Sri Sugiastuti gurujalanjalan

Berjuang Menggapai Ridho ALLAH di Dunia & Akhirat

Tahu Kupat dan Silaturahmi

Tinggalkan komentar

Oleh : Sri Sugiastuti

Kudapan yang berbahan dasar tahu itu selalu menyelera. Pernah kah menghitung berapa jenis makanan yang berbahan dasar tahu?. Hmmm, dari mulai tahu goreng hingga pepes tahu semua tak pernah membosankan. Ya kami termasuk golongan Tahu mania.

Alhamdulillah, siang ini saya dan pak Kanjeng terdampar di warung tahu kupat Sido Mampir yang letaknya di belakang kampus UNS. Loh koq bisa nyasar ke warung itu? Ceritanya panjang.

Kami yang start dari rumah pukul 8.30 berbusana siap datang ke resepsi pernikahan anak sahabat yang dilaksanakan di masjid dekat rumahnya. Dengan style yakin dan layaknya orang mau resepsi kami pun melunjur ke perum UNS V daerah Palur. Tiba di lokasi, loh koq sepi, padahal di undangan jelas tertulis akad nikah hari Ahad tagl 29 April 2019. Kami terlalu percaya diri dan yakin kalau kesalahan ada di tanggal yang tertera, bukan tanggal 29.,tetapi tanggal 28 hati ini.

Badalah, ternyata yang salah harinya. Pantas saja rumah itu terlihat sepi. Itu pun kami dapat informasi dari tetangga sebelah yang sedang menyapu halaman. Kami pun menuju ke rumah calon pengantin.

Aroma dan suasana rumah orang yang akan punya hajat tidak tercium sama sekali, kerabat dan sanak saudara tak terlihay, bahkan calon pengantin putri pun sedang keluat belanja memenuhi apa yang dibutuhkan jelang hati H pernikahannya.

Rupanya zaman sudah berubah, di era revolusi 4,0 semua dibuat serba simple dan anti ribet. Kedekatan antar tetangga di perumahan kurang akrab, tidak seperti dulu dimana aura gotong royong dan kebersamaan di saat tetangga punya hajat terlihat sangat kental.

Kami pun bahagia dan memak salah hati yang tertera di undangan bisa jafi ajang temu kangen dengan dengan kerabat yang akan menikahkan putrinya. Ya putrinya yang sudah berada di usia kritis untuk menikah, usia 32 tahun. Ibu yang seorang single parent tentu saja sempat was-was kalau ansknya tidak ada jodohnya. Dasar naluri jurnalis itu mengikuti diri ini, banyak sekali info yang bisa digali dari ngobrol singkat itu.

Lalu apa hubungannya denga. Tahu kupat ya? Jafi setiap saya silaturahmi ke Palur, hidangan tahu kupat tak pernah lowong. Nah tadi pun setelah terhidang teh panas dan teman-temannyya. Tahu kupat sudah jafi incaran. Tetapi masalahnya sudah ditunggu hampir sati jam tuksng tahu kupat belum juga datang.

Dengan dalih masih banyak kegiatan yang harus diselesaikan, kami pun pamitan. Saat itu jam belum sampai di angka 11 siang. Doa restu kami haturkan dan permohonan maaf kalau besok tidak bisa hadir karena jam kerja dan acara pun padat merayap.

Saya paham banget kalau perut pak Kanjeng keroncongan. ” Siap pak, kita kulineran tahu kupat”..janjiku padanya. Keluar dari perumahan tugas sayamelihat kanan dan kiri. Adakah warung tahu kupat. Duh saya malah tertarik untuk minta berhenti di warung sayur yang terlihat lengkap. Judulnya jadi lapar mata.

Ada bandeng presto, pindang salem, tempe, bumbu dapur, gula pasir juga kelapa parut. Plung semua berpindah ke tas kresek dan nyentel di bagian depan sepeda motor. Kami pun lanjut perjalanan.. Sepanjang mata dalam. Pencarian tahu kupat yang mterlihat kebanyakan bakso dan mie ayam, plus anek ayam geprek, bakar, dan aneka steak.

Jangan putus asa ayo warung tahu kupat pasti ada di sekitar belakang kampus uns. Yes saya temukan. ” Ayo pak puter balik, warung tahu kupat ada di kanan jalan. Kami turun dan hanya memesan 1 porsi tahu kupat komplet plus air putih hangat. Karen tadi ketika bertamu sudah 1gelas teh manis.

Tidak memakai lama, hidangan pun siap. Rutual berikut minta sendok tambahkan, karena saya bakal jadi perusuh ketika pak Kanjeng makan, tahu hangat yang ada di piring racikan tahu kupat perlahan tapi pasti masuk ke dalam mulut saya dan menari- nari. Sungguh sedap rasanya.

Ketika order saya lupa, seharusnya kupat dan mie basah kuning tidak disertakan. Melihat pak Kanjeng yang rada kurang ikhlas say rusuhi. Akhirnya kami pesan 1 lagi sama seperti yang tadi tapi tanpa kupat dan mie kuning.

Baru menikmati tahu kupat ronde 2, terdengar
suara azan, pak Kanjeng langsung salah tingkah. Sudah selesai bapak bisa langdung ke masjid. Biarkan saya nunggu di warung sambil berWA ria.

Akhirnya 2 porsi tahu kupat bersarang di perut kami. Tahu kupat yang punya rasa khas jawa ini terdiri dari tahu, bakwan, telur dadar, kobis, kacang sledri juga bawang koreng. Semua membuat lidah bergoyang.

Begitulah takdir yang ditemui perut kami sebagai sarapan sekaligus makan siang. Berharapnya menerima hidangan layaknya pesta pernikahan tetapi rezeki dari Allah dua porsi tahu kupat yang sudah lama dirindukan. Entah karena perut lapar atau memang racikan tahu kupat Sido Mampir ini yang yummy, tetapi yang jelas pak Kanjeng terpuaskan dengan dua porsi tahu kupat sambil didampingi si perusuh yang ikut nimbrung nyomot tahu hangat dan bakwan yang terhidang bagian dari campuran racikan tahu kupat.

Apa pun menunya kalau sepiring berdua dengan pujaan hati dan dinikmati dalam keadaan sehat insyaallah ada keberkahan di dalamnya.

Edisi kondangan di undangan yang salah hari.

Penulis: astutianamudjono

I am a teacher, motivator, blogger who try sharing and growing together.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s