Sri Sugiastuti gurujalanjalan

Berjuang Menggapai Ridho ALLAH di Dunia & Akhirat


Tinggalkan komentar

Sepenggal Siang Di Kupang

Sri Sugiastuti

“Kupang aku datang dengan penuh harapan. Sahabatku, komunitasku, silaturahmiku, berbagiku, dan travelingku. Tetapi waktu begitu singkat, jelajahku, kegiatanku, kulinerku, dan city tourku?” Gejolak batin Bu Kanjeng berdendang penuh tanya. Sampai akhirnya biar Allah yang maha mengatur apa yang menjadi kodratullahnya.

Sampai pada titik ini, Bu Kanjeng selalu optimis dan bersemangat walau hanya 3 hari di Kupang ia ingin menorehkan sejarah singkatnya dalam tulisan. Bu Kanjeng ingin tiap detik yang dirasakan bisa menginspirasi pembaca juga mencerahkan. Ahay tentu ini bukan hal yang dipaksakan. Biarkan semua mengalir dalam sebuah tulisan.

Bu Kanjeng yakin ini bukan kebetulan tetapi lebih pada Allah lah yang menggerakkan hati keluarga Bu Syaidah mengantar dan mendampingi Bu Kanjeng selama di Kupang di sela kegiatan seminar dan Workshop di hotel Pelangi Kupang. Ia ingin waktu yang singkat di Kupang bisa berkualitas dan penuh manfaat.

Saat mengisi hari Ahad ceria di Kupang, sepulang dari pantai Lasiana membawa kisah pohon lontar, Bu Kanjeng transit sejenak di rumah Bu Syaidah sambil menunggu saat salat dzuhur. Bu Kanjeng yang fakir kuota karena sinyal 3 tidak ada, ia bisa menggunakan wifi rumah untuk berkabar ria dengan orang rumah. Dan yang terpenting berita penyebaran si Covid 19 dan kebijakan yang diambil pemerintah. Sungguh berita itu membuat hatinya was-was. Ia harus waspada dan jangan sampai terpapar virus Covid 19.

Alhamdulillah Bu Kanjeng bisa rehat sesaat. Usai salat dzuhur, syahibul bait menghidangkan semangok bakso lembut yang super yummy Pentolnya besar. Bu Kanjeng hanya sanggup menyantap 2 pentol. Sisanya masuk kotak tupple ware bisa untuk teman perjalanan. ( selalu ada celah untuk berhemat).

Suasana siang yang cerah di halaman menuju King Restro Kupang

Koper keluar dari kamar dan menempati posisi di mobil bagian belakang. Begitu keluar rumah, udara asli Kupang menyengat. Bu Syaidah dan keluarga mengajak Bu Kanjeng makan siang di King Restro yang letaknya di tepi pantai. Bu Kanjeng punya kesempatan makan siang di King Restro yang keren dengan nuansa bambu dan view yang memesona. Sepenggal waktu yang ada sebelum menuju bandara El Tari. King Restro memang salah satu distinasi yang direkomenasikan oleh salah satu peserta seminar kemarin.

Perkiraan Bu Kanjeng tidak salah, mobil menuju arah barat menyusuri jalan tepi pantai. Mereka melewati masjid raya yang semalam Bu Kanjeng diantar kesana untuk salat magrib. Seakan kembali menghapal jalan yang dilewati. Bedanya saat lewat malam hari dan siang.

Dalam hitungan 15 menit mobil berhenti. Bu Kanjeng dan Bu Syaidah turun menuju kios Se’i. Ada 2 bungkus kripik paru dan 1pak Se’i dibeli Bu Syaidah untuk Bu Kanjeng. Alhamdulillah.

Mobil kembali melaju menuju King Restro. Bu Kanjeng tidak menyia-nyiakan yang ada di depan matanya. Tadabur alam ala Bu Kanjeng mulai lagi. Ia membuat video juga menikmati suasana keindahan kehidupan di tepi pantai. Udara panas, langit cerah, lambaian gemulai daun lontar tertiup angin laut jadi bagian dari rasa syukur Bu Kanjeng saat berada di Kupang.

Memasuki area King Restro yang konsep bangunannya terbuat dari bambu kekaguman Bu Kanjeng bertambah. Apalagi letaknya yang menjorok ke pantai sangat memanjakan mata saat melihat laut lepas. Kalau bukan karena izin-Nya Bu Kanjeng tak akan sampai ke King Restro Kupang. Ini semua disadari Bu Kanjeng bagian dari ” Rahasia Silaturahmi” yang jadi potensi dirinya.

Andai Bu Kanjeng punya waktu yang longgar, pasti setiap sudut view di King Restro jadi korban jeprat jepret ala Bu Kanjeng. Kenyataannya ia cukup berswa foto ala kadarnya sambil memilih menu yang tertulis di buku menu yang tersedia. Keluarga Bu Syaidah dengan cepat memiliki menu yang diinginkan. Sementara Bu Kanjeng ingin sesuatu yang khas dari menu di King Restro.

Bu Kanjeng butuh gizi yang baik sebagai benteng pertahanannya agar terhindar dari virus Covid 19 yang sedang melanda dunia. Pesan Pak Kanjeng agar ia menjaga kebersihan dan kesehatan terutama daya tahan tubuhnya karena akan menempuh perjalanan pulang yang cukup jauh, apalagi harus transit di bandara Juanda Surabaya. Dan kota Solo dalam status KLB ( Kejadian Luar Biasa) Sudah ada korban dari penyebaran virus Covid 19.

Pertimbangan memilih menu sehat bermanfaat dan bisa jadi kekuatan untuk melanjutkan perjalanan agar sampai rumah dengan selamat, pilihan menu pun tertuju pada sepiring nasi putih, Se’i hot plate dan Banana float ice cream.

Sambil menunggu hidangan tersaji Bu Kanjeng meminta password wifi King Restro. Ya jaringan wifi ini sangat menolong Bu Kanjeng. Ia bisa Vicall dengan keluarganya di Solo, debgan Omjay sohibnya, juga dengan panitia workshop yang baru usai digelar.

Pesanan datang dan terhidang. Mata Bu Kanjeng terbelalak tak percaya, karena porsinya jumbo. Se’i Hot plate dan ice cream Banana flot meliriknya. “Ayo segera nikmati sensasinya. Se’i sapi khas Kupang akan segera dieksekusi.

Bersama Bu Syaidah yang berbaik hati mengantar Bu Kanjeng keliling Kupang

#Kupang 15 Maret 2020
#KLB di Solo
#King Restro Kupang

Bersambung