Sri Sugiastuti gurujalanjalan

Berjuang Menggapai Ridho ALLAH di Dunia & Akhirat


3 Komentar >

Rencana ngebolang bersama si ayah dan anak lanang memang sudah diencana. Targetnya Banyuwangi dan Bali. Ngebolang ala backpacker gitu. Yang harus disiapkan jauh hari perak perniknya dari mulai tiket, akomodasi temapt yang mau dituju, termasuk juga perbekalan.

Kami menyusur dari selatan dulu dan pulangnya baru lewat Bali Barat. Nah di Bali Barat lah ada satu target yang mau dilihat dan diekplore. Sunggu kami penasaran banget dengan hutan bakau yang kami lihat dari atas ferry yang sedang menyebrang ke Bali.

Setelah menyusuri Bali Selatan, tanah Lot, pantai Sanur, Bedugul , lanjut ke Pantai Lovina. Akhirnya sampai juga ke Bali Barat. Apa sih yang dilihat disana? Hutan lindung dan segerobolan banteng dan sapi Bali yang ada di sekitar.. situ.. Memandang selat Bali yang tenang seakan mengundang kami untuk menyusurinya.

Kami menyewa perahu tempel plus pelampung dan  1 orang pemandu. Menyusuri selat Bali yang tenang hutan bakau yang subur, air laut yang tenang dan jernih, menghirup udara sore yang segar dengan angin laut yang semilir. Dengarkan juga berbagai info tentang hutan konservasi yang selau dijaga kelestariannya.

Berada di selat Bali sambil melihat Ferry yang lalu lalang yang  menyeberangi selat Bali. Membuat kami jadi bangga menjadi orang Indonesia yang kaya raya. Kami niat lai dan lagi ngebolang ke tempat-tempat cantik lainnya yang ada di Indonesia. Semoga Allah beri kesempatan dan juga rezeki agar rencana ngebolang ke tempat cantk di Indonesia bisa terkabul


19 Komentar

Berburu Sea Food di Pantai Depok

Hi, tau dong kalau Jogyakarta itu sekarang punya banyak pantai yang bisa dijadikan obyek wisata. Beberapa waktu yang lalu Uti sama Akung sampai juga klinong klinong ke pantai Depok.

Uti sama Akung menikmati suasana tenang sambil memandang ke laut yang luas. Bersyukur bisa sampai di pantai Depok dengan kendaraan roda dua. Dari Solo kami berangkat sore hari bermalam di Jogya di rumah adik sepupu Uti. Pagi hari baru melanjutkan perjlanan ke pantai Depok. letak pantai Depok ada di sebelah kanan pantai Parangtritis. Pantai ini di hari biasa sangat sepi pengunjung

027

Pantai Depok di pagi hari sebagian nelayan menunggu kapal datang

Apa sih istimewanya pantai Depok dengan pantai yang lain? Kalu menurut Uti pantai ini dikhususkan untuk pelelangan ikan. Dengan mengunjungi pantai ini di hari biasa suasana sepi, tenang damai dan kedekatan uti dengan Allah sang Pencipta semakin terasa.

Ketika angin laut semilir, matahari bersinar cerah dan pandangan mata bebas lepas ke arah laut yang terhampar luas, lalu membayangkan kehidupan di bawah laut dengan aneka macam makhluk hidup yang ada di bawah laut, saya syukur dan keimanan Uti semakin bertambah

012

Menyatu dengan alam itu memberi energi positif untuk jiwa Uti yang sudah menua

Nah, sekarang kita bayangin deh betapa susahnya menarik kapal yang baru datang dari melaut untuk sampai ke tepi pantai dan menjual hasil tangkapannya di laut. Ternyata semau itu perlu tenaga motor dan juga tenaga manusia agar perahu bisa merapat di dermaga alami. Menarik perahu tempel nelayan dari tepi pantai yang berpasir itu perlu semangat dan tenanga yang luar biasa. Mereka berteriak, tua bangka.. eh salah ding… tu dua tiga…. yo… yo…

Iyes, akhirnya perahu itu merapat di tepi pantai. Uti sama Akung penasaran ikut berlalri seperti orang -orang yang ada di sekitar pantai untuk melihat hasil tangkapan para nelayan pagi hari ini. Uti sempat bertanya kepada nelayan yang terlihat lelah, karena mereka melaut malam  hari, sedang hasil tangkapan mereka juga tidak terlalu banyak.

022

Senangnya para nelayan setelah berhasil menarik perahu mereka ke daratan yang harus dilakuan secara bersama-sama.

Nelayan itu menjual hasil tangkapannya dengan mengelompokkan jenisnya, ada tengiri, tuna, kakap, salmon, bawal, barakuda dan teman, temannya.  Nah pembeli tinggal memilih mana yang disukai.Wah si Akung kalap hampir semua jenis ikan di beli.. Ngga terasa uang empat ratus ribu keluar dari kocek Akung. Akung sudah didekati oleh juru masak pemilik rumah makan yang ada di sekitar pantai itu.

Si ibu pemilik rumah makan itu menjual jasa mengolah hasil laut yang kita beli untuk dimasak sesuai dengan selera kita. Tinggal pilih saja menunya. Ia juga menyediakan es kelapa muda, dan minuman lain. Sedang teman makan sea food  dari mulai nasi, lalapan dan aneka sambel sudah tersedia.

Ia mematok harga 8 ribu rupiah perkilo untuk menyulap sea food mentah jadi makanan yang siap saji. Oke deal. Lumayan praktis. Uti sama Akung sepakat, sebagian besar digoreng saja jadi bawanya ngga ribet. Untuk oleh-oleh juga praktis.

Saatnya menikmati hasil tangkapan nelayan yang sudah terhidang. Uti memilih rajungan, Akung ikan salmon, dan kakap laut dengan menu asam  manis, saus padang dan di goreng plus lalapan dan sambel kecap. Yummy.

 

028

Hasil tangkapan nelayan yang sudah dieksekusi di dapur rumah makan pantai Depok

Ngga terasa separuh waktu yang ada siang ini kami habiskan di pantai Depok. Hati senang perut kenyang dan terasa fresh kembali. Hmm tinggal mikir bagaimana membawa ikan goreng yang cukup banyak ini sampai ke jogya dan Solo.

Uti langsung packing jadi beberapa bungkus sesuai dengan yang mau Uti kasih. Jadi tinggal mendistribusikannya . plek-plek. Selesai.

Ya, itu lah secuil kisah Uti dan Akung ketika klinong klinong ke pantai Depok. Salut dengan kabupaten Bantul yang terus bebenah dan membuka tempat wisata baru dan terus bergeliat memajukan kabupatennya terutama di bidang wisata dan kuliner.

.


20 Komentar

Curug Sidomba di Kaki Gunung Ceremai

DSCN2319

Ini mas Hubby sama mobil si Domba di Kuningan Jawa Barat medio April 2016

Kira kira dengan foto awal seperti ini mau cerita apa ya?  Ini sepenggal kisah saya bersama mas Hubby sepanjang  siang di kota Kuningan nan sejuk dan permai. Ini lokasi ke tiga yang kami kunjungi ketika ngebolang di kota Kuningan.

Nama tempat wisata ini Curug Si Domba. Untuk sampai ke lokasi ini kami mengajak Neng Cicih dan Aa Cecep dari mananya jelas mereka orang Kuningan ya. Pertemuan kami dengan kedua orang ini juga karena Allah semata. Koq bisa ? Apa sih yang tidak bisa kalau Allah sudah mengizinkan.? Buktinya kenekatan kami yang jalan semi backpackeran ala saya  dan mas Hubby

DSCN2299

Ini mas Hubby sama mobil si Domba di Kuningan Jawa Barat medio April 2016

Kisahnya begini, setelah hilang rasa penasaran saya denganpasar Tegalgubug kami melaju ke arah Kuningan diantar bus jurusan Cirebon dari Cirebon kami carter angkutan umum yang disebut si elf menuju ke Kuningan. Bermodal nanya ke Pak sopir dan ada gambaran sedikit tentang Kuningan ketika googling. Sampai lah kami di daerah yang namanya Sangkan Hurip yang konon ada Pemandian air panas alami.

Karena masih musim liburan hotel dan tempat penginapan disana fully , hampir putus asa juga nih, sambil nenteng tas yang lumayan berat setelah bertanya kesana kemari, akhirnya dapat juga guest house yang masih dalam dalam tahap pembangunan. Kami dapat kamar di lantai dua dengan view yang cantik.

DSCN2209

Ini mas Hubby sama mobil si Domba di Kuningan Jawa Barat medio April 2016

Alhamdulillah akhirnya dapat juga tempat untuk istirahat setelah semalaman berpacu di atas rel kereta, disambung angkot, bus dan elf. Rasa penat kami hilang setelah mandi air hangat dan sarapan roti dan teh hangat sementara mata juga dimanjakan dengan pemandangan yang menyejukkan. Puas memandangi keindahan gunung Ceremai saya minta tolong sama Si Ibu pemilik rumah mungkin bisa kasih referensi obyek wisata yang bisa diliat di Kuningan juga caranya sampai ke tempat wisata tersebut.

Si ibu dengan semangatnya memberi info kalau di Kuningan ada waduk Darma, Curug Sidomba, Cibulan, Taman Ade Irma Suryani, Linggar Jati, kalau yang di Cirebon ada Goa Sunyarunyi, Kraton Kasepuhan, dan Kampung Batik Trusmi.”Tapi kalau satu hari ngga cukup deh waktunya, sebentar ya Bu, saya coba hubungi teman saya yang biasa dicarter mobilnya.”

Sambil menunggu jawaban dari teman si Ibu saya dan mas Hubby ke luar kamar menikmati bumi Sangkan Hurip yang memukau, udara pagi mulai menghangat dan cuaca sangat cerah.

DSCN2221

Suasana pagi di sudut kamar saya terlihat asri dan bikin kita betah berlama lama di sudut itu

DSCN2224

Jadi ingin berselfie ria disini sudah siap mas Hubby dengan kamera digital lungsuran Anak lanang 4 tahun lalu

Singkat cerita kami berjodoh dengan teman si Ibu pemilik rumah. Deal si AA cecep siap mengantar kami tapi dia minta ditemani Neng Cicih.. karena mereka semi amatir karena ini pekerjaan partimer mereka. Aslinya mereka pengawai rumah sakit daerah. Si Aa Cecep driver sedang Neng Cicih bagian admin.

DSCN2317

Di pinggir kolam yang berisi ikan nila dan ikan Mas dengan latar belakang masjid yang megah membuat orang betah berlama lama di sana

Curug Sidomba jadi salah satu pilihan yang kami kunjungi. Curug ini   berada di kecamatan Jalaksana, di bawah kaki gunung Ceremai Kuningan. Kami tidak turun samapai ke curug karena lumayan jauh jalannya selain mempertimbangkan waktu yang ada. Si Aa juga bilang ini musim kemarau biasa airnya ngga deras dan kurang bagus dan tingginya juga cuma 3 meter.

Curug Sidomba itu sebenarnya punya mitos bahwa diapa saja yang cuci muka dari air terjun Sidomba bakal enteng jodoh banyak rezeki, dan apa aja yang jadi hajatnya bakal terkabul. Ada juga yang meyakini bahwa tempat ini dulu sebagi salah satu tempat untuk tetirah atau bersemedinya Syech Jenar.

Karena tidak bisa ambil foto air terjun yang kering mas Hubby pilih ambil gambar domba bertanduk 3 yang jadi ikon obyek wisata di Sidomba.

DSCN2305

Di curug Sidomba bisa melihat domba bertanduk 3. Domba ini sudah berpuluh generasi dan dijaga kelestariannya

Di sebelah kandang domba ada kandang burung merak yang cukup besar mas Hubby cukup puas dengan hasil jepretannya walau terhalang kawat halus di lensa kameranya.

DSCN2307

Cantik ya si burung merak ini. dia sedang menyapa saya.. Halo selamat datang.. hehehe

Taman, masjid dan kolam ikan yang ada di lokasi Curug Sidomba terawat dengan rapih, konon ini milik perorangan, tentu membutuhkan dana yang besar untuk merawatnya. Ketika kami berkunjung tidak banyak pengunjung lain yang datang. Ini karena kurang promosi, salah urus atau memang tersa.ingi dengan obyek wisata water boom yang sedang menjamur

Oh iya sebelum meninggalkan lokasi curug Sidomba kami sempat keliling melihat bumi perkemahan yang letaknya ngga jauh dari curug Sidomba.

DSCN2312

Cukup bergaya di depan pintu masuk menuju curug Sidomba

DSCN2303

Bumi perkemahannya ada di bawah sana bersih rapih dan udaranya juga sejuk

Mungkin ada yang mau tau untuk sampai kesana bagaimana gitu? Pengunjung bisa samapai di lokasi dengan kendaraan pribadi atau angkuan umum, tapi ya harus sabar karena menunggunya cukup lama. ketika kami kesana hanya mengeluarkan uang 25 ribu. dengan perincian 4 orang pengunjung plus parkir mobil 5 ribu.

Perlahan mobil kami meluncur meninggalkan lokasi curug Sidomba, untuk melanjutkan ke obyek wisata sejarah yaitu Linggar Jati..