Sri Sugiastuti gurujalanjalan

Berjuang Menggapai Ridho ALLAH di Dunia & Akhirat


11 Komentar

Istiqomah Dalam Berdoa Menuju Akhlak Mulia.

Doa adalah suatu kekuatan yang luar biasa. Doa merupakan suatu ritual yang biasa dilakukan oleh orang yang mengaku beragama, dan memiliki Tuhan. Banyak harapan, keinginan, cita, permohonan dituangkan dalam bentuk doa. Mengingat pentingnya berdoa maka doa harus dijadikan gaya hidup bagi anak dan orangtua. Doa bukan lagi menjadi kewajiban tapi lebih kepada kebutuhan.

Selain berdoa, orangtua sudah harus menanamkan sekaligus mengajarkan anaknya bagaimana beribadah dengan baik. Bagaimana agar anak taat pada Allah, bagaimana anak menjalani kehidupan yang seimbang, ibadahnya kenceng, belajarnya tangguh, dan akhlaknya mulia. Sejak usia dini anak harus diajari sholat, membaca Al-Qur’an dan prilaku Islam lainnya yang membuatnya benar-benar siap menggapai sukses dunia akhirat. Ini beberapa hadis untuk membentuk anak sholeh dan sholeha.
Orangtua wajib mengajarkan adab yang baik. Kebaikan yang pertama kali yang harus dipelajari adalah tentang pelaksanaan sholat wajib. Berdasarkan sabda Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam “Perintahkanlah anak-anakmu shalat ketika mereka berumur 7 tahun, dan pukullah mereka jika berumur 10 tahun. Dan pisahkanlah mereka di tempat tidur” ( Hadits shahih dikeluarkan Abu Daud, Tirmidzi, Ad-Darimi, Ahmad, Ibnu Abu Syaibah, Ibnu Khuzaimah, Thahawy)

Tanamkan pada jiwa anak untuk cinta Allah dan Rasul-Nya dan hendaklah pula ditanamkan sifat dan sikap untuk mengutamakan Allah dan Rasul-Nya daripada yang selainNya.Berdasarkan sabda Rasulullah Shallahu’alaihi wasallam “Tidak sempurna iman seseorang diantara kalian hingga aku lebih dicintai dari orang tuanya, anaknya dan seluruh manusia”. (Hadits Shahih dikeluarkan Bukhari, Muslim, Abu’Awanah, Nasa’i, Ibnu Majah)

Ajari anak membaca Al-Qur’an dengan tajwid yang benar.. Menjadikan anak hafal Al-Qur’an serta mengajarkan Al-Qur’an kepada mereka. Terdapat keutamaan yang banyak dan tak terhitung. Berdasarkan sabda Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam “ Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari al-Qur’an dan mengajarkannya”(Hadits Shahih dikeluarkan Bukhari, Abu Daud, Nasa’i) Dan dalam sabda Beliau yang lain: “Barangsiapa membaca 1 huruf dari kitabullah maka ia mendapatkan satu kebaikan. Dan satu kebaikan itu akan dilipatkan menjadi 10 kali lipat. Aku tidak mengatakan Alif Lam Mim itu satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf”. (Hadits Shahih dikeluarkan tirmidzi, Darimi, Abu Nu’aim)

Hendaknya anak dijadikan cinta kepada As sunnah yang shoheh. Dan hendaknya sunnah tersebut dihiaskan pada diri anak sehingga sunnah tersebut meresap ke dalam hatinya. Berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam “Barangsiapa yang diberi umur panjang diantara kalian, maka ia akan melihat perpecahan yang banyak. Maka hendaklah kalian berpegang pada sunnahku dan Khulafa’ur rasyidun yang mendapat petunjuk. Gigitlah sunnah tersebut dengan gigi gerahammu”. (Hadits Shahih dikeluarkan Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah, Ad-Darimi,Ahmad, Ibnu Hibban)

Jauhkan anak dari segala perkara yang mengantarkan kepada bid’ah.Tidak akan berkumpul sunnah dan bid’ah di hati seorang mukmin selamanya! Dan tidak ada yang dinamakan bid’ah hasanah (bid’ah yang baik). Sabda Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam dalam sebuah hadits shahih yang merupakan potongan dari khutbatul hajah yang masyhur:“Setiap perkara baru dalam agama adalah bid’ah, dan setiap bid’ah adalah sesat, dan setiap kesesatan di neraka”.

Ajari anak tentang sabar dan tidak putus asa ketika sedang mencari ilmu terlebih ilmu-ilmu syar’i. Karena sesungguhnya itu merupakan ilmu yang mulia. Berdasarkan hadits Zirr bin Hubaisy, ia berkata:
“Aku mendatangi Shofwan bin ‘Assal al-Murady, maka ia berkata: Apa yang mendorongmu dating kemari? Aku menjawab: Karena untuk mencari ilmu. Ia berkata:” Sesungguhnya para malaikat meletakkan sayap-sayapnya kepada pencari ilmu syar’i karena ridha atas apa yang sedang ia cari”.

Berlaku adil kepada setiap anak. Hal ini merupakan kewajiban bagi orang tua. Sedangkan membeda-bedakan sesama mereka merupakan keberanian melawan batas-batas (hukum-hukum) Allah dan pelanggaran kehormatan dienNya.Bersabda Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam , “Berlaku adillah diantara anak-anakmu. Berlaku adillah terhadap anak-anakmu. Berlaku adillah terhadap anak-anakmu”.
Berpedoman hadis tersebut orangtua semakin mantap mengajarkan anak agar terus berdoa. Yang sudah remaja, sudah saatnya diwajibkan apa yang harus ditunikan layaknya orang muslim.

Sedangkan untuk mengajarinya berdoa sebaiknya diambilkan dari doa-doa yang biasa digunakan Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam atau pun doa-doa nabi yang lain yang tertera di dalam Al-Qur’an dengan cara yang amat sederhana. Orangtua mengenalkan Al-Qur’an atau ketika anak menghadapi masalah atau mau ujian, anak sudah seharusnya paham ayat yang berkaitan dengan masalah yang dihadapi anak.
Biarkan anak paham bagaimana Allah lewat Al-Qur’an menjawab apa yang belum diketahui anak, atau doa apa yang cocok untuk dipanjatkan ketika anak ingin sukses, atau sedang galau, kehilangan benda yang disayangi, dan ketika terserang penyakit malas. Insyaallah anak terbuka hatinya dan mengerti apa yang harus diperbuat.

Ketika anak menyesal karena harapannya tak seindah yang dibayangkan, atau keadaan fisiknya yang tidak secantik, atau setampan temannya. Maka yakinkan pada anak bahwa karunia Allah itu sangat luas dan tak terbatas. Anak harus bersyukur dan Al-Qur’an akan menjawab. “ Katakanlah, Dialah yang menciptakan kamu dan menjadikan bagimu pendengaran, penglihatan, dan hati, (tetapi) amat sedikit, kamu yang bersyukur.” (QS Al-Mulk:23) Begitu juga di dalam ayat ini, “…Hendaklah engkau bersyukur kepada-ku , dan kepada kedua orangtuamu. Hanya kepada-Ku lah tempat kembali.” ( QS Luqman:14) betapa dahsyatnya mengucapkan kata syukur “ Alhamdulillah” yang artinya segala puji hanya tertuju keada Allah SWT. Diucapkan dari hati dan ditunjukkan lewat berbuatan. Cara kita bersyukur dengan perbuatan sedekah, dan berbuat baik kepada orangtua dan sesama akan mencegah kita bersikap kufur dan berkeluh kesah.

Anak yang mempunyai sifat penakut sebaiknya dikenalkan pada ayat Allah yang menerangkan bahwa untuk menghalau rasa takut pada setan anak harus berdoa mohon perlindungan pada Allah, karena orang yang beriman hanya berserah diri pada Allah , Sedang Al-Qur’an menjawab ketakuatan itu.” Sesungguhnya setan itu tidak ada kekuasaannya atas orang-orang beriman, dan atas orang-orang yang bertawakal kepada Tuhannya.” ( QS An-Nahl:99)

Agar anak tidak bersifat serakah dan tamak, dilarang mengambil yang bukan miliknya, karena sifat serakah tamak dan sombong adalah sifat setan. Maka kita wajib berdoa agar terlindung dari godaan setan. Inilah Al Qur’an menjawab,” Ya Tuhanku aku berlindung kepada-mu dari bisikan-bisikan setan.” (Was-was setan selamanya membawa manusia kepada kebatilan, kebinasaan, dan menghalang-halangi kebenaran) (QS Al-Mu’minuun:97)

Anak harus diajarkan bagaimana berbuat baik kepada orangtua, teman, guru dan sesamanya. Jangan biarkan anak hatinya kotor karena merasa hebat, dan apa yang dimilikinya itu datang tiba-tiba. Keraguan anak akan maslah ini bisa dijawab oleh Al-Qur’an, “Hai sekalian manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang permpuan, dan Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya semulia-mulia kamu di sisi Allah ialah yang lebih takwa di antara kamu, Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Teliti” ( QS Al-Hujaraat:13)

Ketika anak malas sholat dan banyak alasan bila diajak sholat, orangtua jangan segan-segan menasehatinya bahwa ia akan dilaknat Allah karena Sholat adalah rukun Islam yang harus dikerjakan dan Al-Qur’an pun sudah menjawab tentang pentingnya sholat. Jadi tidak ada alasan lagi bagi anak untuk meninggalkan sholat. “Sesungguhnya shalat itu kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang mukmin.” ( QS An-Nisa:103) dan juga di ayat; “ Dan ingatlah nama Tuhanmu pada waktu pagi dan petang. Dan pada sebagian malam bersujudlah (shalat) kepada-Nya, dan bertasbihlah pada malam yang panjang kepada-Nya.” (QS Al-Insaan:25-26)

Agar anak tidak malas belajar orangtua bisa memberi solusi dengan jawaban yang ada dalam Al-Qur’an, “ Bacalah dengan nama Tuhanmu yang telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajari (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajari manusia apa yang belum diketahuinya.” ( QS Al-‘Alaq:1-5). Kalam adalah sarana tulisan dan bacaan sebagai kunci ilmu dan pengetahuan agama. Katakan pada anak bahwa belajar itu ibadah. Islam tidak mengajarkan kita untuk hidup bermalas-malasan. Semakin belajar semakin bertambah wawasan kita. Kita diwajibkan bekerja keras, sebagaimana yang tertulis dalam Al-Qur’an, “ Sesungguhnya pada siang hari engkau mempunyai urusan yang banyak.” ( QS Al_Muzzammil:7)

Kesimpulannya semakin konsisten orangtua menanamkan kekuatan doa dan terus mengajarkan anak tentang pentingnya Al-Qur’an, mengkajinya dengan benar, beribadah yang baik, mengajarkan bahwa keselarasan antara ilmu dunia dan akhirat harus imbang, dan yakinilah bahwa Allah bersama orang-orang tawakal. Insyaallah anak akan menjalankan apa yang diperintahkan orangtuanya dan ia akan tumbuh menjadi anak yang berakhlak mulia dan sukses dunia akhirat.


Tinggalkan komentar

Buku Karya Pak Mendikbud M. Nuh

Salam, Guraruers yang dimuliakan Allah, apakah sudah membaca buku karya Pak Menteri Pendidikan kita? Sebuah buku yang diberi judul “ Menyemai Kreator Peradapan” Yang sudah baca bukunya tolong diposting resensinya ya. Berharap bisa memahami apa yang ada dalam buku tersebut.

Menurut M. Nuh buku yang diberi judul menyemai kreator peradaban ini bermaksud ingin mengangkat merah putih sebagai negara kesatuan RI pada tahun 2045. Dengan jumlah penduduk 240 juta saat ini, di 2045 Indonesia diharapkan akan menjadi negara besar yang diperhitungkan sebagai negara maju. Karena pada saat itu populasi usia produktif di Indonesia mengalami lonjakan yang luar biasa. “Populasi produktif jumlahnya luar biasa belum pernah terjadi sepanjang Indonesia merdeka,” kata M. Nuh.

Melalui buku ini Mendikbud menguraikan hikmah dari ledakan penduduk usia produktif pada tahun tersebut dan peran dunia pendidikan dalam mencetak manusia Indonesia yang berkualitas. M. Nuh menekankan, pentingnya pendidikan yang ramah sosial bagi masyarakat untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada anak bangsa untuk menuai pendidikan.

“Jadi semua kita siapkan bagaimana caranya mengibarkan bendera rahmatan lilalamin. Dan siapa yang bisa mengibarkan bendera itu, yaitu orang orang Indonesia. Kenapa? Karena Indonesia mayoritas penduduk muslim terbesar dan dengan sumber daya alam yang luar biasa walau ada yang masih belum dikelola dengan baik tapi tugas kita harus dicermati dan tata kelola dengan baik,” pungkasnya.

Mengukur Kompetensi Sikap yang dicuplik dari buku “ Menyemai Kreator Peradaban”

Di sebuah kampung di Jawa Timur,ada seorang kiai yang punya cara unik untuk menentukan kelulusan santrinya. Setelah ujian tulis, digelar ujian lisan. Dia sendiri yang turun langsung menguji mereka.
Sehari sebelum ujian lisan dimulai, sang kiai membuat dumi mushaf kitab suci. Dumi yang didesain seperti mushaf aslinya itu diletakkan di bawah sebagai pengganjal salah satu pintu ruangan ujian lisan. Sengaja ditaruh di tempat yang mudah keliatan oleh siapapun yang masuk.

Esoknya, satu per satu dipanggil memasuki ruangan. Santri pertama lancar dan fasih menjawab setiap pertanyaan sang kiai. Begitu matanya terantuk pada pengganjal pintu itu, wajahnya mulaimerengut. Ia menangkap ada kesalahan nyata di ruangan itu. Begitu usai dandipersilakan keluar hatinya terus menggerutu. Ia terus bergumam,”Bagaimanamungkin seorang kepala sekolah yang alim begitu ceroboh meletakkan kitab suci bukan pada tempatnya!”

Santri kedua dipanggil dan takkalah lancar dengan santri pertama dalam menjawab pertanyaan. Begitu menoleh kepengganjal pintu itu, matanya terbelalak Dengan nada agak tinggi iaprotes,”Bagaimana mungkin kitab suci berada di tempat tak terhormat?” Ia punfasih mengeluarkan dalil-dalil tentang perlunya menghormati dan mengagungkanAl-Quran. Sang kiai memuji kepandaian santrinya dan mempersialan ia keluar.

Santri ketiga masuk. Pertanyaandemi pertanyaan ia coba jawab dengan tenang. Tapi, kalimat-kalimatnya terhenti saat ia melihat sebuah mushaf teronggok di bawah pintu. Ia mengganggukkan kepala, lalu beranjak ke pintu menggambil mushaf itu, dan buru-buru menyerahkannya kepada sang guru. Kiai itu mengucapkan terima kasih atas tindakannya itu dan mempersilakan ia keluar setelah sang santri menjelaskan dalil-dalil tentang keutamaan kitab suci Al-Quran.

Sore harinya diumumkan bahwa santiri ketigalah yang lulus dan layak diwisuda.
Menarik sekali, kiai kampung ini tak aja mengevaluasi pengetahuan santrinya (tes tulis), tapi juga menakar kemampuan mereka mengomunikasinyaa (tes lisan). Lebih dari itu, sang kiai ingin tahu sejauh mana ilmu yang dikuasai itu mampu menggerakkan mereka untu kbertindak. Ia menetapkan standar kompetensi kelulusan anak didiknya bukan Cuma punya kecerdasan ilmiah melainkan juga kecerdasan amaliah.

Makna kompetensi sejatinya memang merupakan kemampuan bertindak secara efektif dalam situasi kompleks dengan menggunaan pengetahuan atau keterampilan yang sudah diperolehnya. Jadi,tekannya bukan saja pada pengetahuan tapi kemapuan untuk menggunakan,memberdayakan pengetahuan atau keterampilan tertentu. Bukan hanya mengenaimasalah penguasaan secara teknis, melainkan juga diarahkan pada produksi makna(bisa menerapkan dan sangat relevan).

Oleh karena itu, kompetensi lulusan tak direduksi hanya pada dimensi kognitif (akumulai pengetahuan danketerampilan), tapi perlu memperhitungkan aspek sosialnya (kemampuan berkomunikasi, negosiasi membangun hubungan kepercayaan, menginterpretasikansituasi).

Akses ke kompetensi berarti menempatkan pengetahuan di dalam tindakan-tindakan nyata. Kompetensi merupakan sumber daya untuk mengidentifikasi dan memecahkan masalah, mempersiapkan danmengambil keputusan-keputusan (Haryatmoko, 2011). Sehingga, proses pendidikan tak saja melahirkan ilmuwan murni (seperti tipe santri pertama), apalagi hanya pengamat (proble observer- seperti santri kedua), tetapi juga pemecah masalah (problemsolver- seperti tipe santri ketiga).

Itulah mengapa dalam Kurikulum2013 dipertajam lagi standar evaluasi yang menekankan aspek kognitif afektif,psikomotorik melalu penilaian berbasis tes dan portofolio yang saling melengkapi. Ada pergeseran dari penilaian melalui tes (mengukur kompetensi pengetahuan berdasarkan hasil saja), menuju penilaian otentik (mengukur semua kompetensi sikap, keterampilan, dan pengetahuan berdasarkan proses dan hasil).

To learn is to grow and change. Tidak sekadar belajar lalu berubah, tetapi juga mengubah keadaan. Ketika lmu itu diamalkan, diharapkan seseorangberpartisipasi dalam mengubah diri dan lingkungannya.

Guraruers , tulisan ini adalah kolaborasi yang saya dapat dari pusat info yaiti Mba google. Silahkan saja dicek kalau tidak percaya, sumbernya ada di;

http://www.facebook.com/notes/mohammad-nuh/mengukur-kompetensi-sikap

http://sg.suaramanado.com/articles/7292


Tinggalkan komentar

Kapan Nomer Antrian Kita Di Panggil?

Salam. Guraruers yang dimuliakan Allah. Agar hidup kita tidak ngoyo dan jauh dari sifat serakah ada baiknya kita memiliki kiat atau panduan sebelum kita menghadap ke hadirat Allah SWT. Karena sejatinya kita ini sudah punya nomer antrian tapi kita tidak mengetahui kapan nomer antrian kita dipanggil.

Tanpa kita sadari ketika kita berjalan sebenarnya kita sedang menuju ke kematian kita. Kita bisa memilih mati dengan khusnul khotimah atau mati dengan zuul Khotimah. Meninggal di meja judi atau meninggal di atas sajadah ketika sedang bermunajat dengan Robbnya. Setiap manusia yang meninggal akan mengalami malam pertama di alam kubur. Hilanglah sudah gemerlap dunia. Yang tersisa hanya dosa yang membayang. Maka cukuplah kematian itu sebagai nasehat. Bebas dari azab kubur tergantung dari hidup kita.Perkataan yang kokoh di akhir hayat kita dengan Laillahailllah menghantar kita khusnul khotimah.

Kita akan ditanya di alam kubur dan kita menjawab sesuai dengan Otak Bawah Sadar (OBS), kalau memang kita tidak beribadah dengan baik maka jawabanya pun “tidak” sebaliknya jika kita beribadah dengan benar. Kita pun akan menjawab sesuai dengan otak bawah sadar kita. Jadi orang Islam yang meninggal dan Otak bawah sadarnya menjawab Iya. Kuburnya akan diluaskan, ada rasa kenikmatan surga walau masih dalam penantian untuk masuk surga. Paling tidak mereka sudah merasakan aroma surga.

Sebaliknya orang yang jarang menyebut nama Allah, yang meremehkan ibadah, yang mengecilkan sunnah Rasul, orang itu tidak mampu menjawab pertanyaan di alam kubur. Maka mereka akan merasakan kehidupan alam kuburnya rasa neraka. Walau mereka belum dimasukkan ke dalam neraka.

Maka tip menjemput kematian dengan cara mudah adalah; Apabila kita secara cerdas sering mengingat akan mati dan kita menyiapkan diri. Dalam firman ALLAH, QS: Qaaf:19 – 20 19.
Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari daripadanya. 20. Dan ditiuplah sangkakala. Itulah hari terlaksananya ancaman. Jadi pada hakekatnya kematian itu tidak bisa dihindari. Bentuk dan jenis kematian diwujudkan Allah dengan cara yang berbeda .

Sedang hikmah kematian orang yang benar selalu di tempat kebaikan. disinilah Allah menampakkan seuatu yang ghoib. Seperti jasad orang yang mati sahid selalu beraroma harum. Ada juga yang jasadnya masih utuh walau sudah meninggal selama 40 tahun. Subhannah.

QS.102; At takaasur mengingatkan kita akan mati dan siksa di alam kubur. 1. Bermegah-megahan Telah melalaikan kamu[1598], 2. Sampai kamu masuk ke dalam kubur. 3. Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu), 4. Dan janganlah begitu, kelak kamu akan Mengetahui. 5. Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin, 6. Niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim, [1598] Maksudnya: Bermegah-megahan dalam soal banyak harta, anak, pengikut, kemuliaan, dan seumpamanya Telah melalaikan kamu dari ketaatan.

Selain itu kita juga harus mengetahui dosa dan maksiat apa yang membuat manusia disiksa di alam kubur: antara lain adalah:
• Melalaikan sholat
• Membaca Al Quran tapi melupakannya. Prilakunya tidak Qurnani.
• Tidak bersuci setelah buang airkecil
• Biasa berkata bohong
• Sering ingkar janji
• Tidak membayar zakat
• Menganut pola hidup yang berlebih-lebihan
• Makan harta riba
• Korupsi
• Memfitnah sesama saudara muslim
• Khianat terhadap amanah. Temasuk ketika diamanahi Allah dengan anak dan harta.

Semoga tulisan sederhana ini, hasil saya duduk manis di ta’lim mencari ilmu dan menyantap makanan rohani bisa bermanfaat buat guraru, agar hidup lebih seimbang jangan hanya mikir dunia dan anak didik saja tapi persiapan untuk menjemput kehidupan yang abadi juga harus kita miliki. Sehingga kita bukan termasuk golongan hamba Allah yang merugi.
Sumber; http://astutianamudjono.blogspot.com/2013/12/tips-menjemput-maut.html


Tinggalkan komentar

Ada di Tingkat Manakah Kecerdasan Anda???

Salam, guraru yang dimuliakan Allah. Sengaja siang ini saya memposting ulang tulisan saya yang pernah saya tulis di Kompasiana. Niatnya tak lain ingin membaca dan merenungkan ilmu yang saya dapat dan sebisanya mengaplikasikan dalam kehidupan saya sehari-hari. Mari kita renungkan level kecerdasan kita ada di tingkat yang mana.

“Manusia yang paling bertaqwa ia diberikan anugerah Kecerdasan Wahyu oleh Allah Subhaanahuu wa ta’aalaa, sedangkan manusia yang paling kafir (ingkar) diberikan Kecerdasan Lahwu oleh Allah Subhaanahuu wa ta’aalaa, yakni sebuah kecerdasan yang SAMA atau LEBIH BURUK dari kecerdasan yang dimiliki oleh binatang ternak. Kira-kira dimanakah kecerdasan kita hari ini berada? Mari kita selidiki. ( hehehe ngga mau kalah sama KPK ya)

Kecerdasan Wahyu (KW) Secara sederhana, KW ini adalah ketika seorang hamba tidak lagi sedikitpun menuntut sesuatu dari Tuhannya kecuali hanya Ridho dari-Nya. Dia tidak lagi bermain di titik hasrat dan keinginan dunia. . Ia hanya membutuhkan Allah, dan ia mampu bertemu dengan Allah Subhaanahuu wa ta’aalaa dalam masa hidupnya. Dan keberadaan KW ini telah dipraktekkan oleh Para Nabi, special for Nabi Muhammad Shollallaahu ‘alaihi wa sallam ketika peristiwa Isro’ Mi’raj-nya.

Kecerdasan Ruh (KR) adalah Kecerdasan Wahyu yang diberikan kepada manusia selain para Nabi Khusus dan Rasulullah Shollallaahu ‘alaihi wa sallam. Tepatnya Wahyu disini lebih merupakan Ilham dariNya. Kecerdasan Ruh bisa diberikan kepada wali-wali-Nya atau diberikan kepada orang-orang yang beriman yang mencintai amalan-amalan yang sunnah karena Allah Subhaanahuu wa ta’aalaa. Inilah sebuah kecerdasan yang langsung “ditiupkan” oleh Allah Subhaanahuu wa ta’aalaa kepada para hamba-Nya yang beriman mantap. Dan Kecerdasan ini tak mungkin didapat oleh orang yang sekedar ahli fikir dan ahli metafisik tanpa pernah mengikuti jejak Rasulullah Shollallaahu ‘alaihi wa sallam yang telah memberikan berbagai contoh amalan wajib dan sunnah.

Kecerdasan Alam Semesta (KAS) Kecerdasan Alam Semesta ini berpijak pada konsep Sunnatullah dimana hukum-hukum alam yang universal berlaku untuk semua individu yang ada di alam semesta ini. Bagi siapa pun yang dapat memahami rahasia hukum alam ini, maka insya Allah hidupnya akan mencapai kesuksesan di dunia. Contoh penggunaan hukum alam adalah pada Hukum Kekekalan Energi (HKE), yang menghasilkan istilah Epos (Energi Positif) dan Eneg (Energi Negatif). Untuk masalah hukum alam ini, Anda dapat membacanya lebih lanjut di buku “Kubik Leadership”, “Quantum Ikhlas”, “Spiritual Sinergi Semesta”, “The Secret” atau yang lainnya.

Kecerdasan Fuad (KF) KF adalah kecerdasan yang lahir melalui pikiran bawah sadar. Pikiran bawah sadar adalah gudang informasi yang tersusun secara otomatis rapi sebagai karunia-Nya yang mana informasi ini berasal dari lingkungannya. Pikiran bawah sadar kita memiliki kekuatan yang luar biasa (padahal sih biasa-biasa saja dihadapan Allah), karena ia mampu menampung semua informasi, kenangan dan memori yang pernah diserapnya sejak lahir hingga hari ini. Ketika pikiran sadar telah melupakan kenangan itu, tapi pikiran bawah sadar masih mampu mengingatnya dan mengenangnya. . Mengapa demikian? Karena kenangan yang dominan mudah muncul melalui pikiran bawah sadar adalah kenangan yang berisi emosi yang tinggi, dan biasanya emosi yang tinggi identik dengan emosi negatif, sehingga orang yang menggunakan kecerdasan bawah sadar akan mudah terperangkap dengan berbagai emosi negatif lainnya. Sebetulnya, yang Anda butuhkan adalah kenangan yang beremosi rendah, atau kalau perlu kenangan yang beremosi netral, tidak menyakitkan dan tidak pula membanggakan, sehingga keputusan yang Anda ambil kelak akan lebih mudah berada dalam bimbingan-Nya

Kecerdasan Qolbu (KQ) KQ atau juga sering disebut sebagai SAR (Sistem Aktivasi Retikular) atau Critacal Factor atau Critical Area, adalah sebuah pintu masuknya informasi baru dari pikiran sadar (Shodr) menuju pikiran bawah sadar (Fuad), atau masuknya informasi lama (kenangan) dari pikiran bawah sadar menuju pikiran sadar. Jika pintunya terbuka maka akan mudah masuknya, dan jika pintunya tertutup maka akan susah masuknya. Dan terbuka atau tertutupnya pintu SAR sangat tergantung dari rasa keberterimaan atau rasa berserah dari jiwa orang yang diamanahi SAR tersebut. Allah Subhaanahuu wa ta’aalaa adalah Zat yang paling berhak membuka dan menutup pintu SAR. Jika seorang hamba berserah pada Allah Subhaanahuu wa ta’aalaa sepenuhnya, maka pintu SARnya akan dibuka-tutupkan oleh Allah sesuai dengan keperluan. SAR yang selalu tertutup ibarat kita memiliki Qolbu yang mati, dan SAR yang selalu terbuka pun akan membuat hidup kita menjadi tidak memiliki pendirian yang jelas, hilanglah ketegasan. Itu sebabnya, kecerdasan Critical Area ini sangat bergantung dari tingkat keberserahan diri seseorang dan kepada siapa dia menyerahkan dirinya, dengan kata lain, kepada siapakah dia ber-Tuhan.

Kecerdasan Shodr (KS) Kecerdasan Pikiran Sadar adalah kecerdasan manusia ketika menggunakan otaknya secara lebih utuh dengan memarjinalkan fungsi hatinya atau bawah sadarnya. Kecerdasan pikiran sadar identik dengan kecerdasan logika dan sinergis dengan Kinerja Otak Kiri. Pikiran sadar ini memang kadang agak lancang, hampir saja ia mengambil alih semua keputusan yang ada dari setiap masalah. Pikiran sadar ibarat striker dalam tim sepak bola. Pikiran sadar mengambil keputusan akhir dari semua informasi yang diterimanya. Namun demikian, sebagai striker, dia sering mengalami stress jika tidak ditopang oleh suplai bola informasi yang tepat. Dia seringkali gagal mencetak gol, padahal kesempatannya begitu banyak. Dia bingung harus berada di posisi yang mana agar ia pas positioning-nya tatkala menerima umpan, sehingga ia cukup tinggal bergerak sedikit saja untuk menggolkan bola ke jala gawang lawan. Pikiran sadar yang berprofesi sebagai striker tunggal ini, seringkali turun ke belakang untuk menjemput bola. Alih-alih mencetak gol, eh dia malah merecoki pikiran bawah sadar. Wah, tidak mudah ya.

Kecerdasan Lahwu (KL) Lahwu artinya “permainan” atau “senda gurau”. Di dalam Al-Quran dijelaskan bahwa “Sesungguhnya Kehidupan ini hanyalah Permainan dan Senda Gurau…(Q.S. 47:36)”. Dan hari ini tidak sedikit yang “terjebak” pada kondisi Lahwu ini.

KL adalah kecerdasan level terendah bahkan bisa lebih rendah dari kecerdasan binatang ternak. Kecerdasan Lahwu hadir ketika ia sudah mulai mengabaikan kecerdasan tertinggi, yakni Kecerdasan Wahyu hingga Kecerdasan Shodr. Ia hanya berimam kepada hawa nafsunya yang disupiri oleh iblis laknatullah.
“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka Itulah orang-orang yang lalai.” (Q.S. 7:179)”

Bu Kanjeng manggut manggut, berat juga ya nich bacaan “ Aku mudeng opo ora yo?” Batinnya berkata.
Ternyata ini tho yang mau dibahas oleh sahabatnya di Spiritual Sinergi Semesta .
Sedang yang di atas tadi adalah intermezo sejenak sebelum mengupas tuntas tentang kecerdasan ini. Memang seperti itulah teman Bu Kanjeng kalau nulis rada nyeleneh.

Akhirnya Bu Kanjeng memutuskan untuk memposting tulisan ini, semoga tidak dicurigai sebagai pembohong, plagiator, penulis asongan, amatiran, penulis majalah dinding, penulis fiksi atau apa lah terserah. Bu Kanjeng hanya ingin menularkan apa yang sudah dibaca dalam bentuk tulisan untuk sahabatnya di rumah Guraru

Salam dari Bu Kanjeng untuk gurarues.


Tinggalkan komentar

Siapa Bilang Otak Anda Lemot ??? Itu Cuma Tersumbat . (Speed Reading & Memory Managenent by Sutanto Windura


Salam Guraru. Hari gini belum familiar dengan buku Tony Buzan? “Terlalu” kata Oma Irama. Loh apa hubungannya Tony Buzan, Oma Irama dan TWC 3 di sesi pertama hari ke dua ini ? Oh jelas ada mau tahu alasannya? Yuk Kita simak tulisan ini. Kalau ada yang kurang silahkan ditambahkan di komentar ya. Karena di Guraru kita belajar bareng untuk maju bersama dan berproses memberikan yang terbaik kepada anak didik kita, yang kuncinya ada pada diri kita masing-masing ( Bukan Sotoy lho ya )


Sebelum melanjutkan tulisan ini, kasih apresiasi dulu ah sama Omjay dan guraru di TWC 3 ini. Beliau sudah mendatangkan seorang pembicara klas dunia yang berhubungan dengan motivasi diri mind mapping dengan brand keren yaitu Bapak Sutanto Winduro seorang ThinkBuzan Licensed Instructor. Sedang materi yang akan diberikan adalah “ Speed Reading dan Memory Management” Peserta TWC 3 benar-benar diberi materi dan pembicara yang hebat agr bisa mengugah hati dan bangkit menjadi penulis yang hebat yang bermanfaat bagi dirinya dan orang lain.


Pembicara yang satu ini sudah berada di ruangan sebelum kursi peserta TWC 3 penuh. Itu menandakan bahwa beliau datang lebih awal dari pesertanya. Setelah moderator memperkenalkan dirinya. Ketahuan deh siapa beliau sebenarnya. Begitu banyak karyanya dan betapa belaiunya sudah mendunia. Beliau langsung meminta kami untuk senam otak agar kerja otak kanan, dan otak kiri kita seimbang. Meyakinkan peserta bahwa semua orang terlahir jenius. Sayangnya untuk menjadi jenius ada hambatannya. Nah itulah sebabnya kita diminta untuk bisa membedah semua itu dan focus pada pembelajaran berbasis otak. Itulah tugas guru.


Semangat yang diberikan pembicara sungguh luar biasa. Ia mengekspos cerita atau fenomena yang ada. Mengapa orang bosan membaca dan mengapa orang betah berlama-lama ngegames atau nonton film.
Semua dikarenakan belum mengunakan cara belajar berbasis otak. Sehingga sering mengalami mind block. Dan ini sangat menghambat, sehingga perlu dikembalikan bahwa guru adalah penulis jenius, sehingga bisa membuat siswanya belajar. Bagimana guru dan siswanya bisa mengembalikan kejeniusannya ang belum terbiasa, dan mengkondisikan otak agar bisa memperoleh solution finder.


Sang pembicara menekankan bagaimana harus membuat revolusi belajar dengan cara memperbarui menejemen otak. Diharuskan punya mind mapping dalam hidup. Gunakakn kata kunci What to learn plus How to learn. Hasilnya akan maksimal dan menakjubkan. Semua tahu bahwa saat ini yang namanya informasi sudah overload. Mbah google dengan baik hati akan member informasi yang sedetail detailnya tidak pakai bohong tinggal bagaimana kita memanfaatkannya. Ini bagian dari what to learn.


Sedangkan bagian dari How to learn bagaimana menggunakan otak secara optimal sesuai dengan kodrat manusia yang unik dan diberi akal oleh Allah. Sehingga sebagai guru kita perlu memiliki cara berpikir yang kreatif yaitu sebagai pembelajar seumur hidup. Alasannya agar sel otaknya tidak mati. Sedangkan lebih dalam lagi otak bisa dirangsang dengan How to think.


Dalam berpikir kreatif otak dipaksa agar bisa berpikir kreatif, berpikir kritis, berpikir sebab akibat, berpikir membandingkan, berpikir menyimpulkan dan berpikir analisis. Sarananya bisa berupa speed reading, kemudian mengolah data ari mind mapping dan berlanjut mempunyai memori champion. Dan berikan solution finder.
Sedangkan alatnya yang digunakan untuk How to think adalah dengan tahapan atau menggunakan Memori Champion, Mind map, speed reading, dan tehnik bertanya” Socratic Questioning Tecnique yaitu pertanyaaan yang membuat penanya dan yang ditanya itu pandai.


Pak Sutanto juga memberi informasi bahwa Kur 2013 .adalah Kurikulum yang berbasis pikiran, dan mengajarkan cara berpikir. Contohnya mengajarkan kasus banjir ditinjau dari berbagai sudut pandang. Ini sangat menarik dan lebih mengena sasaran, apalagi bila mengajarkannya menggunakan tehnik belajar mind mapping.
Ada hal penting yang harus kita buang dari kebiasaan buruk yang sering kita lakukan ketika membaca antara lain; membaca di eja, menggerakkan kepada, ditunjuk dengan jari , membalik halaman secara perlahan, sering Back skipping (mengulang bacaan). Berhenti ketika ada hal yang tidak dimengerti. Maka tinggalkan kebiasaan buruk itu gantilah dengan cara speed reading dan tehnik fiksasi dengan benar. Bisa juga menggunakan tehnik grouping sekali baca sekali tembak dan mengelompokkannya. Bukan per kata. Berlatihnya dengan membaca Koran dari kolom, perkolom. Optimalkan jarak pandang membaca kita dengan Peripheral vision dan cara berlatihnya dengan finger pointing execise. Atur irama ketika membaca sehingga bisa lebih berkonsentrasi. Perlu dipenggal ketika membaca sehingga otak kiri dan otak kanan balance. Sadarilah bahwa membaca perlu dipaksa dan pasang target. Tentukan ambak membaca, manfaatnya apa dan gunakan warna , karena mata didesigan menyukai warna –warni, warna punya emosi , dan dapat mengklasifikasi. Dengan kemampuan speed reading bisa menghemat waktu ketika bedah buku.


Hups rasanya begitu banyak materi yang ingin disampaikan, dan semuanya menarik, perlu konsentrasi mencernanya. Bagaiman supaya bisa mengoptimalakn kerja otak kanan dan otak kiri. Dan akhirnya sampai juga pada How to memory yang sangat penting diajarkan dan praktekkan pada diri sendiri dan anak didik. How to memory dianjurkan dengan tehnik Asosiasi, dan imajinasi, karena semakin kuat asosiasi semakin baik untuk menulis.


Pak Sutanto bukan hanya “Omdo” tapi langsung membuktikan dan berani dites dalam hal menghafal. Kami diminta menuliskan 20 kata yang akan dibaca dan dihafal dalam hitungan menit. Kami dibuat kagum dan mengira kalau ada unsur magicnya. Oh ternyata tidak. Karena kami pun diberi tahu bocorannya dan mempraktekkan bersama menghafal dalam waktu singkat. Ternyata tehnik asosiasi sangat membantu dalam menghafal cepat.


Dalam waktu yang sangat singkat Pak Sutanto ingin membagi ilmunya tentang tips dan strategi berkonsentrasi membaca dengan berbagai kiatnya dari mulai, Big picture first lewat permainan pazel, tehnik Tangerine dengan membayangkan ada senter di atas epala sehingga member efek semangat dan terang benderang, membaca dengan menggunakan ketukan,ritme dan irama yang bermakin berlakukanlah “membaca setengah dipaksa” dan yang tak kalah penting gunakan warna.


Waktu terus bergulir padahal masih asyik mengikuti sambil sesekali diselingi senam otak. Akhirnya sesi Tanya jawab tiba, kami saling member kesempatan pada peserta lain untuk bertanya karena selalu ada hadiah bai peserta yang mau bertanya dan member saran. Jelas sekali materi yang disampaikan tepat sasaran tinggal bagaimana, dan sebesar apa kesungguhan dan kemampuan peserta TWC 3 dalam mengaplikasikan materi ini. Yuk biasakan untuk speed reading.


Tinggalkan komentar

Guru Seru April 2013


Salah seorang kontributor Guraru, Ibu Fitta Astriyani memiliki sebuah blog yaitu http://funkreatifittaz.blogspot.com/ dan Pinterest yaitu http://pinterest.com/fitfun2012 yang didalamnya terdapat berbagai cara kreatif dalam mengajar. Sebagai #GuruSeru bulan ini, Ibu Fitta membagi pengalamannya terkait cara-cara mengajar kreatif, khususnya dalam mempelajari bahasa inggris.
Kehidupan Ibu Fitta sebelum menjadi seorang guru adalah faktor yang mendorongnya untuk mengaplikasikan berbagai media untuk mempermudah proses belajar mengajar siswa. Dari pengalamannya bekerja pada bagian divisi kreatif di media itulah yg menjadikan beliau mempelajari bagaimana media dipadukan dengan jiwa kreatif dapat menjadi formula jitu untuk mengembangkan dunia pendidikan.

Terbangun dari keprihatinannya melihat banyaknya anak Indonesia yang terhambat untuk maju karena minimnya kemampuan bahasa inggris, ibu Fitta terdorong untuk menjadi seorang guru. Sejak itu pula beliau aktif mengajar di berbagai institusi seperti Baitusalam Kindergarten dan KIDZLABS English Course. Ibu Fitta percaya bahwa suasana belajar yang nyaman dan cara yang menarik akan memaksimalkan potensi siswa. Karena itu Ibu Fitta menggunakan media sosial sebagai salah satu tools pendukung untuk kegiatan belajar mengajar seperti Blog, Facebook Group, twitter dan Pinterest. Sumber pembelajarannya sendiri tidak melulu berdasarkan text book tetapi bersumber dari LearnEnglish British Council yang menyediakan banyak sumber pembelajaran seperti worksheet, video, animasi flash, dan podcast.

Ibu Fitta mengakui metode unik yang diterapkan olehnya berasal dari berbagai forum. Sebuah forum di Facebook bernama #ELTChat (English Language Teaching) merupakan tempat dimana para guru bahasa inggris dan para ahli bahasa berkumpul. Disini guru bahasa inggris dari seluruh dunia dapat berbagi informasi dan pengalaman terkait pembelajaran bahasa inggris. Tidak hanya dari forum internasional, dari cakupan nasional pun ada sebuah forum bernama Group Academic Arisan yang kurang lebih mirip seperti ELT. Disini para guru berbagai ide-ide brilian yang akhirnya menginspirasi Ibu Fitta untuk lebih kreatif dalam mengajar.

Ibu Fitta mengaku media sosial sangat membantu proses belajar mengajar. Dalam media sosial, pendidik tidak dibatasi oleh waktu dan tempat. Media sosial disebut juga dapat menjadi perekat hubungan antara guru dan murid di mana hal tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat proses belajar mengajar menjadi lebih efektif. Informasi di media sosial dari para guru seperti @gurukreatif dan @guraruID juga diakui ibu Fitta telah memberikan pengetahuan terkait manajemen kelas dan aktivitas yang kreatif, berdasarkan berbagai kasus nyata.

Ibu Fitta mengajak para guru untuk menghadirkan Creative teaching dalam setiap kesempatan belajar mengajar. Karena itu, guru harus berpikiran terbuka kepada perubahan yang terjadi, belajar hal baru dan banyak berdiskusi dengan orang-orang kreatif dari berbagai profesi. Selain itu media sosial perlu dioptimalkan. Dengan begitu, wawasan kita akan lebih luas dan akhirnya menghasilkan pembelajaran yang lebih hidup, kreatif, dan visioner.


Tinggalkan komentar

Ketika Media Sosmed Ramai Dengan Video Mesum Oknum Siswa

 

Pendidik  atau guru  mana yang tidak miris ketika melihat kelakuan amoral anak didik saat ini. Semua dengan mudah bisa diakses, dibagikan dan dikomentari dengan menambahkan hal-hal yang lebih mesum lagi. Rupanya perlahan tapi pasti mental dan akhlak generasi kita sudah diruntuhkan oleh berbagai pihak.

Herannya sipelaku sendiri sudah putus urat malunya sehingga melakukan hal yang buruk pun tidak ada rasa bersalah, malu apalagi menyesal. Sebenarnya ini remaja punya panutan atau tokoh favorit yang bisa diteladani tidak sich? Menghadapi fenomena ini sikap pendiddik atau guru bagaimana khususnya pasti guru BK lah? Lalu perlakuaan orangtuanya sebenarnya seperti apa? / Koq bisa kecolongan seperti ini? Mungkin pertanyaan seperti itulah yang berseliweran di benak para guru, orangtua dan jug pemerhati pendidikan juga sosial.

Padahal tugas guru dan orangtua yang diberi amanah oleh Allah seharusnya tidak teledor. Mereka wajib membimbing anak didiknya  agar selamat dunia akherat. Menjaganya dan memberikan yang terbaik kepada mereka. Maka perlu dibimbing dan dikenalkan hal-yang positif dan terus dipantau tingkah lakunya agar tidak menyimpang.

Masalahnya, sanggupkah para guru orangtua yang merasa super sibuk, yang merasa beban hidupnya sangat berat, dan juga merasa sulit  mengontrol kegiatan anak didiknya di era digital seperti saat ini. Kesibukan anak didik di dunia maya yang cenderung banyak negatifnya memang harus diluruskan. Walau fakta berbicara hal ini  mempertajam kesenjangan antara anak, guru  dan orangtua. Sehingga anak didik bisa melakukan apa yang ingin dilakukan tanpa ada pengawasan dari guru dan orang tua mereka.

Seharusnya anak didik  memiliki pengetahuan yang luas dan bisa menerapkan akhlak mulia. Untuk itu anak didik perlu dijelaskan seperti apakah akhlaq yang buruk itu. Diharapkan dengan pengetahuan itu anak didik  bisa menghindar dari hal tersebut. Sifat yang jelek itu seperti ghibah atau ngerumpi, yakni membicarakan keburukan-keburukan teman dan orang yangketika  dibicarakan itu tidak ada di hadapannya.

Perbuatan ghibah itu bisa dalam bentuk perkataan, perbuatan, isyarat, ataupun sindiran. Kemudian namimah, yaitu perbuatan seseorang yang menukil perkataan seseorang dan kemudian menyampaikannya kepada orang lain dengan tujuan mengobarkan api permusuhan di antara kedua orang tersebut. Akhlaq tercela lainnya seperti riya’, hasad, ucapan keji, sombong, penyindir, pemalas, marah, kikir, bohong, tamak.

Sedangkan mereka yang berakhlaq baik biasanya hatinya akan dicondongkan kepada ajaran agama. Mudah bagi mereka menerima nasihat, dan selalu melakukan evaluasi diri. Anak-anak yang tumbuh di tengah keluarga yang istiqamah mengerjakan perintah Allah SWT dan menghindari larangan-Nya insya Allah akan selalu dituntun-Nya dalam pendidikan dan kasih sayang-Nya.

Dari kasus video mesum anak remaja itu sebaiknya guru dan orangtua bisa mengambil pelajaran dan harus ekstra ketat dalam mengawasi buah hati dan anak didik mereka. Lingkungan yang kondusif, merasa diaargai dan dipenuhi kebutuhan lahir batinnya. Insyaallah anak didik tidak lari ke hal yang neko-neko. Mereka bisa memposisikan diri sebagai anak didik yang memiliki tanggungjawab dan punya impian besar untuk menjadi orang yang sukses dunia dan akherat.

Yuk guruers mendekat dan merapat pada anak didik kita sehingga kita tahu persis bahwa mereka dalam koridor yang aman untuk mencapai pemahaman dan pengembangan dirinya.


2 Komentar

Buktikan Bahwa Menulis di Media Itu Menghasilkan (+4)

Hups dalam keadaan kesalpun selalu saya ucapkan Alhamdulillah. Lho koq kesal? Iyalah siapa yang tidak kesal ketika semangat menulis sudah di ubun-ubun eh data, bahan dan sumber materi yang mau ditulis menghilang. Hiks sudah bersusah payah dengan serius mencatat semua materi yang diberikan di Teacher writing Camp 3 tapi yang tersimpan hanya catatan di sesi 3 dan 4. Oh kemana gerangan catatan saya sebelumnya? Daripada buang waktu untuk menyesalinya atau mencarinya di file ngga jumpa, yakin deh kalau catatan itu terhapus. Maklum sayamenggunakan notebook ananda bukan punya sendiri, karena lepi jadul tercinta tidak diajak mengikuti kegiatan Teacher Writing Camp karena alasan terlalu berat membawanya. Akibatya resiko ditanggung sendiri.

Baik akan saya coba memuntahkan apa yang ada di benak ini tanpa catatan yang detail. Bermodalkan memori yang sudah agak lemot saya coba mengerjakan tugas yang diminta panitia untuk bisa posting di Guraru ( Padahal sejak sebelum berangkat sudah diingatkan untuk regristrasi di Guraru) Sayangnya sampai tulisan ini mau disiapakan aku belum registrasi di Guraru. Yang penting sudah punya “ sesuatu” untuk diposting euy.

Jujur saya salut pada panitia dan juga sponsor yang terlibat di acara TWC 3 kali ini yang diadakan 2 hari tgl 28-29 Des, 2013. Om Jay dan kawan-kawan juga sponsornya memang oke. Terima kasih dan dua jempol manis pokoknya untuk TWC 3 ini. Bersyukur banget saya bisa hadir mengikuti acara di sesi pertama. Sebutkan ah siapa aja yang masih saya ingat nama-namanya; Bu Yuli sang MC, Uda Dian Kelana mat Kodaknya, Pak Taufik, Mbak Dahlia, Bu Bety, juga Bu Aisyah.

Dalam pembukaan yang disampaikan Om Jay. Singkat padat dan berisi Om Jay menyampaikan keseluruhan maksud dan tujuan juga menyebutkan personal yang akan member materi atau sharing di acara ini. Tidak tanggung-tanggung Om Jay bisa menghadirkan orang-orang yang diharapkan bisa memotivasi kami sebagai guru untuk jadi guru yang plus plus sebagai blogger dan penulis. Maka Om Jay menghadirkan Pak Sukani, Pak Rudy dan Bu Mugi, Pak Ahmad Fuadi Mas Iskandarjet, Mbak Dhitta Puti, Mas Sutanto Windura dan Pak Thamrin , Mas Agus juga team Dompet Dhuafa. Wow sungguh Om Jay dan crewnya ini “Ruar biasa”

Materi yang kami dapat di sesi ini “Motivasi Menulis di Media yang Menghasilkan” Coba itu direnungkan kalimatnya dan judulnya sungguh oke banget. Yang memberikan materi itujuga keren semua. Ada tiga orang guru yang tampil memberikan ilmu, pengalaman, dan juga jalan panjang yang mereka lalui untuk bisa eksis di Media. Tentunya para peserta sudah yakin bahwa mereka akan mendapatkan ilmu yang sangat bermanfaat di kegiatan TWC 3 ini.

Mau tahu ngga ya, siapakah para guru blogger yang akan memberikan ilmu dan sharingnya? Mereka adalah; Bapak Sukani yang katanya mirip Jokowi, Ibu Siti Mugi Rahayu dan Bapak Rudy dari Palangka Raya. Mereka adalah pemenang tiga besar di Acer award 2013. Congrats ya Bapak, Ibu. Saya akan segera menjadi bagian dari kegiatan positif yang bapak, ibu sudah lakukan sesuai dengan passion saya. Amin YRA.

Pada sesi ini diawali oleh Pak Rudy yang jago Fisika, karena beliau adalah guru Fisika yang multitalenta diberi kesempatan untuk mengelola lab multi media di sekolahnya, sehingga punya waktu dan kesempatan yang cukup banyak untuk memanfaatkan fasilitas yang ada, kemudian diabadikan dalam sebuah blog yang bisa diakses oleh semua pengguna internet yang membutuhkannya. Dari ketekunannya itu banyak sekali kemudahan dan keberkahan yang Pak Rudy dapatkan, Beliau meraih banyak bea siswa untuk belajar dan terus mengembangkan diri dan akhirnya bisa berbagi bersama kami di TWC3 ini. Tips yang harus saya ingat dan harus dipraktekkan adalah ; Orientasi pada hasil karya, menulis dengan dengan imajinasi, punya keberaniaan untuk menulis , menulis lah dengan penuh cinta, sebelum tidur buat satu tulisan yuk, dan ingatlah menulis itu bak naik sepeda harus berlatih agar mahir dan menguasai jalan.

Pembicara ke dua di sesi ini di sesi ini adalah Ibu Siti Mugi Rahayu seorang guru Ekonomi yang sangat akrab dengan blog dan pembelajarannya bersama murid-muridnya, Bu Mugi ini selain seorang guru ia juga seorang blogger, dan Kompasianers, tulisannya sangat bagus, beliau pandai membagi waktu. Walau kesibukannya sebagai ibu dari empat orang anak dan Istri teladan di mata suaminya Beliau bisa mengatur waktu dengan baik dan berprestasi. Rasa syukurnya terlihat ketika sedikit demi sedikit dari kecintaannya terhadap dunia tulis menulis mulai mendapat penghargaan baik berupa materi maupun non materi. Yang paling berkesan dari sharing Bu Mugi hari ini adalah beliau mencatat secara detail dan sangat bersyukur dengan apa yang beliau lakukan dari hari ke hari dan bisa membuktikan bahwa usahanya yang selalu ngin belajar dari titik awal di blog rumah perubahan milik Renald Kasali sampai pencapaian sukses demi sukses yang diraih sungguh menginspirasi.

Sesi ini dilanjut dengan materi atau sharing dari Pak Sukani, pria berasal dari Rembang Jawa Tengah, dengan penampilan yang sederhana, tapi isi otaknya luar biasa sehingga sangat memotivasi para peserta kali ini terpukau dengan prestasi yang diraihnya. Pak Sukani seorang guru Matematika sangat akrab dengan media pembelajarn berbasis IT, dengan gamblangnya beliau menjelaskan apa itu e-learning dan Digibook. Pak Sukani layak memotivasi peserta TWC3 karena segudang prestasinya, beliau sudah buktikan dengan menggeluti dunia IT,khususnya blog, dan dunia tulis menulis bisa membawa perubahan dalam kehidupan diri dan keluarganya dan yang jelas beliau menjadi orang yang bermanfaat karena ilmu yang dimiliki dibagikan kepada kami. Untuk pembelajaran dengan IT, bagi saya ini sangat ribet dan perlu konsentrasi penuh untuk bisa membuat media pembelajaran berbasis IT, padahal saat ini semua guru dituntut untuk bisa melek IT. Sungguh semangat dan keberuntungan Pak Sukani menginspirasi saya untuk semangat, semangat dan terus belajar.

Tak terasa pada sesi ini masuk pada ranah Tanya jawab. Waduh di sesi ini kayaknya paling seru deh. Teman-teman hampir semua berantusias untuk bertanya sekaligus ingin berbagi pengalaman. Semua pertanyaan berkisar pada kesuksesan yang pembicara raih,ada juga yang bertanya tentang criteria naskah yang bisa masuk nominasi, tips dan sarannya bagaimana. Dan yang terpenting peserta puas dan benar-benar termotivasi dengan ketiga pembicara di sesi ini. Waktu yang singkat tapi bermanfaat ini sungguh luar biasa semoga saya pribadi dan teman-teman yang lain bisa mengikuti jejang sang juara. Hidup Guraru.