Sri Sugiastuti gurujalanjalan

Berjuang Menggapai Ridho ALLAH di Dunia & Akhirat

CARAKU MENULIS SETIAP HARIOleh Mudafiatun Isriyah

2 Komentar

Judulnya sudah sangat menarik. Ternyata hasil belajar online via WA asyiknya. Nah ini dia hasilnya. Yuk. Disimak. Pasti banyak manfaat nya

Bersama komunitas PGRI Kupang 14 Maret 2020

Selasa, 17 Maret 2020

Tema: Cara Praktis Menulis Buku

Nara sumber: Dra. Sri Sugiastuti, M.Pd

Oleh: Mudafiatun Isriyah

Menulis merupakan kecerdasan Intelektualitas dan Kematangan Berpikir.

Keinginan menjadi penulis diantara kita sangat banyak, namun hanya sedikit yang mewujudkannya. Banyak ditemukan kendala dan hambatan yaitu: 

  1. Tidak memiliki ide
  2. Tidak suka menulis
  3. Tidak berani menerima kritik
  4. Tidak memiliki waktu
  5. Merasa tidak berbakat

Kendala faktor internal yaitu

  1. Motivasi
  2. Etos yang kuat

Keduanya berjalan akan menghasilkan karya tulis. Seperti bagan di bawah ini

Menulis di awali dari:

  1. WHY : Mengapa kita menulis
     Lebih bersifat teknis dan jawaban

nya cenderung mudah dipelajari melalui proses latihan, 

  1. HOW:  Bagaimana cara menulis Lebih filosofisdan berhubungan  dengan nilai, visi dan misi hidup kita di dunia
  2. ALASAN:

mengapa kita menulis bisa sangat beragam,misalnya: 

Lebih bersifat teknis dan jawaban

nya cenderung mudah dipelajari 

melalui proses latihan, 

Lebih filosofis dan berhubungan  dengan nilai, visi dan misi hidup kita di dunia.

mengapa kita menulis bisa sangat beragam, misalnya:

1.      Orientasi Material

Tujuannya mengejar uang, bisa dari royalti, fee pembicara dan semacamnya. Apalagi jika berhasil  menulis novel yang sampai diangkat ke layar lebar

2.      Orientasi Eksistensial

Tujuannya mengejar popularitas dan pengakuan Dari masyarakat

3.      Orientasi Personal

Bersifat lebih pribadi dengan tujuan untuk Mencurahkan atau mengekspresikan perasaan, Pengalaman atau kisah pribadi agar dapat dibaca oleh orang lain.

4.      Orientasi Sosial

Tujuannya untuk mempengaruhi atau mengubah cara berpikir masyarakat serta membangun peradaban.

5.      Orientasi Spiritual

Tujuannya untuk beribadah dan memperoleh pahala dengan mengajak pembaca melakukan perbuatan baik.

Motivasi diri yang kuat disebutkan dalam hadis nabi  “khoirunnas anfa’uhum linnas” (sebaik-baik manusia adalah mereka yang paling bermanfaat untuk manusia lain).

Sebagai penulis pemula:

Berapa lama waktu yang dibutuhkan oleh  seseorang untuk menjadi Penulis Dari Nol?

Ada beberapa kegiatan yang perlu dilakukan untuk menjadi seorang penulis yang baik yaitu:

1. Membaca

Untuk menjadi seorang penulis yang baik, kita perlu membaca banyak buku baik yang bersifat general (umum) maupun spesifik (misalnya sesuai dengan background akademik atau interest pribadi kita)

2. Diskusi

Hal ini penting karena ide dan gagasan seringkali muncul saat kita mendialektikakan bahan bacaan yang kita baca dengan bacaan orang lain atau dengan diri kita sendiri.

Bila diperlukan, ada baiknya kita memiliki mentor menulis yang tepat.

3.  Mengamati dan Merasakan (Look & Feel)

 Baik secara langsung maupun apa yang kita lihat dan baca di media 
 (TV, radio, internet, medsos dll)?

 4. Sosialisasi (Socialize)

Berapa banyak pengetahuan, pengalaman dan kisah orang lain yang dapat kita serap?

A.      Persiapan Menulis ( Writing Preparation)

Kegiatan-kegiatan yang perlu dilakukan dalam proses ini antara lain:

1.      Menggali dan Menemukan Gagasan/Ide

PppPada tahap ini, penulis melakukan kegiatan penggalian gagasan atau ide. Kegiatan ini bisa dilakukan melalui pengamatan baik terhadap kejadian atau peristiwa yang terjadi, imajinasi, dan kajian pustaka. 
Untuk mempermudah proses penemuan ide, cara efektif yang dapat digunakan adalah melalui brainstorming.

2.      Menentukan Tujuan, Genre dan Segmen Pembaca

Setelah menentukan gagasan/ide, penulis perlu menentukan tujuan menulis, genre yang diikuti serta target segmen pembaca. Sasaran pembaca akan menjadi bahan pertimbangan penting dalam menentukan warna tulisan. 
Selain itu, kita harus memastikan bahwa tulisan yang kita hasilkan akan marketable

3.      Menentukan Topik

      Menentukan Topik

Setelah menentukan gagasan/ide, penulis perlu menentukan tujuan menulis, genre yang diikuti serta target segmen pembaca. Sasaran pembaca akan menjadi bahan pertimbangan penting dalam menentukan warna tulisan. 
Selain itu, kita harus memastikan bahwa tulisan yang kita hasilkan akan marketable

4.      Membuat Outline

Outline merupakan bentuk kerangka tulisan. 
Kerangka tersebut menunjukkan gambaran materi yang akan ditulis. Menulis outline cukup dengan garis besarnya saja.

Karakteristik outline yang baik memiliki kesederajatan yang logis, kesetaraan struktur, kepaduan, dan penekanan.

5.      Mengumpulkan Bahan Materi/Buku

Penulis wajib membaca banyak buku dan sumber bacaan lain untuk memperkaya perspektif dan referensi. Selain itu agar semakin banyak ide atau gagasan yang dapat dikembangkan.

Apabila sudah menemukan topik, maka bahan bacaan yang dikumpulkan sesuai dengan topik yang sudah ditentukan.

B.     Bagaimana Cara Menulis

Caranya, Just do it – lakukan saja

Penulis pemula sebaiknya lebih fokus pada:

1.       ketekunan (persistence) dalam proses menulis.

2.      Menulis itu harus sabar.

3.      Tulislah semampu kita terlebih dahulu.

4.      Jangan berfikir harus sempurna,

5.      jangan terlalu idealis.

Bayangkan jika buku kita best seller 
kita akan jadi penulis populer, diundang ke berbagai acara, berkesempatan memiliki relasi yang luas, royalti dari buku kita dapat membantu mencukupi kebutuhan hidup, untuk anak-anak atau untuk membantu orang tua kita. Manfaatnya bisa untuk jangka panjang.

Menulis buku jika dimaknai sebagai 
amal shaleh yang  tidak pernah terputus sepanjang masih dibaca dan mendatangkan manfaat bagi orang lain, maka kita telah menanamkan investasi besar 
untuk kehidupan akhirat.

A.    Langkah selanjutnya (Next steps)

Dalam proses menulis, 
Yang perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut:

1.      Setelah kita menyelesaikan naskah kasar
dari buku yang kita tulis (rough draft),

2.      tahapan yang harus dilewati hingga terbitnya buku kita adalah:

a)      Editing

b)      Rivising

c)      Publishing

1.       Penyuntingan (Editing) Yaitu langkah perbaikan draf naskah berdasarkan pedoman yang berlaku. Pada tahapan ini membahas tentang: 
 a. Membaca ulang
 b. Menyempurnakan draf

Kegiatan menyempurnakan draf dapat dilakukan melalui: 1)Teknik penulisan berdasarkan PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia).

Berdasarkan PUEBI tahun 2016, teknik penyuntingan naskah dilakukan berdasarkan: Pemakaian huruf, penulisan kata, pemakaian tanda bacadan penulisan unsur serapan, 2) Sistematika penulisan, 3) Isi tulisan.

  1. Revisi (Revising) Yaitu langkahmemperbaiki naskah

Tahapan ini Membahas Tentang:

 a. Mengubah beberapa bagian naskah.

  b. Melengkapi naskah  
1) Menambahi materi yang diperlukan tapi belum terdapat di dalam naskah.
 2) Menghapus beberapa bagian tulisan yang dianggap tidak perlu.

c. Mengevaluasi kembali naskah untuk menihilkan kesalahan tulis.

  1. Publikasi (Publishing) Yaitu langkah mempublikasikan karya/tulisan

Tahapan ini Membahas Tentang:
a. Pengiriman naskah
Dalam mengirimkan naskah, penulis perlu mengetahui alur penerbitan
agar bisa memilih jalur penerbitan yang sesuai dengan pilihannya.

Dalam hal ini, ada dua  jalur penerbitan yang bisa dipilih, yaitu:
1) Major Publishing (penerbit umum)
2) Self Publishing (penerbit independen)

Tahapan ini Membahas Tentang:       

b. Pracetak (perwajahan buku, tata letak, ISBN, proof reading)
Proses pracetak dilakukan setelah naskah selesai dan sudah dilakukan proses.

penyuntingan. Proses ini meliputi perwajahan buku (cover), tata letak (layout), pengurusan ISBN (international standard book number).

Proses ini melibatkan pihak lain. 
Penulis bisa meminta bantuan desainer untuk membuat cover buku. 
Untuk membantu desainer membuat sampul (cover), diperlukan sinopsis. 
Sinopsis ini memuat judul buku, pengarang, ringkasan isi buku.

Tahapan ini Membahas Tentang:

c. Pencetakan 
Proses cetak merupakan proses akhir dalam penulisan buku. Ada        beberapa alternative pencetakan buku, melalui penerbit mayor                atau penerbit indie. Produknya juga bisa berbentuk cetak maupun        digital. 

Masing-masing ada kelebihan dan kekurangannya.

Tahapan ini Membahas Tentang:

d. Promosi dan distribusi
Buku yang telah tercetak memerlukan proses promosi serta distribusi.                           

Promosi bisa dilakukan melalui media sosial (Facebook, Instagram,   WhatsApp, atau yang lainnya). 

Promosi juga bisa dilakukan melalui resensi buku di media cetak                seperti koran, majalah, buletin, selebaran, bedah buku, seminar, talk show atau yang lainnya.

Kesimpulan

1.  Menulis itu mudah

2. Ubahlah mind set Anda agar mampu untuk menulis

  1. Jadilah diri sendiri dan tulislah apa yang Anda Sukai dan Anda kuasai

Narsum Ibu Sri Sugiastuti

Sumber

Mudafiatun Isriyah

Indahnya berbagi bersama Prof Ign Wardiman di hotel Pelangi Kupang NTT 14 Maret 2020

Penulis: astutianamudjono

I am a teacher, motivator, blogger who try sharing and growing together.

2 thoughts on “CARAKU MENULIS SETIAP HARIOleh Mudafiatun Isriyah

  1. Alhamdulillah semoga konsistensi menulis menjadi keinginan yang kuat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s