri bersilahturahmi , menjalin persaudaraan dan berbagi begitu kuat di hatinya.

Perjalanan Solo Surabaya selama 4 jam dilanjut pertemuannya dengan Pak Marjuki dan Mba Ririn yang biasa berbagi di group jadi penyemangat langkah Bu Kanjeng menjumpai sahabat barunya di NTT.

Surabaya yang berkembang pesat membuat Bu Kanjeng terkaget-kaget. Maklum Bu Kanjeng terakhir ke Surabaya 1984, saat ia masih kuliah.di semester.akhir

Alhamdulillah Bu Kanjeng merasakan banyak kemudahan. Di stasiun Gubeng ada literasi saat Psk Marjuki dan Mba.RIrin menjemputnya. Mereka sempat.foto bareng dengan buku kebanggaan.

Malam Sudah larut pertemuan singkat harus diakhiri. Bu Kanjeng harus cari tempat.istirahat yang dekat dengan bandara.Karena pukul 06.55.pesawat Lion Air akan membawanya ke Kupang.

Berangkat ke Bandara lebih awal
Bu Kanjeng sempat berbagi.grab saat menuju Bandara..Lumayan bisa berhemat karena ada yang membayar uang parkirnya.

Karena sudah pegang check in online, rasanya lega melangkah.walau harus.antri lagi untuk diprint. Penerbangan dengan indahnya gugusan awan yang.cantik perpaduan warna putih bersih dan biru sungguh memesona.

Mata dan hati serasa mendapat vitamin yang luar biasa.dari tadabur.alam menuju NTT, tepatnya Kupang. Dan larangan membuat foto dipesawat pun dilanggar dan keindahan itu pun abadi terekam.dan terdomentasi .

Pukul 10.00 WITA Bu Kanjeng tiba di El Tari Kupang. Dua Mak Cantik dari.PGRI Kupang menyambut pelukan hangat Bu Kanjeng yang baru pertama kali menginjakkan kaki di Kupang.

Mereka tidak langsung mengantar Bu Kanjeng ke hotel tetapi menuju kampus UPG.1945 untuk menemui Pak Rektor dan staf. Sambutan hangat dan jabat persahabatan beraura positif mengaliri perjumpaan ini.

Solo,Surabaya Kupang dalam catatan literasi Bu Kanjeng. Maret 2020

Bersambung


Tinggalkan komentar

Buku atau Susu

Oleh Sri.Sugiastuti

Buku adalah jendela ilmu dan susu minuman sehat penuh semangat. Apa ini ada hubungannya? Ya pasti ada.Dua benda itu menarik untuk jadi ide menulis Bu Kanjeng.

Usai menularkan virus cinta menulis di acara Seminar dan Workshop yang digelar pengurus PGRI Kupang tanggal 14 Maret 2020, Bu Kanjeng sempat membahas Buku yang jadi salah satu produk setelah workshop.

Ceritanya pihak panitia mendapat banyak sponsor dalam.seminar tersebut. Ada dari Epson, Gadget powerbank, sampai produk susu yang beli satu gratis satu. Acara berlangsung sesuai rundown walau agak molor sedikit.

Bu Kanjeng sebagai pembawa virus cinta literasi dengan semangat 45 di hadapan peserta memotivasi sekaligus memberi materi agar peserta bisa mengubah mindsetnya tentang literasi dan mampu menulis buku. Tentu saja Bu Kanjeng tidak hanya modal PPT, atau tayangan slide dan video. Penyampaian materipun dijelaskan secara cetar sampai pada buku yang bisa dipakai untuk referensi. Buku tersedia di meja bersanding dengan susu

Dari awal hingga akhir peserta terlihat serius dan penuh perhatian. Walaupun dalam.pengamatan antar mereka ada yg asyik berWA ria atau main games. Tetapi dalam pengamatan Bu Kanjeng everything is running well Lalu bagaimana nasib buku dan susu yang dipasang sejajar? Ternyata susu laris manis sedang buku masih menunggu takdirnya.

Artinya bisa ditebak penyebabnya. Lebih dibutuhkan susu yang dijual promo khasiat langsung terlihat. Sedang buku untuk melahap dan mencernanya perlu waktu. Bahkan buku yang didapat gratis pun masih rapih dengan plastiknya tak tersentuh. Itu suatu fakta bahwa orang Indonesia lebih suka menonton daripada membaca.

Itu suatu kenyataan yang harus diterima Bu Kanjeng sebagai duta Bunda Baca yang hatus bisa mengedukasi para ibu agar anggaran beli susu dan buku seimbang. Diharapkan dengan minum susu fisik kuat hingga mampu membaca.dan akhirnya mencapai keinginan bisa menulis.

Bu Kanjeng boleh mimpi sebelum tidur.Selamat malam teman.

Solo,16 Maret.2020
Curhat malam
Sri Sugiastuti mendidik dengan hati
Pegiat Literasi Nusantara