Sri Sugiastuti gurujalanjalan

Berjuang Menggapai Ridho ALLAH di Dunia & Akhirat


20 Komentar

Klinong-Klinong Ke Pasar Gawok Sukoharjo

 

Dear friends,

Saya lagi iseng nih dan nemu foto-foto hasil jepretan saya waktu ikut mas Hubby klinong-klinong ke pasar Gawok Sukoharjo. Sayang kalau ngga berbagi di blog atau paling tidak suatu saat cucu saya bisa mengenang kegiatan Uti sama Akungnya ketika menikmati waktu senggang sambil klinong klinong ke pasar Gawok.

Kenapa saya bisa berada di pasar Gawok? Penasaran aja. Ternyata pasar tradisional ini buat mas Hubby penuh kenangan. Maklum masa kecil  beliau dulu tinggal di Sukoharjo. Sedangkan saya  dibesarkan di Jakarta. Konon  pasar Gawok termasuk pasar tradisional yang sampai saat ini masih kental dengan suasana jadulnya.

Pasar Gawok terletak di sebelah tenggara kota Solo.Tepatnya di desa Geneng,kecamatan Gatak kabupaten Sukoharjo. Jangan kaget ya.. pasar Gawok hanya ramai pada hari pasaran Pon. Dulu  sih pada zaman Belanda pasar ini buka tiapa hari. Entah mengapa justru setelah merdeka ini pasar hanya ramai di hari pasaran Pon. Tahu kan Pon bagian dari nama pasaran yang ada di Jawa. Kliwon, Wage, Pon, Pahing dan Legi.Pasar Gawok sama lah dengan pasar tradisional lain, yang menyediakan  berbagai barang dagangan yang komplet plet untuk kebutuhan rumah tangga.

Areal pasar Gawok menurut saya cukup luas, suasana di hari pasaran Pon ngga bisa saya ceritakan dengan detail karena aromanya nano-nano, ada bau asap rokok Tingwe (ngelinting dewe ) dengan tembakau yang mereka miliki. Suara pande besi yang menempa pisau pacul dan aritbergema, Lalu suara penjual pakaian dan sepatu dengan pengeras suara juga mewarnai kehidupan pasar Gawok di hari pasaran Pon.

Tapi yang saya minati di pasar Gawok kali ini adalah unggas dan Kambing. Makanya yang saya abadikan foto kambing dan unggas. Saya sangat terpesona dengan kambing hitam yang tertumpah cairan cat putih dari Allah. Subhanallah siapa coba yang bisa mewarnai Kambing seperti ini ?

Ini Kambing warnanya mempesona

Ini Kambing warnanya mempesona pasti pemiliknya bangga ya

Hmmm, saat mas Hubby sedang hunting bibit tanaman, sementara saya asyik memperhatikan kesibukan pedagang ternak yang menawarkan hewan ternaknya. Kambing ini biasanya banyak dicari oleh orang yang ingin mengadakan peringatan 1000 kerabat atau keluarganya yang meninggal, atau bisa juga untuk Aqiqah. Sedangkan penjual membawa hewan ternaknya untuk dijual sebagai mata pencaharian atau ada kebutuhan mendadak yang harus dipenuhi terpaksa menjual hewan peliharaannya dan kemungkinan akan ditukar dengan yang lebih kecil untuk dipelihara lagi.

 

Suasana pasar hewan Gawok, Sukoharjo

Suasana pasar hewan Gawok, Sukoharjo, dipilih, dipilih

Beginilah suasana pasar Gawok, banyak terjadi transaksi jual beli disana. Seakan pasar ini jadi sarana bagi hamba Allah untuk mengais rezeki. Kita tinggal memilih mana yang kita butuhkan sesuai dengan keuangan yang ada. Biasanya hari pasaran pasar Gawok selalu dinanti oleh orang yang ingin bertransaksi

 

Mentok yang sehat dan gemuk diperjual belikan di pasar hewan Gawok

Mentok yang sehat dan gemuk diperjual belikan di pasar hewan Gawok

Nah, begitu juga dengan unggas seperti mentok dan bebek. Ada juga sih ayam. Tapi sekali lagi saat itu saya lagi suka yang ada di bagian hewan ini. Mentok yang  terlihat gemuk dan sehat siap dikonsumsi dagingny taua boleh juga dipelihara lagi diambil telurnya’ Daging mentok enak loh dimasak opor atau dimasak rica-rica. Oya sedikit info biasanya pemilk methok menjual hewannya secara borongonan . Mungkin 10 ekor atau lebih tergantung usianya dan angkatannya.

 

Yang mau ternak bebek juga tersedia di pasar Gawok

Yang mau ternak bebek juga tersedia di pasar Gawok

Ini bebek-bebek yang mau berpindah majikan ya. Sepertinya bebek-bebek ini sudah siap bertelur dan harganya juga  mahal. Pembeli tidak perlu menunggu lama, bebek-bebek ini akan bertelur dalam beberapa hari lagi. Kalau bebek ini pejantan biasanya untuk konsumsi rumah makan bebek penyet dan bebek masak lainnya.

 

Meri alias anak bebek jadi salah satu dagangan yang dicari peternak..

Meri alias anak bebek jadi salah satu dagangan yang dicari peternak..

Entah bagaimana membawanya unggas yang akan dijual ini sudah berjajar rapih di tengah pasar ini Hmm biasanya mereka memakai bronjong (keranjang besar yang terbuat dari bambu yang mereka letakkan di bagian belakang sepeda onthel, ataupun sepeda motor mereka)

Meri, alias anak bebek ini juga segera akan berpindah rumah. Banyak peternak yang membutuhkan bibit bebek yang masih meri untuk dibesarkan. Mengamati peminat bebek goreng semakin banyak. Maka orang yang tergerak untuk ternak bebekk pun semakin banyak. Tapi saya tidak melihat rumah makan bebek goreng di sekitar situ.

Sebelum meninggalkan pasar Gawok rasanya ngga afdol buat mas Hubby kalau tidak mapir dulu ke warung yang ada di pasar Gawok. Saya memilih  soto sapi dengan teh anget krampul sedangkan mas Hubby nasi pecel belut goreng dan segelas air jeruk hangat

Tak terasa hari sudah siang mas Hubby meras puas mendapat bibit terong dan cabe yang rencananya mau ditanam di kebun sebelah rumah. Kami nenuju parkiran dan pulang menyusuri sawah dengan pemandangan yang adem di mata.   Hati juga bersyukur bisa menikmati suasana pedesaan yang kental dengan keikhlasan hidup.

Janji lain waktu mau ngulik lagi ke pasar Gawok dengan melihat sisi lain yang berbeda. Terima kasih ya Allah, Kau beri kesempatan hambaMu untuk selalu bersyukur dengan segala karuniaMU.

 

 

 


26 Komentar

Telaga Warna yang Eksotik

112

Taman yang ada di dekat telaga warna di Dieng Wonosobo

Hi, mau nanya nih, sudah pernah jalan-jalan ke Dieng kah? Kalau sudah pasti banyak ya bisa dinikmati di sana. Sampai bingung  deh mana dulu  yang mau diceritain. Nah kali ini saya mau berbagi kenangan yang saya rasakan ketika jalan-jalan ke Telaga Warna yang jadi salah satu obyek wisata di Dieng Wonosobo.

Kami sengaja dari Solo pagi hari lewat Kopeng, Blabak, Magelang Secang, Temanggung baru menuju Ke Wonosobo. Sepanjang jalan mata ini dimanjakan dengan pemadangan pegunungan Telomoyo dan lereng lerengnya yang ditanami aneka jenis sayuran yang tumbuh di daerah pegunungan. Pas waktunya perut mulai keroncongan kami berhenti di pinggir jalan menikmati bekal yang kami bawa. Sudah niat mau sarapan di pinggir jalan sambil menikmati udara sejuk pegunungan Telomoyo.

033

Makan dulu di pinggir jalan sebelum melanjutkan ke tempat tujuan

Bekal yang kami bawa cukup menyelera. Nasi kotak yang sudah dilengkapi dengan ayam goreng, lalapan dan oseng kikil yang maknyoss. Acara sarapan selesai. Cuusss.. yuk lanjut mobil meluncur cepat melewati jalur yang kami pilih. Saya menikmati perjalanan Temanggung-Wonosobo yang terus menuju ke Dieng. Sebelum sampai di obyek wisata Telaga Warna kami sempat berhenti di gardu pandang karena si Aura cucu saya kebelet pipis. Yuk turun dulu yang mau pipis siapa lagi nih?

 
066

Yang bisa dilihat dari pos gardu pandang.. kebun kentang yang sangat terkenal dari Dieng

Karena perjalanan lancar jam 10 kami sudah sampai Telaga Warna. Hmm ternyata bener apa kata mbah Google pemandangan dan udara pegunungan di obyek wisata ini sejuk, bersih dan penuh dengan ketenangan. Waktu itu masih pagi dan harinya sabtu juga sedang tidak musim liburan jadi ngga terlalu ramai.

 
Setelah membeli tiket kami masuk  ke lokasi telaga Warna. Seakan ngga percaya melihat danau atau telaga yang saat itu dalam keadaan kering air danau tidak melimpah dan warna yang muncul siang itu hijau cantik sekali’
 
088

Telaga Warna yang sedang kering, tetap saja memancarkan keindahan dan ada misterinya

Pasti pada penasaran ya koq dibilang unik cantik dan ada kesan misterinya. Konon air di telaga ini kerap berubah-ubah warnanya. Kadang kekuningan, hijau, biru, bahkan sering juga memancarkan warna pelangi. Tepat sekali bila penduduk di sekitar Dieng menyebutnya telaga Warna.

Telaga Warna ini berada di ketinggian 2000 meter diatas permukaan laut, dan dikelilingi oleh pemandangan pegunungan dan pepohonan yang hijau. Jika kalian ingin menikmati cantiknya Telaga Warna Dieng ini, Pagi dan Siang Hari adalah waktu yang tepat untuk menikmatinya. Karena apabila kalian datang sore hari, Kalian hanya akan melihat kumpulan kabut yang menutupi lembah.

Kami merasa beruntung bisa berada di ketinggian 2000 meter.Telaga Warna berada di desa Dieng  Wetan, kecamatan Kejajar. Wonosobo. Menikmati keunikan pemandangan alam di sekitar telaga Warna. Air telaga yang mengering dan terkesan tenang sedang di pinggir telaga pepohonan rindangmenambah kekaguman saya dan keluarga ketika tadabur alam di Dieng.

085

Telaga yang kering dan pohon kering yang dibiarkan tumbang, memberi kesan bila telaga ini tidak kering pohon tersebut akan tenggelam.

Kami sempat menyusuri tepi telaga yang di kelilingi pohon rindang terkesan serem. Menurut sejarah telaga ini terjadi karena letusan gunung Purba ratusan tahun yang lalu.Kalau kisah mitosnya boleh percaya ngga percaya warna telaga itu berasal dari cicin milik seorang bangsawan yang jatuh ke dasar telaga. Makany air di dalam telaga itu bersinar indah seperti cicin milik bangsawan tersebut.

Tapi kalau menurut pnelitian yang akurat, warna itu muncul karena ada pembiasan dari cahaya yang ada di sekitar telaga, warna langit biru, kekuningan, hijau atau mungkin bila cuaca mendung air telaga akan berubah warna menjadi abu-abu.

Oya di sebelah telaga Warna masih ada telaga Pengilon. Sayangnya kami tidak menunjunginya. Kami malah tertarik untuk menyusuri goa yang ada di sekitar tepi danau.Samapi saat ini masih ada salah satu goa yang digunakan untuk upacara keagamaan biasanya mereka adalah umat Hindu. Goa di sekitar telaga   cukup banyak ada goa Semar, Goa Sumur, goa Batu Tulis dan goa Jaran

108

Jalan menyusuri tepi telaga di antara pepohonan yang rindang menuju goa yang di sekitar tepi telaga

Rasanya kami betah berlama-lama di tepi telaga sambil menikmati jagung rebus dan iringan musik pengamen yang buka lapak di dekat tepi pantai yang berhasil menghibur pengunjung, sekaligus mengumpulkan rupiah yang bisa dibawa pulang.

Bila anda penasaran karena belum pernah kesana. Jangan ditunda. Sebelum jalan-jalan ke Luar Negeri wajib hukumnya menikmati keindahan alam Bumi Pertiwi ini.

Untuk saat ini wisata ke Dieng belum bisa menggunakan bus wisata yang besar. Pertimbangannya adalah jalan yang sempit dan naik turun plus berkelak kelok pula. Jadi sebaikanya menggunakan bus wisata mini, kendaraan pribadi, angkutana umum, sepeda motor atau carter bus mini yang dimiliki oleh Kabupaten Dieng.

 

 

Untuk tiket masuk, bayar parkir dan melihat obyek wisata yang berdekatan di komplek Dieng sangat bervariasi. Yang jelas bila membeli tiket perorangan dan rombongan tentunya berbeda.

Nah itu tadi sekelumit foto bercerita yang sempat saya simpan di memori saya. Semoga besok jumpa lagi dengan cerita jala- jalan kami yang lain.


4 Komentar

My Beloved Son …We Love You

20150501_055957
My happy Family

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kerinduan seorang ibu pada  anaknya sering datang tiba-tiba. Itu yang saya alami setelah puas memeluknya dalam doa..Allah gerakkan tangan ini membuka album lama yang ada di lepi jadul saya. Biarkan saya menulisnya dalam blog ini ya sebagai bukti bahwa saya begitu mencintainya karena kau amanah berharga yang Allah berikan pada saya.

Mau flash back bentar ya..My son  ini anak mahal dan ujian untuk mendapatkan amanah ini juga luar biasa. Saya harus hamil empat kali, pada hamil yang ke empat ini saya baru dipercaya Allah merawatnya menyayanginya dan menjaganya agar menjadi anak yang saleh. My Bocin lahir pada tanggal 7 Januari 1998 dengan berat badan 4 kg. di bulan ramadhan di saat waktu orang tertidur lelap, ketuban pecah lebih dulu berhamburan di sepanjang jalan menuju rumah sakit. My Son lahir normal tanpa bantuan alat tapi saya sempat berhenti mengejan sejenak.

Baca lebih lanjut


3 Komentar

Tradisi Orang Betawi Pergi Haji

1. TRADISI ORANG BETAWI PERGI HAJI

Ya Allah ya Robbi
Cari untung yang lebi
Biar bisa pegi haji
Jiarah kuburan nabi nabi

Catatan hati saya menuju tanah suci akan diawali dengan masa kecil saya di tahun 1960 an dan tradisi orang Betawi pergi haji. Tentu ada alasannya. Sungguh bagi saya tradisi ini sebagai motivasi awal betapa saya ingin menjadi tamu Allah. Orangtua saya berasal dari Solo tapi kami tinggal di lingkungan orang Betawi. Kami sebagai pendatang mendapat julukan orang Jawa kowek yang ngendon di Jakarta. Orang Betawi walau kadang bicaranya nyelekit pada prinsipnya mereka sangat baik kebanyakan dari mereka memiliki sifat ikhlas dan tidak kikir.

Konon kata “Betawi” itu plesetan dari nama Batavia kota yang berada di pinggir teluk Jakarta. Ada juga yang mengatakan Betawi itu berasal dari kata “Bataav”. Sedangkan yang lebih konyol lagi ada yang mengatakan bahwa kata “ Betawi “ berasal dari “mambet tahi” yang artinya bau kotoran. Hal ini berdasarkan kisah perang yang dialami antara antara pasukan Mataram dan Kompeni berperang. Karena sisa kompeni tinggal beberapa orang persediaan peluru juga sudah menipis, salah satu dari Kompeni itu mengambil kotoran manusia lalu memasukkan ke dalam panci, lalu kotoran tersebut dilemparkan kepada pasukan Mataram yang berada di luar tembok sehingga mereka menjauh dan berteriak “Mambet tahi” !, Mambet tahi! Sejak itu Batavia sering disebut Betawi.

Keluarga kami bergaul dengan orang Betawi dengan baik. Kehidupan dan tradisi orang Betawi sangat mewarnai masa kecil saya. Hampir semua tradisi yang ada di Betawi bisa saya amati. Ada tradisi pernikahan, khitanan, kematian, kelahiran, ajang silahturahmi, makanan khas, mencari hiburan dan juga ritual keagamaan orang Betawi yang sangat agamis ikut mewarnai kehidupanku dalam beragama.
Saya masih ingat ketika di siang hari tetangga kami datang ke rumah. Kebetulan Ibu tidak ada jadi saya yang menemuinya.
“Salamualaikum. Ibu ade Neng,?” terdengar suara seorang perempuan memasuki teras rumah.
“ Ibu belum pulang Nyak Haji,”jawab saya spontan.
“Oh. Tolong sampein aje ye Neng, minggu depan diajak nonton penganten. Si Dijeh anak perawan nyak Haji udeh ketemu jodonye.”
“Iye Nyak Haji, ntar aye sampein. Nanggap orkes melayu apa layar tancep Nyak Haji?” Tanya saya ingin tahu.
“Orkes Melayu. Pan calon lakinye Dijeh emang demen banget orkes Melayu,”jelas nyak Haji

Masa kecil hingga masa remaja saya memang kental tradisi yang ada di Betawi. Saya juga larut dengan kegiatan agama yang sering diadakan oleh kelompok atau majlis ta’lim yang ada di sekitar rumah. Saya sering ikut ibu saya atau tetangga sebelah rumah yang asli orang Betawi menghadiri banyak pengajiaan yang diadakan pada tiap perayaan hari besar umat Islam. Moment Maulid Nabi, Isra Mi’raj, Nuzurul Quran, atau perayaan lain dimana sering mendatangkan ustadz dan ustadzah ternama saat itu seperti Habib Umar, Habib Abdullah Syafei ayah dari Ustadzah kondang Tuty Alawiyah, dan juga Ustadzah Royani

Siang hari kesibukan di setiap rumah akan tampak. Begitu juga dengan kesibukan di masjid tempat diadakannya perayaan. Mereka sibuk menghias masjid dan menata tempat yang akan digunakan untuk perayaan malam itu. Semua bersemangat sehingga terlihat kerukunan di antara warga dan jamaah pengajian itu.
“Udeh beres semua kan! Konsumsi sama perlengkapan lain dah siap belon,?”tanya Bang Dullah salah satu pengurus masjid itu.
“ Lah udeh rapi jali Bang. Inshaallah tar malem ngga ujan jadi yang datang banyak dan meriah.”
“Amin.” Serentak yang sedang duduk menghias podium mengamini.

Perayaan hari besar Islam jadi agenda yang saya tunggu karena ada perasaan kagum dan termotivasi dengan inti pengajian yang beliau berikan. Dalam acara tersebut unsur kebersamaan dari warga atau jamaah sangat terasa terutama dalam menyiapkan tempat, makanan, minuman dan akomodasi untuk ustadz dan ustadzah yang diundang. Perayaan ini biasanya melibatkan seluruh warga atau jamaah masjid tersebut.
Ucapan salawatan bergitu melekat di hati saya;

Ya Nabi salam Alaika
Ya Rasul salam Alaika
Ya Habib salam Alaika
Shalawatullah Aalaika

Tiap keluarga diminta untuk membawa nasi uduk, nasi ulam, aneka jajanan ada kue bugis, cucur, kue talam, kue jongkong dan makanan lain yang khas Betawi lainnya.
Sejak itu saya punya motivasi dan pemahaman bahwa ketika kita mengaji ada malaikat yang hadir dan mencatat kegiatan kita saat itu. Malaikat juga ikut mendoakan orang yang sedang mengkaji Al Quran atau berada di jalan Allah supaya mendapat kemudahan dan kemuliaan di dunia maupun di akherat.

Tradisi orang Betawi pergi haji dengan tata caranya juga keunikannya sangat membekas di hati saya yang kala itu baru klas 2 SR. (sekolah rakyat ). Sedang sore hari saya belajar mengaji. Saat itu pergi haji sudah menjadi prioritas utama orang Betawi karena pendidikan agama yang diberikan orangtua cukup kuat sehingga tertanam di hati mereka untuk bisa menyempurnakan rukun Islam. Orang Betawi yang mapan tidak ada masalah dengan biaya pergi haji, ia menyegerakan ibadah haji bahkan berulang ulang. Sedangkan orang Betawi yang status ekonominya tidak terlalu tinggi juga punya obsesi yang sama untuk segera bisa pergi haji.

Pergi haji membutuhkan biaya yang tidak sedikit, mereka harus naik kapal laut dan istilah orang Betawi “ pegi belayar” selama 6 bulan. Di tahun 60-70 an ketika pembangunan kota Jakarta berkembang pesat ini saat yang paling menguntungkan bagi orang Betawi terutama mereka yang memiliki lahan luas. Terjadi penggusuran dan harga tanah pekarangan merangkak naik. Dari hasil penjualan tanah mereka bisa mewujudkan niatnya pergi haji. Mereka segera membelanjakan uangnya untuk membeli “Qutum” sepadan artinya dengan tiket pergi haji. Atau istilah sekarang langsung mendaftar haji.

BERSAMBUNG


11 Komentar

Istiqomah Dalam Berdoa Menuju Akhlak Mulia.

Doa adalah suatu kekuatan yang luar biasa. Doa merupakan suatu ritual yang biasa dilakukan oleh orang yang mengaku beragama, dan memiliki Tuhan. Banyak harapan, keinginan, cita, permohonan dituangkan dalam bentuk doa. Mengingat pentingnya berdoa maka doa harus dijadikan gaya hidup bagi anak dan orangtua. Doa bukan lagi menjadi kewajiban tapi lebih kepada kebutuhan.

Selain berdoa, orangtua sudah harus menanamkan sekaligus mengajarkan anaknya bagaimana beribadah dengan baik. Bagaimana agar anak taat pada Allah, bagaimana anak menjalani kehidupan yang seimbang, ibadahnya kenceng, belajarnya tangguh, dan akhlaknya mulia. Sejak usia dini anak harus diajari sholat, membaca Al-Qur’an dan prilaku Islam lainnya yang membuatnya benar-benar siap menggapai sukses dunia akhirat. Ini beberapa hadis untuk membentuk anak sholeh dan sholeha.
Orangtua wajib mengajarkan adab yang baik. Kebaikan yang pertama kali yang harus dipelajari adalah tentang pelaksanaan sholat wajib. Berdasarkan sabda Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam “Perintahkanlah anak-anakmu shalat ketika mereka berumur 7 tahun, dan pukullah mereka jika berumur 10 tahun. Dan pisahkanlah mereka di tempat tidur” ( Hadits shahih dikeluarkan Abu Daud, Tirmidzi, Ad-Darimi, Ahmad, Ibnu Abu Syaibah, Ibnu Khuzaimah, Thahawy)

Tanamkan pada jiwa anak untuk cinta Allah dan Rasul-Nya dan hendaklah pula ditanamkan sifat dan sikap untuk mengutamakan Allah dan Rasul-Nya daripada yang selainNya.Berdasarkan sabda Rasulullah Shallahu’alaihi wasallam “Tidak sempurna iman seseorang diantara kalian hingga aku lebih dicintai dari orang tuanya, anaknya dan seluruh manusia”. (Hadits Shahih dikeluarkan Bukhari, Muslim, Abu’Awanah, Nasa’i, Ibnu Majah)

Ajari anak membaca Al-Qur’an dengan tajwid yang benar.. Menjadikan anak hafal Al-Qur’an serta mengajarkan Al-Qur’an kepada mereka. Terdapat keutamaan yang banyak dan tak terhitung. Berdasarkan sabda Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam “ Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari al-Qur’an dan mengajarkannya”(Hadits Shahih dikeluarkan Bukhari, Abu Daud, Nasa’i) Dan dalam sabda Beliau yang lain: “Barangsiapa membaca 1 huruf dari kitabullah maka ia mendapatkan satu kebaikan. Dan satu kebaikan itu akan dilipatkan menjadi 10 kali lipat. Aku tidak mengatakan Alif Lam Mim itu satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf”. (Hadits Shahih dikeluarkan tirmidzi, Darimi, Abu Nu’aim)

Hendaknya anak dijadikan cinta kepada As sunnah yang shoheh. Dan hendaknya sunnah tersebut dihiaskan pada diri anak sehingga sunnah tersebut meresap ke dalam hatinya. Berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam “Barangsiapa yang diberi umur panjang diantara kalian, maka ia akan melihat perpecahan yang banyak. Maka hendaklah kalian berpegang pada sunnahku dan Khulafa’ur rasyidun yang mendapat petunjuk. Gigitlah sunnah tersebut dengan gigi gerahammu”. (Hadits Shahih dikeluarkan Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah, Ad-Darimi,Ahmad, Ibnu Hibban)

Jauhkan anak dari segala perkara yang mengantarkan kepada bid’ah.Tidak akan berkumpul sunnah dan bid’ah di hati seorang mukmin selamanya! Dan tidak ada yang dinamakan bid’ah hasanah (bid’ah yang baik). Sabda Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam dalam sebuah hadits shahih yang merupakan potongan dari khutbatul hajah yang masyhur:“Setiap perkara baru dalam agama adalah bid’ah, dan setiap bid’ah adalah sesat, dan setiap kesesatan di neraka”.

Ajari anak tentang sabar dan tidak putus asa ketika sedang mencari ilmu terlebih ilmu-ilmu syar’i. Karena sesungguhnya itu merupakan ilmu yang mulia. Berdasarkan hadits Zirr bin Hubaisy, ia berkata:
“Aku mendatangi Shofwan bin ‘Assal al-Murady, maka ia berkata: Apa yang mendorongmu dating kemari? Aku menjawab: Karena untuk mencari ilmu. Ia berkata:” Sesungguhnya para malaikat meletakkan sayap-sayapnya kepada pencari ilmu syar’i karena ridha atas apa yang sedang ia cari”.

Berlaku adil kepada setiap anak. Hal ini merupakan kewajiban bagi orang tua. Sedangkan membeda-bedakan sesama mereka merupakan keberanian melawan batas-batas (hukum-hukum) Allah dan pelanggaran kehormatan dienNya.Bersabda Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam , “Berlaku adillah diantara anak-anakmu. Berlaku adillah terhadap anak-anakmu. Berlaku adillah terhadap anak-anakmu”.
Berpedoman hadis tersebut orangtua semakin mantap mengajarkan anak agar terus berdoa. Yang sudah remaja, sudah saatnya diwajibkan apa yang harus ditunikan layaknya orang muslim.

Sedangkan untuk mengajarinya berdoa sebaiknya diambilkan dari doa-doa yang biasa digunakan Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam atau pun doa-doa nabi yang lain yang tertera di dalam Al-Qur’an dengan cara yang amat sederhana. Orangtua mengenalkan Al-Qur’an atau ketika anak menghadapi masalah atau mau ujian, anak sudah seharusnya paham ayat yang berkaitan dengan masalah yang dihadapi anak.
Biarkan anak paham bagaimana Allah lewat Al-Qur’an menjawab apa yang belum diketahui anak, atau doa apa yang cocok untuk dipanjatkan ketika anak ingin sukses, atau sedang galau, kehilangan benda yang disayangi, dan ketika terserang penyakit malas. Insyaallah anak terbuka hatinya dan mengerti apa yang harus diperbuat.

Ketika anak menyesal karena harapannya tak seindah yang dibayangkan, atau keadaan fisiknya yang tidak secantik, atau setampan temannya. Maka yakinkan pada anak bahwa karunia Allah itu sangat luas dan tak terbatas. Anak harus bersyukur dan Al-Qur’an akan menjawab. “ Katakanlah, Dialah yang menciptakan kamu dan menjadikan bagimu pendengaran, penglihatan, dan hati, (tetapi) amat sedikit, kamu yang bersyukur.” (QS Al-Mulk:23) Begitu juga di dalam ayat ini, “…Hendaklah engkau bersyukur kepada-ku , dan kepada kedua orangtuamu. Hanya kepada-Ku lah tempat kembali.” ( QS Luqman:14) betapa dahsyatnya mengucapkan kata syukur “ Alhamdulillah” yang artinya segala puji hanya tertuju keada Allah SWT. Diucapkan dari hati dan ditunjukkan lewat berbuatan. Cara kita bersyukur dengan perbuatan sedekah, dan berbuat baik kepada orangtua dan sesama akan mencegah kita bersikap kufur dan berkeluh kesah.

Anak yang mempunyai sifat penakut sebaiknya dikenalkan pada ayat Allah yang menerangkan bahwa untuk menghalau rasa takut pada setan anak harus berdoa mohon perlindungan pada Allah, karena orang yang beriman hanya berserah diri pada Allah , Sedang Al-Qur’an menjawab ketakuatan itu.” Sesungguhnya setan itu tidak ada kekuasaannya atas orang-orang beriman, dan atas orang-orang yang bertawakal kepada Tuhannya.” ( QS An-Nahl:99)

Agar anak tidak bersifat serakah dan tamak, dilarang mengambil yang bukan miliknya, karena sifat serakah tamak dan sombong adalah sifat setan. Maka kita wajib berdoa agar terlindung dari godaan setan. Inilah Al Qur’an menjawab,” Ya Tuhanku aku berlindung kepada-mu dari bisikan-bisikan setan.” (Was-was setan selamanya membawa manusia kepada kebatilan, kebinasaan, dan menghalang-halangi kebenaran) (QS Al-Mu’minuun:97)

Anak harus diajarkan bagaimana berbuat baik kepada orangtua, teman, guru dan sesamanya. Jangan biarkan anak hatinya kotor karena merasa hebat, dan apa yang dimilikinya itu datang tiba-tiba. Keraguan anak akan maslah ini bisa dijawab oleh Al-Qur’an, “Hai sekalian manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang permpuan, dan Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya semulia-mulia kamu di sisi Allah ialah yang lebih takwa di antara kamu, Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Teliti” ( QS Al-Hujaraat:13)

Ketika anak malas sholat dan banyak alasan bila diajak sholat, orangtua jangan segan-segan menasehatinya bahwa ia akan dilaknat Allah karena Sholat adalah rukun Islam yang harus dikerjakan dan Al-Qur’an pun sudah menjawab tentang pentingnya sholat. Jadi tidak ada alasan lagi bagi anak untuk meninggalkan sholat. “Sesungguhnya shalat itu kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang mukmin.” ( QS An-Nisa:103) dan juga di ayat; “ Dan ingatlah nama Tuhanmu pada waktu pagi dan petang. Dan pada sebagian malam bersujudlah (shalat) kepada-Nya, dan bertasbihlah pada malam yang panjang kepada-Nya.” (QS Al-Insaan:25-26)

Agar anak tidak malas belajar orangtua bisa memberi solusi dengan jawaban yang ada dalam Al-Qur’an, “ Bacalah dengan nama Tuhanmu yang telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajari (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajari manusia apa yang belum diketahuinya.” ( QS Al-‘Alaq:1-5). Kalam adalah sarana tulisan dan bacaan sebagai kunci ilmu dan pengetahuan agama. Katakan pada anak bahwa belajar itu ibadah. Islam tidak mengajarkan kita untuk hidup bermalas-malasan. Semakin belajar semakin bertambah wawasan kita. Kita diwajibkan bekerja keras, sebagaimana yang tertulis dalam Al-Qur’an, “ Sesungguhnya pada siang hari engkau mempunyai urusan yang banyak.” ( QS Al_Muzzammil:7)

Kesimpulannya semakin konsisten orangtua menanamkan kekuatan doa dan terus mengajarkan anak tentang pentingnya Al-Qur’an, mengkajinya dengan benar, beribadah yang baik, mengajarkan bahwa keselarasan antara ilmu dunia dan akhirat harus imbang, dan yakinilah bahwa Allah bersama orang-orang tawakal. Insyaallah anak akan menjalankan apa yang diperintahkan orangtuanya dan ia akan tumbuh menjadi anak yang berakhlak mulia dan sukses dunia akhirat.


Tinggalkan komentar

Buku Karya Pak Mendikbud M. Nuh

Salam, Guraruers yang dimuliakan Allah, apakah sudah membaca buku karya Pak Menteri Pendidikan kita? Sebuah buku yang diberi judul “ Menyemai Kreator Peradapan” Yang sudah baca bukunya tolong diposting resensinya ya. Berharap bisa memahami apa yang ada dalam buku tersebut.

Menurut M. Nuh buku yang diberi judul menyemai kreator peradaban ini bermaksud ingin mengangkat merah putih sebagai negara kesatuan RI pada tahun 2045. Dengan jumlah penduduk 240 juta saat ini, di 2045 Indonesia diharapkan akan menjadi negara besar yang diperhitungkan sebagai negara maju. Karena pada saat itu populasi usia produktif di Indonesia mengalami lonjakan yang luar biasa. “Populasi produktif jumlahnya luar biasa belum pernah terjadi sepanjang Indonesia merdeka,” kata M. Nuh.

Melalui buku ini Mendikbud menguraikan hikmah dari ledakan penduduk usia produktif pada tahun tersebut dan peran dunia pendidikan dalam mencetak manusia Indonesia yang berkualitas. M. Nuh menekankan, pentingnya pendidikan yang ramah sosial bagi masyarakat untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada anak bangsa untuk menuai pendidikan.

“Jadi semua kita siapkan bagaimana caranya mengibarkan bendera rahmatan lilalamin. Dan siapa yang bisa mengibarkan bendera itu, yaitu orang orang Indonesia. Kenapa? Karena Indonesia mayoritas penduduk muslim terbesar dan dengan sumber daya alam yang luar biasa walau ada yang masih belum dikelola dengan baik tapi tugas kita harus dicermati dan tata kelola dengan baik,” pungkasnya.

Mengukur Kompetensi Sikap yang dicuplik dari buku “ Menyemai Kreator Peradaban”

Di sebuah kampung di Jawa Timur,ada seorang kiai yang punya cara unik untuk menentukan kelulusan santrinya. Setelah ujian tulis, digelar ujian lisan. Dia sendiri yang turun langsung menguji mereka.
Sehari sebelum ujian lisan dimulai, sang kiai membuat dumi mushaf kitab suci. Dumi yang didesain seperti mushaf aslinya itu diletakkan di bawah sebagai pengganjal salah satu pintu ruangan ujian lisan. Sengaja ditaruh di tempat yang mudah keliatan oleh siapapun yang masuk.

Esoknya, satu per satu dipanggil memasuki ruangan. Santri pertama lancar dan fasih menjawab setiap pertanyaan sang kiai. Begitu matanya terantuk pada pengganjal pintu itu, wajahnya mulaimerengut. Ia menangkap ada kesalahan nyata di ruangan itu. Begitu usai dandipersilakan keluar hatinya terus menggerutu. Ia terus bergumam,”Bagaimanamungkin seorang kepala sekolah yang alim begitu ceroboh meletakkan kitab suci bukan pada tempatnya!”

Santri kedua dipanggil dan takkalah lancar dengan santri pertama dalam menjawab pertanyaan. Begitu menoleh kepengganjal pintu itu, matanya terbelalak Dengan nada agak tinggi iaprotes,”Bagaimana mungkin kitab suci berada di tempat tak terhormat?” Ia punfasih mengeluarkan dalil-dalil tentang perlunya menghormati dan mengagungkanAl-Quran. Sang kiai memuji kepandaian santrinya dan mempersialan ia keluar.

Santri ketiga masuk. Pertanyaandemi pertanyaan ia coba jawab dengan tenang. Tapi, kalimat-kalimatnya terhenti saat ia melihat sebuah mushaf teronggok di bawah pintu. Ia mengganggukkan kepala, lalu beranjak ke pintu menggambil mushaf itu, dan buru-buru menyerahkannya kepada sang guru. Kiai itu mengucapkan terima kasih atas tindakannya itu dan mempersilakan ia keluar setelah sang santri menjelaskan dalil-dalil tentang keutamaan kitab suci Al-Quran.

Sore harinya diumumkan bahwa santiri ketigalah yang lulus dan layak diwisuda.
Menarik sekali, kiai kampung ini tak aja mengevaluasi pengetahuan santrinya (tes tulis), tapi juga menakar kemampuan mereka mengomunikasinyaa (tes lisan). Lebih dari itu, sang kiai ingin tahu sejauh mana ilmu yang dikuasai itu mampu menggerakkan mereka untu kbertindak. Ia menetapkan standar kompetensi kelulusan anak didiknya bukan Cuma punya kecerdasan ilmiah melainkan juga kecerdasan amaliah.

Makna kompetensi sejatinya memang merupakan kemampuan bertindak secara efektif dalam situasi kompleks dengan menggunaan pengetahuan atau keterampilan yang sudah diperolehnya. Jadi,tekannya bukan saja pada pengetahuan tapi kemapuan untuk menggunakan,memberdayakan pengetahuan atau keterampilan tertentu. Bukan hanya mengenaimasalah penguasaan secara teknis, melainkan juga diarahkan pada produksi makna(bisa menerapkan dan sangat relevan).

Oleh karena itu, kompetensi lulusan tak direduksi hanya pada dimensi kognitif (akumulai pengetahuan danketerampilan), tapi perlu memperhitungkan aspek sosialnya (kemampuan berkomunikasi, negosiasi membangun hubungan kepercayaan, menginterpretasikansituasi).

Akses ke kompetensi berarti menempatkan pengetahuan di dalam tindakan-tindakan nyata. Kompetensi merupakan sumber daya untuk mengidentifikasi dan memecahkan masalah, mempersiapkan danmengambil keputusan-keputusan (Haryatmoko, 2011). Sehingga, proses pendidikan tak saja melahirkan ilmuwan murni (seperti tipe santri pertama), apalagi hanya pengamat (proble observer- seperti santri kedua), tetapi juga pemecah masalah (problemsolver- seperti tipe santri ketiga).

Itulah mengapa dalam Kurikulum2013 dipertajam lagi standar evaluasi yang menekankan aspek kognitif afektif,psikomotorik melalu penilaian berbasis tes dan portofolio yang saling melengkapi. Ada pergeseran dari penilaian melalui tes (mengukur kompetensi pengetahuan berdasarkan hasil saja), menuju penilaian otentik (mengukur semua kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan berdasarkan proses dan hasil).

To learn is to grow and change. Tidak sekadar belajar lalu berubah, tetapi juga mengubah keadaan. Ketika lmu itu diamalkan, diharapkan seseorangberpartisipasi dalam mengubah diri dan lingkungannya.

Guraruers , tulisan ini adalah kolaborasi yang saya dapat dari pusat info yaiti Mba google. Silahkan saja dicek kalau tidak percaya, sumbernya ada di;

http://www.facebook.com/notes/mohammad-nuh/mengukur-kompetensi-sikap

http://sg.suaramanado.com/articles/7292


Tinggalkan komentar

Kapan Nomer Antrian Kita Di Panggil?

Salam. Guraruers yang dimuliakan Allah. Agar hidup kita tidak ngoyo dan jauh dari sifat serakah ada baiknya kita memiliki kiat atau panduan sebelum kita menghadap ke hadirat Allah SWT. Karena sejatinya kita ini sudah punya nomer antrian tapi kita tidak mengetahui kapan nomer antrian kita dipanggil.

Tanpa kita sadari ketika kita berjalan sebenarnya kita sedang menuju ke kematian kita. Kita bisa memilih mati dengan khusnul khotimah atau mati dengan zuul Khotimah. Meninggal di meja judi atau meninggal di atas sajadah ketika sedang bermunajat dengan Robbnya. Setiap manusia yang meninggal akan mengalami malam pertama di alam kubur. Hilanglah sudah gemerlap dunia. Yang tersisa hanya dosa yang membayang. Maka cukuplah kematian itu sebagai nasehat. Bebas dari azab kubur tergantung dari hidup kita.Perkataan yang kokoh di akhir hayat kita dengan Laillahailllah menghantar kita khusnul khotimah.

Kita akan ditanya di alam kubur dan kita menjawab sesuai dengan Otak Bawah Sadar (OBS), kalau memang kita tidak beribadah dengan baik maka jawabanya pun “tidak” sebaliknya jika kita beribadah dengan benar. Kita pun akan menjawab sesuai dengan otak bawah sadar kita. Jadi orang Islam yang meninggal dan Otak bawah sadarnya menjawab Iya. Kuburnya akan diluaskan, ada rasa kenikmatan surga walau masih dalam penantian untuk masuk surga. Paling tidak mereka sudah merasakan aroma surga.

Sebaliknya orang yang jarang menyebut nama Allah, yang meremehkan ibadah, yang mengecilkan sunnah Rasul, orang itu tidak mampu menjawab pertanyaan di alam kubur. Maka mereka akan merasakan kehidupan alam kuburnya rasa neraka. Walau mereka belum dimasukkan ke dalam neraka.

Maka tip menjemput kematian dengan cara mudah adalah; Apabila kita secara cerdas sering mengingat akan mati dan kita menyiapkan diri. Dalam firman ALLAH, QS: Qaaf:19 – 20 19.
Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari daripadanya. 20. Dan ditiuplah sangkakala. Itulah hari terlaksananya ancaman. Jadi pada hakekatnya kematian itu tidak bisa dihindari. Bentuk dan jenis kematian diwujudkan Allah dengan cara yang berbeda .

Sedang hikmah kematian orang yang benar selalu di tempat kebaikan. disinilah Allah menampakkan seuatu yang ghoib. Seperti jasad orang yang mati sahid selalu beraroma harum. Ada juga yang jasadnya masih utuh walau sudah meninggal selama 40 tahun. Subhannah.

QS.102; At takaasur mengingatkan kita akan mati dan siksa di alam kubur. 1. Bermegah-megahan Telah melalaikan kamu[1598], 2. Sampai kamu masuk ke dalam kubur. 3. Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu), 4. Dan janganlah begitu, kelak kamu akan Mengetahui. 5. Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin, 6. Niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim, [1598] Maksudnya: Bermegah-megahan dalam soal banyak harta, anak, pengikut, kemuliaan, dan seumpamanya Telah melalaikan kamu dari ketaatan.

Selain itu kita juga harus mengetahui dosa dan maksiat apa yang membuat manusia disiksa di alam kubur: antara lain adalah:
• Melalaikan sholat
• Membaca Al Quran tapi melupakannya. Prilakunya tidak Qurnani.
• Tidak bersuci setelah buang airkecil
• Biasa berkata bohong
• Sering ingkar janji
• Tidak membayar zakat
• Menganut pola hidup yang berlebih-lebihan
• Makan harta riba
• Korupsi
• Memfitnah sesama saudara muslim
• Khianat terhadap amanah. Temasuk ketika diamanahi Allah dengan anak dan harta.

Semoga tulisan sederhana ini, hasil saya duduk manis di ta’lim mencari ilmu dan menyantap makanan rohani bisa bermanfaat buat guraru, agar hidup lebih seimbang jangan hanya mikir dunia dan anak didik saja tapi persiapan untuk menjemput kehidupan yang abadi juga harus kita miliki. Sehingga kita bukan termasuk golongan hamba Allah yang merugi.
Sumber; http://astutianamudjono.blogspot.com/2013/12/tips-menjemput-maut.html


Tinggalkan komentar

Ada di Tingkat Manakah Kecerdasan Anda???

Salam, guraru yang dimuliakan Allah. Sengaja siang ini saya memposting ulang tulisan saya yang pernah saya tulis di Kompasiana. Niatnya tak lain ingin membaca dan merenungkan ilmu yang saya dapat dan sebisanya mengaplikasikan dalam kehidupan saya sehari-hari. Mari kita renungkan level kecerdasan kita ada di tingkat yang mana.

“Manusia yang paling bertaqwa ia diberikan anugerah Kecerdasan Wahyu oleh Allah Subhaanahuu wa ta’aalaa, sedangkan manusia yang paling kafir (ingkar) diberikan Kecerdasan Lahwu oleh Allah Subhaanahuu wa ta’aalaa, yakni sebuah kecerdasan yang SAMA atau LEBIH BURUK dari kecerdasan yang dimiliki oleh binatang ternak. Kira-kira dimanakah kecerdasan kita hari ini berada? Mari kita selidiki. ( hehehe ngga mau kalah sama KPK ya)

Kecerdasan Wahyu (KW) Secara sederhana, KW ini adalah ketika seorang hamba tidak lagi sedikitpun menuntut sesuatu dari Tuhannya kecuali hanya Ridho dari-Nya. Dia tidak lagi bermain di titik hasrat dan keinginan dunia. . Ia hanya membutuhkan Allah, dan ia mampu bertemu dengan Allah Subhaanahuu wa ta’aalaa dalam masa hidupnya. Dan keberadaan KW ini telah dipraktekkan oleh Para Nabi, special for Nabi Muhammad Shollallaahu ‘alaihi wa sallam ketika peristiwa Isro’ Mi’raj-nya.

Kecerdasan Ruh (KR) adalah Kecerdasan Wahyu yang diberikan kepada manusia selain para Nabi Khusus dan Rasulullah Shollallaahu ‘alaihi wa sallam. Tepatnya Wahyu disini lebih merupakan Ilham dariNya. Kecerdasan Ruh bisa diberikan kepada wali-wali-Nya atau diberikan kepada orang-orang yang beriman yang mencintai amalan-amalan yang sunnah karena Allah Subhaanahuu wa ta’aalaa. Inilah sebuah kecerdasan yang langsung “ditiupkan” oleh Allah Subhaanahuu wa ta’aalaa kepada para hamba-Nya yang beriman mantap. Dan Kecerdasan ini tak mungkin didapat oleh orang yang sekedar ahli fikir dan ahli metafisik tanpa pernah mengikuti jejak Rasulullah Shollallaahu ‘alaihi wa sallam yang telah memberikan berbagai contoh amalan wajib dan sunnah.

Kecerdasan Alam Semesta (KAS) Kecerdasan Alam Semesta ini berpijak pada konsep Sunnatullah dimana hukum-hukum alam yang universal berlaku untuk semua individu yang ada di alam semesta ini. Bagi siapa pun yang dapat memahami rahasia hukum alam ini, maka insya Allah hidupnya akan mencapai kesuksesan di dunia. Contoh penggunaan hukum alam adalah pada Hukum Kekekalan Energi (HKE), yang menghasilkan istilah Epos (Energi Positif) dan Eneg (Energi Negatif). Untuk masalah hukum alam ini, Anda dapat membacanya lebih lanjut di buku “Kubik Leadership”, “Quantum Ikhlas”, “Spiritual Sinergi Semesta”, “The Secret” atau yang lainnya.

Kecerdasan Fuad (KF) KF adalah kecerdasan yang lahir melalui pikiran bawah sadar. Pikiran bawah sadar adalah gudang informasi yang tersusun secara otomatis rapi sebagai karunia-Nya yang mana informasi ini berasal dari lingkungannya. Pikiran bawah sadar kita memiliki kekuatan yang luar biasa (padahal sih biasa-biasa saja dihadapan Allah), karena ia mampu menampung semua informasi, kenangan dan memori yang pernah diserapnya sejak lahir hingga hari ini. Ketika pikiran sadar telah melupakan kenangan itu, tapi pikiran bawah sadar masih mampu mengingatnya dan mengenangnya. . Mengapa demikian? Karena kenangan yang dominan mudah muncul melalui pikiran bawah sadar adalah kenangan yang berisi emosi yang tinggi, dan biasanya emosi yang tinggi identik dengan emosi negatif, sehingga orang yang menggunakan kecerdasan bawah sadar akan mudah terperangkap dengan berbagai emosi negatif lainnya. Sebetulnya, yang Anda butuhkan adalah kenangan yang beremosi rendah, atau kalau perlu kenangan yang beremosi netral, tidak menyakitkan dan tidak pula membanggakan, sehingga keputusan yang Anda ambil kelak akan lebih mudah berada dalam bimbingan-Nya

Kecerdasan Qolbu (KQ) KQ atau juga sering disebut sebagai SAR (Sistem Aktivasi Retikular) atau Critacal Factor atau Critical Area, adalah sebuah pintu masuknya informasi baru dari pikiran sadar (Shodr) menuju pikiran bawah sadar (Fuad), atau masuknya informasi lama (kenangan) dari pikiran bawah sadar menuju pikiran sadar. Jika pintunya terbuka maka akan mudah masuknya, dan jika pintunya tertutup maka akan susah masuknya. Dan terbuka atau tertutupnya pintu SAR sangat tergantung dari rasa keberterimaan atau rasa berserah dari jiwa orang yang diamanahi SAR tersebut. Allah Subhaanahuu wa ta’aalaa adalah Zat yang paling berhak membuka dan menutup pintu SAR. Jika seorang hamba berserah pada Allah Subhaanahuu wa ta’aalaa sepenuhnya, maka pintu SARnya akan dibuka-tutupkan oleh Allah sesuai dengan keperluan. SAR yang selalu tertutup ibarat kita memiliki Qolbu yang mati, dan SAR yang selalu terbuka pun akan membuat hidup kita menjadi tidak memiliki pendirian yang jelas, hilanglah ketegasan. Itu sebabnya, kecerdasan Critical Area ini sangat bergantung dari tingkat keberserahan diri seseorang dan kepada siapa dia menyerahkan dirinya, dengan kata lain, kepada siapakah dia ber-Tuhan.

Kecerdasan Shodr (KS) Kecerdasan Pikiran Sadar adalah kecerdasan manusia ketika menggunakan otaknya secara lebih utuh dengan memarjinalkan fungsi hatinya atau bawah sadarnya. Kecerdasan pikiran sadar identik dengan kecerdasan logika dan sinergis dengan Kinerja Otak Kiri. Pikiran sadar ini memang kadang agak lancang, hampir saja ia mengambil alih semua keputusan yang ada dari setiap masalah. Pikiran sadar ibarat striker dalam tim sepak bola. Pikiran sadar mengambil keputusan akhir dari semua informasi yang diterimanya. Namun demikian, sebagai striker, dia sering mengalami stress jika tidak ditopang oleh suplai bola informasi yang tepat. Dia seringkali gagal mencetak gol, padahal kesempatannya begitu banyak. Dia bingung harus berada di posisi yang mana agar ia pas positioning-nya tatkala menerima umpan, sehingga ia cukup tinggal bergerak sedikit saja untuk menggolkan bola ke jala gawang lawan. Pikiran sadar yang berprofesi sebagai striker tunggal ini, seringkali turun ke belakang untuk menjemput bola. Alih-alih mencetak gol, eh dia malah merecoki pikiran bawah sadar. Wah, tidak mudah ya.

Kecerdasan Lahwu (KL) Lahwu artinya “permainan” atau “senda gurau”. Di dalam Al-Quran dijelaskan bahwa “Sesungguhnya Kehidupan ini hanyalah Permainan dan Senda Gurau…(Q.S. 47:36)”. Dan hari ini tidak sedikit yang “terjebak” pada kondisi Lahwu ini.

KL adalah kecerdasan level terendah bahkan bisa lebih rendah dari kecerdasan binatang ternak. Kecerdasan Lahwu hadir ketika ia sudah mulai mengabaikan kecerdasan tertinggi, yakni Kecerdasan Wahyu hingga Kecerdasan Shodr. Ia hanya berimam kepada hawa nafsunya yang disupiri oleh iblis laknatullah.
“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka Itulah orang-orang yang lalai.” (Q.S. 7:179)”

Bu Kanjeng manggut manggut, berat juga ya nich bacaan “ Aku mudeng opo ora yo?” Batinnya berkata.
Ternyata ini tho yang mau dibahas oleh sahabatnya di Spiritual Sinergi Semesta .
Sedang yang di atas tadi adalah intermezo sejenak sebelum mengupas tuntas tentang kecerdasan ini. Memang seperti itulah teman Bu Kanjeng kalau nulis rada nyeleneh.

Akhirnya Bu Kanjeng memutuskan untuk memposting tulisan ini, semoga tidak dicurigai sebagai pembohong, plagiator, penulis asongan, amatiran, penulis majalah dinding, penulis fiksi atau apa lah terserah. Bu Kanjeng hanya ingin menularkan apa yang sudah dibaca dalam bentuk tulisan untuk sahabatnya di rumah Guraru

Salam dari Bu Kanjeng untuk gurarues.


Tinggalkan komentar

Siapa Bilang Otak Anda Lemot ??? Itu Cuma Tersumbat . (Speed Reading & Memory Managenent by Sutanto Windura


Salam Guraru. Hari gini belum familiar dengan buku Tony Buzan? “Terlalu” kata Oma Irama. Loh apa hubungannya Tony Buzan, Oma Irama dan TWC 3 di sesi pertama hari ke dua ini ? Oh jelas ada mau tahu alasannya? Yuk Kita simak tulisan ini. Kalau ada yang kurang silahkan ditambahkan di komentar ya. Karena di Guraru kita belajar bareng untuk maju bersama dan berproses memberikan yang terbaik kepada anak didik kita, yang kuncinya ada pada diri kita masing-masing ( Bukan Sotoy lho ya )


Sebelum melanjutkan tulisan ini, kasih apresiasi dulu ah sama Omjay dan guraru di TWC 3 ini. Beliau sudah mendatangkan seorang pembicara klas dunia yang berhubungan dengan motivasi diri mind mapping dengan brand keren yaitu Bapak Sutanto Winduro seorang ThinkBuzan Licensed Instructor. Sedang materi yang akan diberikan adalah “ Speed Reading dan Memory Management” Peserta TWC 3 benar-benar diberi materi dan pembicara yang hebat agr bisa mengugah hati dan bangkit menjadi penulis yang hebat yang bermanfaat bagi dirinya dan orang lain.


Pembicara yang satu ini sudah berada di ruangan sebelum kursi peserta TWC 3 penuh. Itu menandakan bahwa beliau datang lebih awal dari pesertanya. Setelah moderator memperkenalkan dirinya. Ketahuan deh siapa beliau sebenarnya. Begitu banyak karyanya dan betapa belaiunya sudah mendunia. Beliau langsung meminta kami untuk senam otak agar kerja otak kanan, dan otak kiri kita seimbang. Meyakinkan peserta bahwa semua orang terlahir jenius. Sayangnya untuk menjadi jenius ada hambatannya. Nah itulah sebabnya kita diminta untuk bisa membedah semua itu dan focus pada pembelajaran berbasis otak. Itulah tugas guru.


Semangat yang diberikan pembicara sungguh luar biasa. Ia mengekspos cerita atau fenomena yang ada. Mengapa orang bosan membaca dan mengapa orang betah berlama-lama ngegames atau nonton film.
Semua dikarenakan belum mengunakan cara belajar berbasis otak. Sehingga sering mengalami mind block. Dan ini sangat menghambat, sehingga perlu dikembalikan bahwa guru adalah penulis jenius, sehingga bisa membuat siswanya belajar. Bagimana guru dan siswanya bisa mengembalikan kejeniusannya ang belum terbiasa, dan mengkondisikan otak agar bisa memperoleh solution finder.


Sang pembicara menekankan bagaimana harus membuat revolusi belajar dengan cara memperbarui menejemen otak. Diharuskan punya mind mapping dalam hidup. Gunakakn kata kunci What to learn plus How to learn. Hasilnya akan maksimal dan menakjubkan. Semua tahu bahwa saat ini yang namanya informasi sudah overload. Mbah google dengan baik hati akan member informasi yang sedetail detailnya tidak pakai bohong tinggal bagaimana kita memanfaatkannya. Ini bagian dari what to learn.


Sedangkan bagian dari How to learn bagaimana menggunakan otak secara optimal sesuai dengan kodrat manusia yang unik dan diberi akal oleh Allah. Sehingga sebagai guru kita perlu memiliki cara berpikir yang kreatif yaitu sebagai pembelajar seumur hidup. Alasannya agar sel otaknya tidak mati. Sedangkan lebih dalam lagi otak bisa dirangsang dengan How to think.


Dalam berpikir kreatif otak dipaksa agar bisa berpikir kreatif, berpikir kritis, berpikir sebab akibat, berpikir membandingkan, berpikir menyimpulkan dan berpikir analisis. Sarananya bisa berupa speed reading, kemudian mengolah data ari mind mapping dan berlanjut mempunyai memori champion. Dan berikan solution finder.
Sedangkan alatnya yang digunakan untuk How to think adalah dengan tahapan atau menggunakan Memori Champion, Mind map, speed reading, dan tehnik bertanya” Socratic Questioning Tecnique yaitu pertanyaaan yang membuat penanya dan yang ditanya itu pandai.


Pak Sutanto juga memberi informasi bahwa Kur 2013 .adalah Kurikulum yang berbasis pikiran, dan mengajarkan cara berpikir. Contohnya mengajarkan kasus banjir ditinjau dari berbagai sudut pandang. Ini sangat menarik dan lebih mengena sasaran, apalagi bila mengajarkannya menggunakan tehnik belajar mind mapping.
Ada hal penting yang harus kita buang dari kebiasaan buruk yang sering kita lakukan ketika membaca antara lain; membaca di eja, menggerakkan kepada, ditunjuk dengan jari , membalik halaman secara perlahan, sering Back skipping (mengulang bacaan). Berhenti ketika ada hal yang tidak dimengerti. Maka tinggalkan kebiasaan buruk itu gantilah dengan cara speed reading dan tehnik fiksasi dengan benar. Bisa juga menggunakan tehnik grouping sekali baca sekali tembak dan mengelompokkannya. Bukan per kata. Berlatihnya dengan membaca Koran dari kolom, perkolom. Optimalkan jarak pandang membaca kita dengan Peripheral vision dan cara berlatihnya dengan finger pointing execise. Atur irama ketika membaca sehingga bisa lebih berkonsentrasi. Perlu dipenggal ketika membaca sehingga otak kiri dan otak kanan balance. Sadarilah bahwa membaca perlu dipaksa dan pasang target. Tentukan ambak membaca, manfaatnya apa dan gunakan warna , karena mata didesigan menyukai warna –warni, warna punya emosi , dan dapat mengklasifikasi. Dengan kemampuan speed reading bisa menghemat waktu ketika bedah buku.


Hups rasanya begitu banyak materi yang ingin disampaikan, dan semuanya menarik, perlu konsentrasi mencernanya. Bagaiman supaya bisa mengoptimalakn kerja otak kanan dan otak kiri. Dan akhirnya sampai juga pada How to memory yang sangat penting diajarkan dan praktekkan pada diri sendiri dan anak didik. How to memory dianjurkan dengan tehnik Asosiasi, dan imajinasi, karena semakin kuat asosiasi semakin baik untuk menulis.


Pak Sutanto bukan hanya “Omdo” tapi langsung membuktikan dan berani dites dalam hal menghafal. Kami diminta menuliskan 20 kata yang akan dibaca dan dihafal dalam hitungan menit. Kami dibuat kagum dan mengira kalau ada unsur magicnya. Oh ternyata tidak. Karena kami pun diberi tahu bocorannya dan mempraktekkan bersama menghafal dalam waktu singkat. Ternyata tehnik asosiasi sangat membantu dalam menghafal cepat.


Dalam waktu yang sangat singkat Pak Sutanto ingin membagi ilmunya tentang tips dan strategi berkonsentrasi membaca dengan berbagai kiatnya dari mulai, Big picture first lewat permainan pazel, tehnik Tangerine dengan membayangkan ada senter di atas epala sehingga member efek semangat dan terang benderang, membaca dengan menggunakan ketukan,ritme dan irama yang bermakin berlakukanlah “membaca setengah dipaksa” dan yang tak kalah penting gunakan warna.


Waktu terus bergulir padahal masih asyik mengikuti sambil sesekali diselingi senam otak. Akhirnya sesi Tanya jawab tiba, kami saling member kesempatan pada peserta lain untuk bertanya karena selalu ada hadiah bai peserta yang mau bertanya dan member saran. Jelas sekali materi yang disampaikan tepat sasaran tinggal bagaimana, dan sebesar apa kesungguhan dan kemampuan peserta TWC 3 dalam mengaplikasikan materi ini. Yuk biasakan untuk speed reading.


Tinggalkan komentar

Guru Seru April 2013


Salah seorang kontributor Guraru, Ibu Fitta Astriyani memiliki sebuah blog yaitu http://funkreatifittaz.blogspot.com/ dan Pinterest yaitu http://pinterest.com/fitfun2012 yang didalamnya terdapat berbagai cara kreatif dalam mengajar. Sebagai #GuruSeru bulan ini, Ibu Fitta membagi pengalamannya terkait cara-cara mengajar kreatif, khususnya dalam mempelajari bahasa inggris.
Kehidupan Ibu Fitta sebelum menjadi seorang guru adalah faktor yang mendorongnya untuk mengaplikasikan berbagai media untuk mempermudah proses belajar mengajar siswa. Dari pengalamannya bekerja pada bagian divisi kreatif di media itulah yg menjadikan beliau mempelajari bagaimana media dipadukan dengan jiwa kreatif dapat menjadi formula jitu untuk mengembangkan dunia pendidikan.

Terbangun dari keprihatinannya melihat banyaknya anak Indonesia yang terhambat untuk maju karena minimnya kemampuan bahasa inggris, ibu Fitta terdorong untuk menjadi seorang guru. Sejak itu pula beliau aktif mengajar di berbagai institusi seperti Baitusalam Kindergarten dan KIDZLABS English Course. Ibu Fitta percaya bahwa suasana belajar yang nyaman dan cara yang menarik akan memaksimalkan potensi siswa. Karena itu Ibu Fitta menggunakan media sosial sebagai salah satu tools pendukung untuk kegiatan belajar mengajar seperti Blog, Facebook Group, twitter dan Pinterest. Sumber pembelajarannya sendiri tidak melulu berdasarkan text book tetapi bersumber dari LearnEnglish British Council yang menyediakan banyak sumber pembelajaran seperti worksheet, video, animasi flash, dan podcast.

Ibu Fitta mengakui metode unik yang diterapkan olehnya berasal dari berbagai forum. Sebuah forum di Facebook bernama #ELTChat (English Language Teaching) merupakan tempat dimana para guru bahasa inggris dan para ahli bahasa berkumpul. Disini guru bahasa inggris dari seluruh dunia dapat berbagi informasi dan pengalaman terkait pembelajaran bahasa inggris. Tidak hanya dari forum internasional, dari cakupan nasional pun ada sebuah forum bernama Group Academic Arisan yang kurang lebih mirip seperti ELT. Disini para guru berbagai ide-ide brilian yang akhirnya menginspirasi Ibu Fitta untuk lebih kreatif dalam mengajar.

Ibu Fitta mengaku media sosial sangat membantu proses belajar mengajar. Dalam media sosial, pendidik tidak dibatasi oleh waktu dan tempat. Media sosial disebut juga dapat menjadi perekat hubungan antara guru dan murid di mana hal tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat proses belajar mengajar menjadi lebih efektif. Informasi di media sosial dari para guru seperti @gurukreatif dan @guraruID juga diakui ibu Fitta telah memberikan pengetahuan terkait manajemen kelas dan aktivitas yang kreatif, berdasarkan berbagai kasus nyata.

Ibu Fitta mengajak para guru untuk menghadirkan Creative teaching dalam setiap kesempatan belajar mengajar. Karena itu, guru harus berpikiran terbuka kepada perubahan yang terjadi, belajar hal baru dan banyak berdiskusi dengan orang-orang kreatif dari berbagai profesi. Selain itu media sosial perlu dioptimalkan. Dengan begitu, wawasan kita akan lebih luas dan akhirnya menghasilkan pembelajaran yang lebih hidup, kreatif, dan visioner.